Berita Terkini
Trending Tags

Harga Ayam di Pasar Sayur Magetan Naik, Penjualan Berkurang hingga 50 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga ayam di Pasar Sayur Magetan mencapai Rp38 ribu per kilogram. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Harga daging ayam ras di Pasar Sayur Magetan, Jawa Timur, kembali berada di kisaran Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Kenaikan tersebut mulai dirasakan pedagang dan pembeli, bahkan berdampak pada penurunan volume transaksi.

Pedagang menyebut harga ayam saat ini lebih tinggi dibanding kondisi normal yang berada di kisaran Rp30.000-Rp32.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Pedagang daging ayam, Usawatun Kasanah, mengatakan harga ayam sebelumnya sempat berada di kisaran Rp32.000 per kilogram setelah turun dari sekitar Rp40.000. Namun, dalam sebulan terakhir harga kembali bergerak naik hingga Rp38.000 per kilogram.

“Normalnya Rp30.000 sampai Rp32.000. Kalau sekarang Rp38.000. Kalau harga terlalu tinggi, masyarakat memilih membeli kebutuhan lain, seperti telur,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, kenaikan harga tersebut turut berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Penurunan penjualan diperkirakan mencapai 50 persen. Jika sebelumnya mampu menjual sekitar 100 ekor ayam per hari, kini jumlahnya hanya sekitar 50 hingga 75 ekor.

Padahal, dari sisi pasokan, ketersediaan ayam disebut masih aman. Pedagang masih dapat memperoleh ayam sesuai kebutuhan. Namun, karena permintaan melemah, jumlah ayam yang dipotong ikut dikurangi agar tidak menimbulkan kerugian akibat barang tidak terserap pasar.

Image Not Found
Penjualan ayam di Pasar Sayur Magetan turun hingga 50 persen. Foto : Kus-Sinergia

“Pasokan sebenarnya aman. Mau minta berapa pun bisa. Tetapi pembelinya lesu, akhirnya kami menyembelih lebih sedikit,” katanya.

Pedagang lainnya, Narti, menyebut harga ayam di lapaknya saat ini berkisar Rp37.000-Rp38.000 per kilogram. Sebelumnya, harga berada di kisaran Rp30.000-Rp32.000.

Ia mengatakan kenaikan dipengaruhi harga ayam dari peternak serta biaya produksi, termasuk pakan. Harga ayam hidup dari kandang juga disebut mengalami kenaikan.

Dampaknya, pembelian masyarakat berkurang sekitar 30 hingga 40 persen. Volume ayam yang biasanya dipotong sekitar 150 ekor per hari kini turun menjadi sekitar 100 hingga 125 ekor.

“Pembelian berkurang sekitar 30 sampai 40 persen. Kalau sekarang biasanya potong 150 ekor, tinggal 100 sampai 125 ekor,” ujarnya.

Menurut Narti, harga ideal bagi pedagang sekaligus konsumen berada di sekitar Rp35.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih memungkinkan peternak, pedagang, dan konsumen sama-sama menjalankan aktivitas jual beli.

“Harapannya harga stabil saja. Tidak perlu terlalu rendah, sekitar Rp35.000 agar peternak, pedagang, dan pembeli sama-sama bisa jalan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pembeli, Asih Sri Daryati. Ia mengaku keberatan dengan harga ayam yang kini mencapai Rp38.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian untuk kebutuhan keluarga.

Jika sebelumnya membeli sekitar setengah kilogram untuk anak dan cucunya, kini ia hanya membeli seperempat kilogram. Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ayam, tetapi juga sejumlah kebutuhan pangan lainnya, termasuk cabai dan sayuran.

“Kalau masyarakat seperti saya tentu keberatan. Seharusnya sekitar Rp28.000 sampai Rp30.000 supaya masyarakat bisa membeli dan menikmati daging ayam,” ujarnya.

Asih mengatakan kenaikan harga berbagai kebutuhan pangan semakin terasa bagi masyarakat berpenghasilan terbatas. Karena itu, ia memilih mengurangi pembelian bahan pangan tertentu agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

“Biasanya untuk anak dan cucu saya beli setengah kilo, sekarang seperempat saja. Yang penting anak dan cucu dapat, kalau yang tua-tua cukup dengan sambal,” katanya.

Pedagang berharap harga ayam segera kembali stabil pada level yang dapat diterima pasar. Harga yang terlalu tinggi dikhawatirkan semakin menekan permintaan, sementara pedagang juga harus menyesuaikan jumlah stok dan pemotongan agar tidak mengalami kerugian. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi melakukan pemasangan barikade sampah di aliran sungai kawasan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Aksi yang dilakuka ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari […]

    Bagikan
  • Tersangka Curanmor Kabur Saat Rekonstruksi, Ditangkap Lagi Sembunyi di Kebun Tebu

    Tersangka Curanmor Kabur Saat Rekonstruksi, Ditangkap Lagi Sembunyi di Kebun Tebu

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kabur saat proses rekonstruksi yang digelar oleh Polres Magetan. Namun, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Dalam waktu kurang dari tiga jam, pelaku berhasil ditangkap kembali oleh petugas gabungan, dibantu informasi dari warga. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan, pelaku melarikan diri […]

    Bagikan
  • 10.000 Lebih Peserta Jalani Seleksi PPPK Tahap 2 di Kota Madiun 

    10.000 Lebih Peserta Jalani Seleksi PPPK Tahap 2 di Kota Madiun 

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 digelar mulai hari ini hingga 18 Mei 2025. Asrama Haji Kota Madiun kembali ditunjuk sebagai titik lokasi pelaksanaan ujian untuk wilayah Madiun dan sekitarnya. Kepala BKPSDM Kota Madiun, Harris Rahmanudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi kali ini mencakup peserta dari berbagai […]

    Bagikan
  • Kerusakan Gedung DPRD Kota Madiun Mulai Diperbaiki, Walikota : Jangan Mudah Terprovokasi

    Kerusakan Gedung DPRD Kota Madiun Mulai Diperbaiki, Walikota : Jangan Mudah Terprovokasi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa jalannya pemerintahan harus tetap berlanjut meski Gedung DPRD mengalami kerusakan akibat kericuhan beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil setelah Maidi bersama Ketua DPRD Kota Madiun dan Kapolres Madiun Kota meninjau langsung kondisi gedung DPRD. Tidak hanya melakukan pengecekan, Maidi juga turut memulai pengecatan pada […]

    Bagikan
  • Ribuan Guru Somasi Gubernur Jatim, Tolak Mutasi Sepihak Eks-Kepala SMKN 1 Ponorogo

    Ribuan Guru Somasi Gubernur Jatim, Tolak Mutasi Sepihak Eks-Kepala SMKN 1 Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sedikitnya 2.000 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo menggelar aksi long march, Selasa (30/12/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas mutasi Kepala SMKN 1 Ponorogo, Katenan, yang dinilai dilakukan secara sepihak dan menabrak aturan. Ribuan guru berjalan kaki dari Gedung Terpadu menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa […]

    Bagikan
  • Relawan MBG Banyudono Dirumahkan, Kebijakan Berseberangan dengan Arahan BGN

    Relawan MBG Banyudono Dirumahkan, Kebijakan Berseberangan dengan Arahan BGN

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang menjadi pendorong ekonomi warga sekaligus pemenuhan gizi siswa sekolah, kini menyisakan persoalan baru di Kabupaten Magetan. Sebanyak 11 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, harus berhenti bekerja setelah hanya sepekan bertugas di dapur gizi yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala […]

    Bagikan
expand_less