Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

Harga Telur di Pasar Ngawi Melonjak Jadi Rp27 Ribu per Kilogram, Ini Keluhan Pedagang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga telur di Pasar Besar Ngawi tembus Rp27 ribu per kg. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Di Pasar Besar Ngawi, harga telur yang sebelumnya dijual sekitar Rp20.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp27.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Para pedagang menilai meningkatnya kebutuhan telur untuk mendukung program tersebut ikut mendorong naiknya harga di tingkat pasar.

Tak hanya telur ayam, harga daging ayam potong juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp29.000 per kilogram, kini dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi naik dari Rp125.000 menjadi Rp130.000 per kilogram.

Image Not Found
Harga daging ayam ikut naik, daya beli warga menurun. Foto : Kus-Sinergia

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, harga sebagian besar sayuran relatif stabil. Hanya mentimun yang ikut mengalami lonjakan harga, dari Rp14.000 menjadi Rp21.000 per kilogram.

Susilowati, salah seorang pedagang di Pasar Besar Ngawi, mengatakan kenaikan harga telur sudah berlangsung sekitar satu pekan. Menurutnya, selain mentimun dan telur, harga cabai masih relatif stabil. Namun, naiknya harga kebutuhan pokok justru berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.

“Cabai masih stabil. Yang naik mentimun dan telur. Telur dari Rp20 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram. Sudah sekitar sepekan ini, dan pasar jadi sepi,” ujar Susilowati.

Kondisi serupa dirasakan Endang Lestari, penjual daging ayam. Ia mengungkapkan kenaikan harga membuat daya beli masyarakat melemah. Jika sebelumnya mampu menjual sekitar 20 ekor ayam per hari, kini penjualannya turun hingga hanya sekitar 10 ekor.

“Daging ayam juga naik, dari Rp29 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Pasar jadi sepi, sekarang kami hanya mampu menjual sekitar 10 ekor ayam setiap hari,” kata Endang.

Turunnya aktivitas transaksi di pasar menjadi kekhawatiran para pedagang. Mereka berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil agar daya beli masyarakat pulih dan aktivitas perdagangan kembali bergairah.

Sementara itu, untuk komoditas lainnya, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram. Cabai merah keriting dijual Rp35.000 per kilogram, sedangkan tomat masih stabil di harga Rp8.000 per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga saat ini lebih banyak terjadi pada komoditas sumber protein hewani dibandingkan sayuran. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Madiun Running Fest 2026 Diikuti 1.500 Peserta dari 79 Kota, Bakal Digelar Lagi di 2027

    KAI Madiun Running Fest 2026 Diikuti 1.500 Peserta dari 79 Kota, Bakal Digelar Lagi di 2027

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — KAI Madiun Running Fest (KAI MRF) 2026 sukses digelar di Halaman GOR Wilis Kota Madiun, Minggu (13/9/2026). Event lari yang diselenggarakan Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (IKASDA) Madiun tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari 14 provinsi dan 79 kota/kabupaten di Indonesia. KAI MRF 2026 mengusung tagline “Sweat, Safe and Sustain” […]

    Bagikan
  • Erlangga Pribadi: Marhaen Kini Bukan Lagi Petani, tetapi Pekerja Digital yang Tereksploitasi

    Erlangga Pribadi: Marhaen Kini Bukan Lagi Petani, tetapi Pekerja Digital yang Tereksploitasi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konsep Marhaen yang diperkenalkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman. Bedanya, jika pada masa kolonial Marhaen digambarkan sebagai petani kecil yang memiliki alat produksi tetapi tetap hidup dalam kemiskinan, kini sosok tersebut hadir dalam wajah baru: pekerja ekonomi digital yang tetap terjebak dalam ketidakpastian hidup. […]

    Bagikan
  • Ular Piton 5 Meter Hebohkan Warga Magetan, Terlihat Melilit di Atas Pohon Lamtoro

    Ular Piton 5 Meter Hebohkan Warga Magetan, Terlihat Melilit di Atas Pohon Lamtoro

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Plosotinil, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dibuat heboh dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar yang tampak melilit dan diam di atas pohon lamtoro, tepat di area rumpun bambu dekat aliran sungai. Ular tersebut pertama kali terlihat oleh pengguna jalan yang melintas. Saat diperhatikan dari bawah, perut piton tampak membesar, […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Amankan Gerombolan Pemuda Yang Berbuat Onar, Beberapa Tersangka di Bawah Umur

    Polres Magetan Amankan Gerombolan Pemuda Yang Berbuat Onar, Beberapa Tersangka di Bawah Umur

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 183
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Aksi gerombolan pemuda misterius dibongkar Tim buser dari Polres Magetan. Hasilnya, para pelaku pengeroyokan terhadap dua pemuda, ditetapkan tersangka bahkan ada yang masih dibawah umur. Kapolres Magetan AKBP Satria Permana menuturkan, peristiwa pertama terjadi pada Jumat malam (20/12/2024) sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Raya Lembeyan Kawedanan, masuk Desa Lembeyan Kulon. Dalam […]

    Bagikan
  • APBD Magetan 2025 Surplus, Sisakan SILPA Rp135 Miliar

    APBD Magetan 2025 Surplus, Sisakan SILPA Rp135 Miliar

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian surplus anggaran dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang cukup besar. Dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,07 triliun, sementara realisasi belanja dan transfer tercatat sebesar Rp2,04 triliun. Dari capaian tersebut, […]

    Bagikan
  • Fery Sudarsono Kembali Pimpin DPC PDIP Kabupaten Madiun Periode 2025–2030

    Fery Sudarsono Kembali Pimpin DPC PDIP Kabupaten Madiun Periode 2025–2030

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi menetapkan Fery Sudarsono sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Madiun untuk masa bakti 2025–2030. Penetapan tersebut dibacakan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Sadarestuwati, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Surabaya, Minggu (21/12/2025). Sadarestuwati menyampaikan keputusan itu merupakan […]

    Bagikan
expand_less