Harga Telur di Pasar Ngawi Melonjak Jadi Rp27 Ribu per Kilogram, Ini Keluhan Pedagang
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Di Pasar Besar Ngawi, harga telur yang sebelumnya dijual sekitar Rp20.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp27.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Para pedagang menilai meningkatnya kebutuhan telur untuk mendukung program tersebut ikut mendorong naiknya harga di tingkat pasar.
Tak hanya telur ayam, harga daging ayam potong juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp29.000 per kilogram, kini dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi naik dari Rp125.000 menjadi Rp130.000 per kilogram.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, harga sebagian besar sayuran relatif stabil. Hanya mentimun yang ikut mengalami lonjakan harga, dari Rp14.000 menjadi Rp21.000 per kilogram.
Susilowati, salah seorang pedagang di Pasar Besar Ngawi, mengatakan kenaikan harga telur sudah berlangsung sekitar satu pekan. Menurutnya, selain mentimun dan telur, harga cabai masih relatif stabil. Namun, naiknya harga kebutuhan pokok justru berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.
“Cabai masih stabil. Yang naik mentimun dan telur. Telur dari Rp20 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram. Sudah sekitar sepekan ini, dan pasar jadi sepi,” ujar Susilowati.
Kondisi serupa dirasakan Endang Lestari, penjual daging ayam. Ia mengungkapkan kenaikan harga membuat daya beli masyarakat melemah. Jika sebelumnya mampu menjual sekitar 20 ekor ayam per hari, kini penjualannya turun hingga hanya sekitar 10 ekor.
“Daging ayam juga naik, dari Rp29 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Pasar jadi sepi, sekarang kami hanya mampu menjual sekitar 10 ekor ayam setiap hari,” kata Endang.
Turunnya aktivitas transaksi di pasar menjadi kekhawatiran para pedagang. Mereka berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil agar daya beli masyarakat pulih dan aktivitas perdagangan kembali bergairah.
Sementara itu, untuk komoditas lainnya, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram. Cabai merah keriting dijual Rp35.000 per kilogram, sedangkan tomat masih stabil di harga Rp8.000 per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga saat ini lebih banyak terjadi pada komoditas sumber protein hewani dibandingkan sayuran. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




