Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi Pasar Hewan Maospati Dimulai Juli, Bagaimana Nasib Warga Terdampak Pembongkaran?

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 126
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemindahan Pasar Hewan Maospati ke lokasi baru dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2025, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Pemindahan Pasar Hewan Maospati ke lokasi baru dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2025. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan memastikan bahwa proses relokasi telah melalui kajian teknis, meski sejumlah persoalan muncul terkait lahan dan pembongkaran rumah warga di sekitar area pembangunan.

Menurut Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, pemilihan lokasi baru pasar hewan dilakukan berdasarkan hasil Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Lokasi yang dipilih berada di sekitar Puskesmas Maospati.

Namun, beberapa bidang lahan yang semula direncanakan untuk pembangunan pasar diketahui berstatus sebagai Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), yang tidak dapat dialihfungsikan.

“Kami harus mencari alternatif lahan yang tidak termasuk LSD maupun LP2B agar sesuai dengan regulasi,” ujar Kiki, Selasa (17/06/2025).

Disperindag menargetkan pembangunan pasar selesai pada akhir 2025 dengan kebutuhan lahan minimal seluas 3.800 meter persegi dan anggaran sebesar Rp680 juta dari APBD Kabupaten Magetan.

Dalam waktu bersamaan, terjadi aktivitas pembongkaran sejumlah rumah warga di sisi barat Puskesmas Maospati, tepatnya di kawasan Totog. Lahan yang dihuni oleh belasan kepala keluarga tersebut diketahui merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan.

Pembongkaran dilakukan oleh pihak Kelurahan Maospati, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang belum memperoleh kepastian tempat tinggal baru maupun skema kompensasi yang jelas.

Kiki menegaskan bahwa proses pembangunan pasar hewan tidak berkaitan langsung dengan pembongkaran lahan warga tersebut.

“Kami hanya bertanggung jawab atas pembangunan pasar hewan. Sementara relokasi warga di Totog itu di luar kewenangan kami, karena berada dalam ranah Kelurahan Maospati. Lahan yang digunakan untuk pasar juga bukan yang dibongkar itu,” jelasnya.

Meskipun secara teknis proyek pasar hewan dan relokasi warga berada di bawah instansi berbeda, keterkaitan lokasi membuat persoalan ini menjadi perhatian publik. Apalagi, lahan yang menjadi tempat tinggal warga selama puluhan tahun kini ditertibkan dengan alasan pemanfaatan aset pemerintah, namun belum semua warga memahami rencana tata ruang secara utuh.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Rutin Ikuti Kajian Ba’dha Sholat Fardhu

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Rutin Ikuti Kajian Ba’dha Sholat Fardhu

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Tidak ada waktu luang yang disia-siakan Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata selama di Tanah Suci Makkah. Berbagai kegiatan pun diikuti guna mengisi waktu seperti menyimak kajian di Mushola hotel. Kajian ini rutin dilaksanakan usai waktu sholat Fardhu. Kajian ini tidak hanya diikuti jemaah Sindo Wisata, namun juga jemaah haji dari travel […]

    Bagikan
  • Cek Pos Pam Aman Suro 2025, Kapolda Jatim Tekankan Kesiapan Personel

    Cek Pos Pam Aman Suro 2025, Kapolda Jatim Tekankan Kesiapan Personel

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Operasi Aman Suro 2025, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) di Kota Madiun pada Kamis malam (26/06/2025). Salah satu titik yang dikunjungi adalah Pos Pam di kawasan Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak No.10. […]

    Bagikan
  • Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sarno (61) warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditemukan tewas di area persawahan setelah tersengat aliran listrik dari jebakan tikus. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban diduga terpeleset ketika hendak menanam padi di sawah milik warga bernama Supriyono. Menurut […]

    Bagikan
  • Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    Dinas Pendidikan Kota Madiun Bakal “Ngantor” di Lembaga Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun bakal menggelar program “Ngantor di Lapangan” sebagai bagian dari tindak lanjut program Wali Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan menyasar seluruh sekolah negeri di lingkup Kota Madiun. Program ini yang melibatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan ini ditugaskan secara bergiliran di sekolah-sekolah untuk […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran

    Kapolres Magetan Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana ceria terlihat di salah satu pusat perbelanjaan di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, saat puluhan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Insan Berseri Sukomoro diajak berbelanja kebutuhan Lebaran. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berbagi yang digelar Polres Magetan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam kegiatan bertajuk […]

    Bagikan
  • Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

    Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga telur ayam yang kini mencapai Rp28–Rp29 ribu per kilogram ternyata tidak selalu membawa kabar buruk. Di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, sejumlah warga miskin justru merasa diuntungkan. Mereka adalah penerima bantuan ayam petelur dari pemerintah daerah melalui program Taskintul atau Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pangan yang Betul. Program […]

    Bagikan
expand_less