Berita Terkini
Trending Tags

Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 51
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peserta MPLS saat menata baju di kamar asrama, Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo belum mencapai kuota maksimal meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai. Dari total target 125 siswa, baru 119 anak yang tercatat aktif mengikuti MPLS hari pertama, Jumat (01/08/2025).

Menurut Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, beberapa siswa dari jenjang SD dan SMP diketahui mengundurkan diri di hari-hari awal sebelum MPLS dimulai. Alasan utamanya adalah orang tua belum sepenuhnya siap melepas anak-anak mereka untuk tinggal di asrama.

“Saat ini jumlah siswa kami baru 119. Untuk jenjang SD masih kurang empat, dan SMP kurang dua. Beberapa siswa memang mundur karena pertimbangan keluarga, terutama dari pihak orang tua yang belum rela,” ujar Devit.

Sekolah Rakyat Ponorogo menampung peserta didik dari jenjang SD hingga SMA dengan sistem asrama dan pembelajaran gratis. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan formal karena kendala biaya.

Devit menambahkan, pihak sekolah masih membuka peluang bagi siswa baru untuk menyusul mengisi kekosongan kuota. Bahkan saat MPLS berlangsung, masih ada siswa baru yang datang dan langsung dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan asrama.

“Kami tetap membuka kesempatan selama kuota belum terpenuhi. Ada siswa yang baru masuk, termasuk yang putus sekolah di kelas 5 atau 6, dan ada pula yang dari awal tidak pernah sekolah karena kondisi ekonomi,” jelasnya.

Untuk mendukung proses adaptasi siswa, terutama yang berasal dari jenjang SD, pihak sekolah menerapkan sistem pengasuhan yang intensif. Satu pengasuh mendampingi sekitar 5 hingga 10 siswa di asrama, dan pendekatan dilakukan secara personal mengingat banyak anak yang masih mengalami homesick.

“Kami menyentuh mereka secara perlahan, mengambil hati mereka terlebih dahulu sebelum masuk ke disiplin dan rutinitas belajar,” pungkas Devit.

Dengan MPLS yang dirancang selama dua pekan penuh, Sekolah Rakyat Ponorogo berharap seluruh siswa dapat menyesuaikan diri dan membentuk kemandirian sebelum memulai pembelajaran formal di kelas.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sugeng Riyanto (49), seorang pemulung asal Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyentuh. Kamis (11/09/2025) pagi, ia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. Suparman (65), tetangga yang pertama kali mendengar suara keras sekitar pukul 09.30 WIB, masih […]

    Bagikan
  • Siswa SMA Negeri 2 Madiun Raih Juara 2 Lomba Sains Internasional dengan Inovasi Alat Purifier Tenaga Pijakan dan Surya

    Siswa SMA Negeri 2 Madiun Raih Juara 2 Lomba Sains Internasional dengan Inovasi Alat Purifier Tenaga Pijakan dan Surya

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Kota Madiun di tingkat Internasional. Tiga siswa SMA Negeri 2 Madiun, yakni Muhammad Wilman Hakim, Raditya Mierza Pandudewata, dan Joanna Callysta Meidy, berhasil meraih juara 2 dalam lomba sains tingkat Internasional melalui karya inovatif berupa alat purifier multifungsi bertenaga pijakan dan panel surya. Dalam kompetisi yang […]

    Bagikan
  • Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan

    Warga Kaibon Digemparkan Temuan Mortir di Gudang Rongsokan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Warga Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dibuat kaget dengan adanya temuan benda mirip mortir di sebuah gudang rongsokan, Rabu (8/4/2026). Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik gudang, Muji Rahayu, saat membersihkan lokasi usahanya yang telah lama belasan tahun dikelola. Muji mengaku, mortir itu ditemukan ketika dirinya mengangkat sebuah karung […]

    Bagikan
  • Lagi, Kota Madiun Boyong Penghargaan ProKlim 2025

    Lagi, Kota Madiun Boyong Penghargaan ProKlim 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Awal Desember 2025, Kota Madiun memborong penghargaan tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, 3 RW di Kota Pecel mendapatkan penghargaan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) tahun 2025. Lebih dari itu, Wali Kota Madiun Maidi juga mendapatkan apresiasi pembina ProKlim. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di […]

    Bagikan
  • Kasus Pencurian Karung Bawang di Pasar Sayur Dolopo Berakhir Restorativ Justice

    Kasus Pencurian Karung Bawang di Pasar Sayur Dolopo Berakhir Restorativ Justice

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aksi pencurian karung berisi bawang merah seberat 50 kilogram di Pasar Sayur Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, terekam kamera pengawas. Kejadian berlangsung pada Selasa (05/08/2025) sore, dan kini telah ditangani oleh Polsek Dolopo. Pelaku diketahui membuka tumpukan karung yang tertutup terpal di kios milik Warsi. Dalam rekaman CCTV berdurasi 41 […]

    Bagikan
  • Pasar Hewan Parang Bakal Direlokasi, Terdampak Pengembangan Sirkuit Parang

    Pasar Hewan Parang Bakal Direlokasi, Terdampak Pengembangan Sirkuit Parang

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mengkaji rencana relokasi Pasar Hewan Parang yang saat ini berada di sisi area Sirkuit Parang. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, bersama dinas terkait, melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (03/06/2025) untuk menentukan lokasi baru yang paling tepat dan strategis. “Kenapa perlu dipindah? Karena lokasinya saat ini berada […]

    Bagikan
expand_less