Berita Terkini
Trending Tags

Tragis, Lansia di Magetan Tewas Tertimpa Reruntuhan Dapur Rumah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi dapur rumah korban yang ambruk dan rata dengan tanah. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Rukinem, perempuan lanjut usia di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meninggal dunia secara tragis setelah tertimpa runtuhan dapur rumahnya sendiri. Korban yang berumur 70 tahun warga Dusun Ngijo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, ditemukan tak bernyawa pada Sabtu malam (31/5/2025).

Peristiwa ini terjadi saat Rukinem berada di dapur rumahnya. Ketika itu, kondisi wilayah Magetan tengah diguyur hujan. Tiba-ba, struktur atap dan kayu penyangga yang telah rapuh ambruk dan menimpa korban.

“Kayu penyangga dapur korban sudah dalam kondisi lapuk. Ketika diguyur hujan, daya tahan bangunan melemah hingga akhirnya roboh,” jelas Eka Wahyudi, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Magetan.

Begitu menerima laporan, tim gabungan dari Pusdalops-PB dan TRC-PB BPBD Magetan langsung diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk melakukan penilaian cepat dan pendataan. Namun, warga setempat bersama keluarga telah lebih dulu mengevakuasi jenazah korban dari reruntuhan. Karena kondisi malam hari dan minim pencahayaan, proses pembersihan material bangunan akan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (1/6/2025).

“Pemakaman almarhumah dilakukan malam itu juga dan dihadiri keluarga serta warga sekitar,” tambah Eka.

Atas kejadian ini, BPBD Magetan mengeluarkan imbauan kepada warga agar mewaspadai kondisi rumah yang sudah berusia tua, terutama di musim hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan struktural bangunan.

“Kami mengimbau warga untuk rutin mengecek kondisi rumah, terutama bagian yang rawan seperti atap, dapur, dan penyangga kayu. Jika ditemukan kerusakan atau keretakan, segera lakukan perbaikan atau laporkan ke pihak berwenang,” ujar Eka.

Rencananya, proses pembersihan sisa reruntuhan dapur akan dilakukan secara gotong royong oleh BPBD, TNI, Polri, perangkat desa, dan warga sekitar.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Panen Jagung Bhayangkara, Produksi Tembus 10,9 Ton per Hektar

    Kapolres Panen Jagung Bhayangkara, Produksi Tembus 10,9 Ton per Hektar

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polres Ponorogo memanen jagung varietas Bhayangkara di lahan seluas 3 hektar di wilayah setempat, Senin (21/4/2025). Hasil panen cukup menggembirakan, dengan produktivitas mencapai 10,9 ton per hektar. Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya […]

    Bagikan
  • Cuaca Ekstrem Terjang Tiga Kecamatan di Ngawi, Tiga Rumah Warga Rusak Parah

    Cuaca Ekstrem Terjang Tiga Kecamatan di Ngawi, Tiga Rumah Warga Rusak Parah

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Ngawi. Hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang menerjang tiga kecamatan sekaligus pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Widodaren, Kecamatan Ngawi, dan Kecamatan Kedunggalar. Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengonfirmasi bahwa peristiwa itu […]

    Bagikan
  • Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

    Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim panen tiba. Hamparan sawah di Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berubah ramai. Para buruh panen, lelaki dan perempuan, bergantian mengayunkan sabit. Batang-batang padi rebah, digenggam, lalu diikat menjadi berkas. Teriakan kecil bercampur tawa sesekali pecah di antara derap kerja. Bagi petani, inilah saat menuai hasil jerih payah berbulan-bulan. Namun, […]

    Bagikan
  • Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh […]

    Bagikan
  • Diancam Tak Bisa Ikut Ujian, Walimurid Siswa SMAN 2 Mejayan Keluhkan Dugaan Pungli

    Diancam Tak Bisa Ikut Ujian, Walimurid Siswa SMAN 2 Mejayan Keluhkan Dugaan Pungli

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah wali murid SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, mengeluhkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Keluhan datang dari beberapa orang tua siswa berinisial AG, ED, dan MS yang menyebutkan adanya permintaan dana yang bervariasi dari pihak sekolah. Nilai pungutan yang ditagihkan kepada orang tua siswa […]

    Bagikan
  • DKPP Wacanakan Penutupan Sementara Seluruh Pasar Hewan di Madiun

    DKPP Wacanakan Penutupan Sementara Seluruh Pasar Hewan di Madiun

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Wabah Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terdeteksi menyerang sapi milik peternak di Kabupaten Madiun. Data sementara sudah ada sebanyak  31 sapi suspek PMK yang terjangkit dari sebelumnya hanya 29 kasus.  Atas temuan itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun bakal mengusulkan penutupan pada semua pasar hewan di Kabupaten Madiun.  “Ini […]

    Bagikan
expand_less