Berita Terkini
Trending Tags

Dana Desa 2026 Turun Drastis, Pembangunan Desa di Magetan Terancam Tertunda

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anggaran Dana Desa turun, pembangunan desa di Magetan terancam tersendat. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pengalihan fokus penggunaan Dana Desa tahun 2026 untuk mendukung program prioritas nasional berdampak signifikan bagi pemerintah desa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Para kepala desa mengaku prihatin lantaran besaran anggaran yang diterima menurun tajam, sehingga berpotensi menghambat pembangunan, khususnya infrastruktur.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan, total pagu Dana Desa tahun 2026 untuk 207 desa hanya sebesar Rp65,19 miliar. Angka ini turun drastis dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp188,32 miliar.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Magetan, Tatak Pantjono Utomo, mengatakan penurunan tersebut berdampak langsung pada pelaksanaan program pembangunan desa yang sebelumnya telah direncanakan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Dengan kondisi ini tentu kami prihatin. Program pembangunan, terutama perbaikan jalan desa yang sudah direncanakan, banyak yang tidak bisa direalisasikan. Mau tidak mau, kami harus mengandalkan swadaya dan gotong royong masyarakat agar kerusakan tidak semakin parah,” ujarnya.

Selain berdampak pada pembangunan fisik, re-alokasi Dana Desa untuk program nasional seperti pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga berimbas pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Jumlah penerima manfaat mengalami penurunan cukup signifikan.

“Kalau tahun lalu masih bisa mengalokasikan sekitar 10 penerima BLT per desa, sekarang hanya 4 sampai 5 orang saja. Kami sudah lakukan verifikasi ketat agar bantuan tepat sasaran, dan masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi ini,” jelas Tatak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Pembangunan Desa DPMD Magetan, Titik Karyawati, menjelaskan bahwa hingga saat ini penyaluran Dana Desa tahap pertama telah terealisasi sebesar Rp35,14 miliar kepada 207 desa.

“Rata-rata setiap desa tahun ini menerima antara Rp250 juta hingga Rp375 juta per tahun. Jumlah tersebut memang menurun dibanding tahun sebelumnya yang berkisar Rp600 juta hingga Rp1,4 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sisa anggaran sebesar Rp30,04 miliar atau sekitar 46,09 persen akan disalurkan pada tahap kedua sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Kepala DPMD Magetan, Parminto Budi Utomo, menilai kondisi ini memaksa pemerintah desa untuk lebih kreatif dalam menggali sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) guna menjaga keberlangsungan pembangunan.

“Kami mendorong desa untuk mencari sumber pendapatan lain, salah satunya melalui BUMDes. Ada desa yang PAD-nya cukup baik, sehingga masih mampu bertahan,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Magetan, lanjut Budi, juga akan mengambil langkah untuk meringankan beban desa dengan mengalokasikan anggaran dari APBD. Sejumlah program lintas dinas direncanakan akan diarahkan ke desa, termasuk bantuan infrastruktur.

“Misalnya bantuan aspal dari dinas PU untuk jalan desa, serta program guyub rukun yang bisa mendorong gotong royong masyarakat. Kami juga masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kebijakan ini,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tren masyarakat membeli alat bantu dengar secara daring semakin marak. Banyak yang berharap solusi instan untuk gangguan pendengaran dengan membeli alat tersebut melalui marketplace, bahkan dengan harga tinggi. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko besar jika dilakukan tanpa konsultasi tenaga medis. Hal ini ditegaskan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL […]

    Bagikan
  • Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan 1.061 KDKMP di Nganjuk

    Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan 1.061 KDKMP di Nganjuk

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), dengan dua agenda utama, yakni peresmian Museum Marsinah dan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Peresmian Museum Marsinah dilakukan di Desa Ngludo, Kecamatan Sukomoro. Museum tersebut dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak pekerja sekaligus mengenang Marsinah sebagai tokoh perjuangan buruh […]

    Bagikan
  • DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim

    DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun menggelar Ngaji Politik Kebangsaan sekaligus tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 kepada tiga tokoh besar bangsa yakni K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Marsinah. Acara berlangsung di kantor DPC PKB Kabupaten Madiun, Kamis (13/11/2025), dan […]

    Bagikan
  • Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah batu raksasa dengan diameter sekitar 4 meter jatuh akibat longsor dan menghancurkan rumah milik Narto warga di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (22/2/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Rumah dan kios milik Narto (50) […]

    Bagikan
  • Bikin Panik, Rumah di Margobawero Kejatuhan Balon Udara

    Bikin Panik, Rumah di Margobawero Kejatuhan Balon Udara

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga di Jalan Margobawero XII Kelurahan Mojorejo Kecamatan Taman Kota Madiun mendadak gempar pada Minggu (06/04/2025) pagi. Pasalnya, sebuah balon udara jatuh di rumah nomor 15 milik Arifin warga RT 20 RW 5 Kelurahan Mojorejo. Apalagi, kondisi balon udara nampak masih mengeluarkan asap. “Saya kan tadi keluar, tahu-tahu dikabari tetangga […]

    Bagikan
  • Dinsos PPPA Kota Madiun Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

    Dinsos PPPA Kota Madiun Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP-PA) Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seperti dalam sosialisasi yang difokuskan kepada para pelajar dengan tema utama pencegahan bullying pada Kamis (13/11/2025) di aula UPTD PP-PA Jalan Srindit Kota Madiun. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kanit PPA […]

    Bagikan
expand_less