Berita Terkini
Trending Tags

Mohammad Nuh Nilai Sekolah Rakyat Jadi Upaya Memuliakan Kaum Dhuafa

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • visibility 102
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat (SR) yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa progres pelaksanaan Sekolah Rakyat terus berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan ke Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/05/2025).

“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat progresnya terus berjalan. Besok pagi insyaallah kita rapat dengan beberapa menteri yang terkait, termasuk Mendagri, Menpan-RB, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, guna menyiapkan tenaga kependidikan seperti guru dan kepala sekolah,” ujar Mohammad Nuh.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah Kabupaten Ponorogo pun menyatakan dukungan penuh terhadap program ini dan menargetkan pembukaan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026, dimulai Juli mendatang.

Menurut Nuh, saat ini tim tengah menyelesaikan penyusunan kurikulum yang dibagi menjadi tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan penguatan karakter saat siswa menjalani program asrama atau boarding.

“Persiapan fisik, mentalitas, dan akademik anak-anak akan kami gembleng. Disiplin, rasa percaya diri, kesetiakawanan, serta semangat juang mereka akan dibentuk sejak awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan sekolah, Sekolah Rakyat akan mengadopsi kurikulum nasional yang baru. Sementara pada malam hari saat siswa berada di asrama, mereka akan mendapatkan pembinaan karakter dan keterampilan hidup (life skill), termasuk keterampilan berbasis digital.

“Kita ingin menciptakan generasi multi-talenta, yang punya kecakapan teknis dan digital. Karakter cinta tanah air, kebangsaan, dan keagamaan juga akan kita tanamkan secara kuat,” tegasnya.

Nuh menegaskan, program ini bukan untuk bersaing dengan sekolah formal yang sudah ada, melainkan sebagai pelengkap. Salah satu pendekatan penting dalam rekrutmen siswa adalah menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera berdasarkan data pemerintah, termasuk desil satu, yang sudah dimiliki tim.

“Kita tidak ingin hanya mendidik anaknya saja, tetapi juga memberdayakan orang tuanya secara ekonomi. Jadi, pendidikan anak berjalan, ekonomi keluarga pun ikut tumbuh,” katanya.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di Ponorogo akan menggunakan Gedung Sentra Industri di Kelurahan Tambakbayan sebagai lokasi sementara, sambil menunggu pembangunan gedung utama. Dengan semangat gotong royong, Mohammad Nuh mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan program ini.

“Kalau kita ingin anak-anak dhuafa ini bangkit, maka kita semua harus siap. Tidak mungkin mereka siap kalau kita tidak menyiapkan mereka dengan baik,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sikapi Aksi Demo, PSHT Kubu Moerdjoko : Hormati Upaya Hukum di Pengadilan Play Button

    Sikapi Aksi Demo, PSHT Kubu Moerdjoko : Hormati Upaya Hukum di Pengadilan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun kubu Ketua Umum R. Moerdjoko melalui Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) angkat bicara menyikapi aksi demo dari PSHT kubu Ketua Umum M. Taufiq yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun pada Senin (02/02/2026). LHA PSHT Pusat Madiun menilai hak berpendapat diperbolehkan sesuai aturan Undang-Undang. […]

    Bagikan
  • Ramai Soal Warga Miskin Belum Tempati Rusunawa, Ini Tanggapan Disperkim Kota Madiun

    Ramai Soal Warga Miskin Belum Tempati Rusunawa, Ini Tanggapan Disperkim Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Beberapa hari terakhir Kota Madiun diramaikan soal warga kurang mampu yang hingga kini belum bisa menempati rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Seperti yang diharapkan oleh Nur Liken Budi Santoso (45) yang tinggal bersama istri dan empat anaknya di kontrakan sempit di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun. Meski sudah […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Bakal Sidak 47 Dapur MBG Usai Lebaran, Pengawasan Kualitas Makanan Diperketat

    Pemkab Madiun Bakal Sidak 47 Dapur MBG Usai Lebaran, Pengawasan Kualitas Makanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun berencana memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Kabupaten Madiun. Rencananya, sidak akan menyasar […]

    Bagikan
  • Musrenbang RKPD 2027 Magetan Fokus Pembangunan Berbasis Data dan Target Ekonomi 8 Persen

    Musrenbang RKPD 2027 Magetan Fokus Pembangunan Berbasis Data dan Target Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya membangun daerah secara terarah dan berkelanjutan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Forum ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah pembangunan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional dan provinsi. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menekankan pentingnya perencanaan berbasis data sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan. […]

    Bagikan
  • Sepekan Menuju Penggusuran, Ini Jeritan Warga Totog Magetan

    Sepekan Menuju Penggusuran, Ini Jeritan Warga Totog Magetan

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satu per satu jendela ditutup lebih awal di sudut Totog, Kelurahan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Suara tawa anak-anak yang biasa riuh di lorong-lorong sempit tak lagi terdengar. Hanya angin sore yang membawa sunyi, menyusup ke rumah-rumah mungil berukuran tak lebih dari 4×5 meter, tempat 18 keluarga kini menyimpan ketakutan yang sama […]

    Bagikan
  • Tak Cukup Jual Bahan Mentah, Khofifah Minta Petani Hutan Garap Hilirisasi Produk

    Tak Cukup Jual Bahan Mentah, Khofifah Minta Petani Hutan Garap Hilirisasi Produk

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan hilirisasi produk perhutanan sosial untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan yang dikelola masyarakat. Menurutnya, produk perhutanan sosial tidak cukup hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus diolah agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. Pesan itu disampaikan Khofifah saat […]

    Bagikan
expand_less