Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Harga Ayam di Pasar Sayur Magetan Naik, Penjualan Berkurang hingga 50 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga ayam di Pasar Sayur Magetan mencapai Rp38 ribu per kilogram. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Harga daging ayam ras di Pasar Sayur Magetan, Jawa Timur, kembali berada di kisaran Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Kenaikan tersebut mulai dirasakan pedagang dan pembeli, bahkan berdampak pada penurunan volume transaksi.

Pedagang menyebut harga ayam saat ini lebih tinggi dibanding kondisi normal yang berada di kisaran Rp30.000-Rp32.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Pedagang daging ayam, Usawatun Kasanah, mengatakan harga ayam sebelumnya sempat berada di kisaran Rp32.000 per kilogram setelah turun dari sekitar Rp40.000. Namun, dalam sebulan terakhir harga kembali bergerak naik hingga Rp38.000 per kilogram.

“Normalnya Rp30.000 sampai Rp32.000. Kalau sekarang Rp38.000. Kalau harga terlalu tinggi, masyarakat memilih membeli kebutuhan lain, seperti telur,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, kenaikan harga tersebut turut berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Penurunan penjualan diperkirakan mencapai 50 persen. Jika sebelumnya mampu menjual sekitar 100 ekor ayam per hari, kini jumlahnya hanya sekitar 50 hingga 75 ekor.

Padahal, dari sisi pasokan, ketersediaan ayam disebut masih aman. Pedagang masih dapat memperoleh ayam sesuai kebutuhan. Namun, karena permintaan melemah, jumlah ayam yang dipotong ikut dikurangi agar tidak menimbulkan kerugian akibat barang tidak terserap pasar.

Image Not Found
Penjualan ayam di Pasar Sayur Magetan turun hingga 50 persen. Foto : Kus-Sinergia

“Pasokan sebenarnya aman. Mau minta berapa pun bisa. Tetapi pembelinya lesu, akhirnya kami menyembelih lebih sedikit,” katanya.

Pedagang lainnya, Narti, menyebut harga ayam di lapaknya saat ini berkisar Rp37.000-Rp38.000 per kilogram. Sebelumnya, harga berada di kisaran Rp30.000-Rp32.000.

Ia mengatakan kenaikan dipengaruhi harga ayam dari peternak serta biaya produksi, termasuk pakan. Harga ayam hidup dari kandang juga disebut mengalami kenaikan.

Dampaknya, pembelian masyarakat berkurang sekitar 30 hingga 40 persen. Volume ayam yang biasanya dipotong sekitar 150 ekor per hari kini turun menjadi sekitar 100 hingga 125 ekor.

“Pembelian berkurang sekitar 30 sampai 40 persen. Kalau sekarang biasanya potong 150 ekor, tinggal 100 sampai 125 ekor,” ujarnya.

Menurut Narti, harga ideal bagi pedagang sekaligus konsumen berada di sekitar Rp35.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih memungkinkan peternak, pedagang, dan konsumen sama-sama menjalankan aktivitas jual beli.

“Harapannya harga stabil saja. Tidak perlu terlalu rendah, sekitar Rp35.000 agar peternak, pedagang, dan pembeli sama-sama bisa jalan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pembeli, Asih Sri Daryati. Ia mengaku keberatan dengan harga ayam yang kini mencapai Rp38.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian untuk kebutuhan keluarga.

Jika sebelumnya membeli sekitar setengah kilogram untuk anak dan cucunya, kini ia hanya membeli seperempat kilogram. Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ayam, tetapi juga sejumlah kebutuhan pangan lainnya, termasuk cabai dan sayuran.

“Kalau masyarakat seperti saya tentu keberatan. Seharusnya sekitar Rp28.000 sampai Rp30.000 supaya masyarakat bisa membeli dan menikmati daging ayam,” ujarnya.

Asih mengatakan kenaikan harga berbagai kebutuhan pangan semakin terasa bagi masyarakat berpenghasilan terbatas. Karena itu, ia memilih mengurangi pembelian bahan pangan tertentu agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

“Biasanya untuk anak dan cucu saya beli setengah kilo, sekarang seperempat saja. Yang penting anak dan cucu dapat, kalau yang tua-tua cukup dengan sambal,” katanya.

Pedagang berharap harga ayam segera kembali stabil pada level yang dapat diterima pasar. Harga yang terlalu tinggi dikhawatirkan semakin menekan permintaan, sementara pedagang juga harus menyesuaikan jumlah stok dan pemotongan agar tidak mengalami kerugian. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memanfaatkan bahan-bahan rongsokan dari bekas suku cadang mobil yang kondisinya rusak berat, Denpal V/1 Madiun di jajaran Korem 081/DSJ berhasil menciptakan mesin pencacah pakan ternak berkemampuan tinggi. Saat diuji coba langsung kepada para peternak di Madiun, kemampuan mesin itu diakui mampu menghancurkan berbagai limbah pertanian untuk pakan ternak. Bahkan mencacah […]

    Bagikan
  • Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Ponorogo, Ribuan Prajurit Mulai Masuk Juli 2026

    Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Ponorogo, Ribuan Prajurit Mulai Masuk Juli 2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan pembangunan markas satuan baru TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam V/Brawijaya. Total […]

    Bagikan
  • Ini Alur Jemaah Dalam Menghadapi Puncak Haji di Armuzna

    Ini Alur Jemaah Dalam Menghadapi Puncak Haji di Armuzna

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata bersama jemaah lainnya akan segera menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Skema pergerakan jemaah haji Indonesia pun kian dimatangkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pergerakan jemaah ke Armuzna akan melibatkan pengelompokan berdasar syarikah dan markaz. Terkait hal itu, Jemaah Haji […]

    Bagikan
  • Hadapi Tes Masuk Abdi Negara, Program ‘Gerbang Mas’ Diluncurkan

    Hadapi Tes Masuk Abdi Negara, Program ‘Gerbang Mas’ Diluncurkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kaimana – Polsek Kota Kaimana, Provinsi Papua Barat, baru baru ini meluncurkan sebuah program untuk pendampingan bagi anak muda yang pingin menjadi abdi negara. Program ini bertajuk Gerakan Bimbingan Anak Bangsa Untuk Menggapai Sukses (Gerbang Mas). “Program sudah berjalan sebagai pendekatan humanis pada anak muda atau masyarakat di lingkungan Kaimana. Skema bimbingan bisa […]

    Bagikan
  • Warga Perum Marison Madiun Sambut Maulid Nabi dengan Pawai Taaruf dan Sholawatan

    Warga Perum Marison Madiun Sambut Maulid Nabi dengan Pawai Taaruf dan Sholawatan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Suasana religius menyelimuti Perumahan Marison 1, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (24/8/2026) malam. Ratusan warga antusias mengikuti Pawai Taaruf dan Sholawatan untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut digelar menjelang 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai momentum memperingati kelahiran Nabi […]

    Bagikan
  • Tingkatkan SDM, Wali Kota Maidi Dorong ASN Kuliah S2 hingga Doktor

    Tingkatkan SDM, Wali Kota Maidi Dorong ASN Kuliah S2 hingga Doktor

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun menjadi salah satu fokus Wali Kota Madiun, Maidi. Kebijakan itu sejalan dengan visi yang diusungnya serta bagian dari Kota Madiun sebagai Smart City. Untuk itu, Maidi menekankan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Madiun bisa kuliah hingga […]

    Bagikan
expand_less