Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi Pasar Hewan Maospati Dimulai Juli, Bagaimana Nasib Warga Terdampak Pembongkaran?

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemindahan Pasar Hewan Maospati ke lokasi baru dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2025, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Pemindahan Pasar Hewan Maospati ke lokasi baru dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2025. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan memastikan bahwa proses relokasi telah melalui kajian teknis, meski sejumlah persoalan muncul terkait lahan dan pembongkaran rumah warga di sekitar area pembangunan.

Menurut Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, pemilihan lokasi baru pasar hewan dilakukan berdasarkan hasil Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Lokasi yang dipilih berada di sekitar Puskesmas Maospati.

Namun, beberapa bidang lahan yang semula direncanakan untuk pembangunan pasar diketahui berstatus sebagai Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), yang tidak dapat dialihfungsikan.

“Kami harus mencari alternatif lahan yang tidak termasuk LSD maupun LP2B agar sesuai dengan regulasi,” ujar Kiki, Selasa (17/06/2025).

Disperindag menargetkan pembangunan pasar selesai pada akhir 2025 dengan kebutuhan lahan minimal seluas 3.800 meter persegi dan anggaran sebesar Rp680 juta dari APBD Kabupaten Magetan.

Dalam waktu bersamaan, terjadi aktivitas pembongkaran sejumlah rumah warga di sisi barat Puskesmas Maospati, tepatnya di kawasan Totog. Lahan yang dihuni oleh belasan kepala keluarga tersebut diketahui merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan.

Pembongkaran dilakukan oleh pihak Kelurahan Maospati, dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang belum memperoleh kepastian tempat tinggal baru maupun skema kompensasi yang jelas.

Kiki menegaskan bahwa proses pembangunan pasar hewan tidak berkaitan langsung dengan pembongkaran lahan warga tersebut.

“Kami hanya bertanggung jawab atas pembangunan pasar hewan. Sementara relokasi warga di Totog itu di luar kewenangan kami, karena berada dalam ranah Kelurahan Maospati. Lahan yang digunakan untuk pasar juga bukan yang dibongkar itu,” jelasnya.

Meskipun secara teknis proyek pasar hewan dan relokasi warga berada di bawah instansi berbeda, keterkaitan lokasi membuat persoalan ini menjadi perhatian publik. Apalagi, lahan yang menjadi tempat tinggal warga selama puluhan tahun kini ditertibkan dengan alasan pemanfaatan aset pemerintah, namun belum semua warga memahami rencana tata ruang secara utuh.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga PSHT Pusat Madiun Bakal Berkumpul di Padepokan Agung, Ini Agenda dan Skema Pengamanannya

    Ribuan Warga PSHT Pusat Madiun Bakal Berkumpul di Padepokan Agung, Ini Agenda dan Skema Pengamanannya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun diperkirakan akan memadati Padepokan Agung di Jalan Merak Kota Madiun dalam waktu dekat ini. Kegiatan tersebut dikemas dalam apel siaga sekaligus deklarasi dukungan loyalis terhadap kepengurusan R. Moerjoko sebagai Ketua Umum PSHT Pusat Madiun. Rencana kegiatan ini mengemuka dalam rapat koordinasi […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Trik Perampok Minimarket di Magetan Saat Kabur dari Kejaran

    Polisi Ungkap Trik Perampok Minimarket di Magetan Saat Kabur dari Kejaran

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan minimarket yang terjadi di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, awal September lalu mulai terkuak. Dari empat pelaku, dua di antaranya berhasil dibekuk tim gabungan Resmob Polres Magetan bersama Jatanras Polda Jatim. Penangkapan ini sekaligus membuka fakta baru tentang cara para pelaku berusaha mengelabuhi polisi. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Bagikan 700 Takjil Gratis untuk Penumpang KA Jarak Jauh Selama Lebaran 2026

    KAI Daop 7 Madiun Bagikan 700 Takjil Gratis untuk Penumpang KA Jarak Jauh Selama Lebaran 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyiapkan ratusan paket takjil gratis bagi penumpang kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Lebaran 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan yang menjalankan ibadah puasa saat berada di stasiun. Pembagian takjil diberikan kepada pelanggan yang telah melakukan boarding dan […]

    Bagikan
  • Kapolres Madiun Kota Himbau Karnaval HUT ke-80 RI Patuhi Batasan Penggunaan Sound System

    Kapolres Madiun Kota Himbau Karnaval HUT ke-80 RI Patuhi Batasan Penggunaan Sound System

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Banyak event atau karnaval yang memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak jarang perayaan itu menggunakan sound berukuran besar atau biasa dikenal masyarakat sound horeg. Menyikapi hal itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengimbau masyarakat dan panitia karnaval untuk memahami batasan sound system selama kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan karnaval […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    Sungai di Magetan Berubah Jadi Tempat Pembuangan Sampah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tumpukan plastik, botol bekas, popok bayi hingga sisa makanan kini menghiasi aliran sungai yang membelah Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Air yang seharusnya jernih berubah keruh, memunculkan bau menyengat yang kian meresahkan warga. Di beberapa titik, sampah bercampur dengan tanaman liar membentuk gundukan besar. Kondisi tersebut membuat […]

    Bagikan
  • Diduga Penyakit Bawaan Kambuh, Pencari Rumput Tewas di Waduk Pondok Ngawi

    Diduga Penyakit Bawaan Kambuh, Pencari Rumput Tewas di Waduk Pondok Ngawi

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Seorang pencari rumput, Talam (63), warga Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi, ditemukan tewas setelah terjatuh ke dalam Waduk Pondok pada Senin siang 6/1/2025. Kematian korban diduga disebabkan oleh kambuhnya penyakit bawaan yang dideritanya. Menurut Waidi (52), tetangga korban, kejadian bermula ketika Talam, bersama istrinya dan seorang tetangga lainnya, pergi mencari rumput dengan […]

    Bagikan
expand_less