Clash of Champion 2026 Siap Guncang Kota Madiun, Petinju Jatim hingga Jogja Bakal Bertarung
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 112
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Madiun bersiap menggelar Clash of Champion 2026 Open Tournament Piala Wali Kota Madiun pada 16–18 Juli 2026. Kejuaraan tinju tersebut akan menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Madiun ke-108. Direncanakan event olahraga itu digelar di kawasan Alun-Alun Kota Madiun dengan konsep pertandingan luar ruang (outdoor).
Rencana pelaksanaan turnamen tersebut dibahas dalam audiensi antara jajaran Pertina Kota Madiun dan Plt Wali Kota Madiun, Selasa (9/6/2026).
Ketua Pertina Kota Madiun, Dimas Triambodo, mengatakan pihaknya telah mematangkan berbagai persiapan penyelenggaraan. Audiensi dilakukan untuk memperoleh arahan dan dukungan dari pemerintah daerah menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Audiensi ini diharapkan kita mendapat petunjuk dan saran. Karena acara akan diadakan pada 16 sampai 18 Juli dalam rangka memeriahkan HUT Kota Madiun dengan tema Clash of Champion Open Tournament Piala Wali Kota. Persiapan insyaallah sudah menuju matang, tinggal koordinasi teknis pelaksanaan,” ujarnya.
Dimas menjelaskan, turnamen bersifat terbuka dengan sasaran peserta utama dari wilayah Karesidenan di Jawa Timur. Namun, panitia juga berencana mengundang sejumlah atlet dari daerah lain seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta untuk menambah daya saing kompetisi.
“Pesertanya dari wilayah Karesidenan Jawa Timur. Kami juga tidak menutup kemungkinan mengundang peserta dari Semarang, Solo, dan Jogja, meski fokus utama tetap Jawa Timur,” katanya.
Dalam kejuaraan tersebut akan dipertandingkan sejumlah kategori, mulai dari kelas junior, youth, hingga elite. Selain pertandingan kejuaraan yang menggunakan sistem babak penyisihan hingga final, panitia juga menyiapkan laga eksibisi.
Menurut Dimas, penyelenggaraan Clash of Champion 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet tinju Kota Madiun menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan.
“Event ini diharapkan dapat mendongkrak pembinaan yang sudah berjalan. Selain memeriahkan HUT Kota Madiun, ini juga menjadi pemanasan menuju Porprov. Harapannya Madiun tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi bisa meraih prestasi terbaik bahkan menjadi juara umum,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mendukung konsep penyelenggaraan turnamen di ruang terbuka. Menurutnya, kegiatan olahraga bela diri yang digelar di pusat keramaian akan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik acara.
“Saya punya konsep bahwa kegiatan cabang olahraga yang berbau fighting diarahkan di alun-alun. Kita harus mempunyai diferensiasi penyelenggaraan kegiatan, salah satunya dengan konsep outdoor,” ujarnya.
Bagus menilai konsep tersebut memungkinkan masyarakat menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa biaya sehingga dapat meningkatkan antusiasme publik terhadap olahraga tinju.
Selain itu, ia menekankan bahwa setiap kegiatan pemerintah maupun organisasi olahraga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
“Manfaatnya harus langsung dirasakan masyarakat. PKL di alun-alun, sektor parkir, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi bisa terdampak positif. Apalagi kegiatan ini menjadi yang pertama digelar secara outdoor di wilayah Karesidenan Madiun sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” katanya.
Dengan konsep pertandingan terbuka di jantung kota, Clash of Champion 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung kompetisi atlet tinju. Namun juga mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal serta memperkuat citra Kota Madiun sebagai tuan rumah berbagai event olahraga berskala regional hingga nasional. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





