Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Sawah di Madiun, PUPR Hanya Punya 300 Sumur Air Tanah

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sumur pompa air tanah milik DPUPR Kab Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ancaman kekeringan mulai membayangi lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Keterbatasan sumber air menjadi persoalan serius bagi petani, terutama ketika debit waduk dan embung terus menyusut selama musim kemarau.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun saat ini hanya memiliki sekitar 300 sumur air tanah untuk membantu menopang kebutuhan irigasi. Sumur-sumur tersebut tersebar di 15 kecamatan, sementara luas lahan pertanian di Kabupaten Madiun hampir mencapai 30 ribu hektare. Kondisi itu membuat kapasitas sumur milik pemerintah belum mampu menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan pengairan seluruh lahan pertanian.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Vindha Bagus Devianto, mengatakan pihaknya juga tengah membangun enam sumur air tanah baru pada tahun ini. Namun, tambahan tersebut belum signifikan untuk mengatasi kebutuhan air secara keseluruhan.

“Kalau untuk mencukupi seluruh sawah, sumur PU jelas tidak cukup dengan luas pertanian Kabupaten Madiun yang hampir 30 ribu hektare,” ujar Vindha saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, debit air dari setiap sumur berbeda-beda. Produksinya berkisar antara 7 liter, 10 liter hingga 25 liter per detik, tergantung kemampuan pompa dan kondisi sumber air di masing-masing lokasi.

Petani Tak Bisa Hanya Mengandalkan Sumur PUPR.

Keterbatasan sumber air tersebut membuat petani tidak bisa sepenuhnya mengandalkan sumur milik pemerintah, terlebih apabila tetap menanam padi pada musim tanam ketiga (MT III).

PUPR sebelumnya telah menetapkan pola tanam padi-padi-palawija dengan mempertimbangkan debit air yang tersedia serta kebutuhan pengairan tanaman.

Vindha mengatakan, apabila petani tetap memilih menanam padi secara keseluruhan, diperlukan dukungan sumber air tambahan dari sumur pribadi milik petani.

“Kalau ditanami padi semua, harus ada pengkolaborasian dengan sumur pribadi petani. Kalau hanya sumur PU, tidak akan mencukupi,” jelasnya.

Kondisi tersebut dikarenakan keterbatasan air berpotensi mengganggu produktivitas pertanian apabila kemarau berlangsung lebih panjang.

Untuk mengantisipasi kekurangan air, Dinas PUPR Kabupaten Madiun juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait pengaturan pengoperasian waduk serta optimalisasi embung.

Salah satu upaya yang disiapkan yakni normalisasi Embung Keresek. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala perizinan karena akses menuju kawasan embung berada di wilayah Perhutani.

Di sisi lain, sejumlah sumur air tanah milik PUPR yang mengalami kerusakan juga tengah diperbaiki agar tetap dapat digunakan untuk membantu pengairan lahan pertanian.

“Kami sudah mengantisipasi melalui rencana tata tanam, pengoperasian waduk dan optimalisasi sumur air tanah,” tandas Vindha. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Kerja Sama Biasa, KAI dan Bank Jatim Siapkan Langkah Strategis Ini

    Bukan Sekadar Kerja Sama Biasa, KAI dan Bank Jatim Siapkan Langkah Strategis Ini

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan, bisnis, dan optimalisasi aset. Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kabupaten Madiun pada Jumat (5/6/2026) itu disaksikan langsung oleh […]

    Bagikan
  • Bendungan Gonggang Surut, Dasar Waduk Jadi Daya Tarik Wisata Baru

    Bendungan Gonggang Surut, Dasar Waduk Jadi Daya Tarik Wisata Baru

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim kemarau panjang berdampak pada menyusutnya sejumlah cadangan air di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satunya terjadi di Bendungan Gonggang yang berada di Kecamatan Poncol. Saat ini, volume air di bendungan tersebut diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan kondisi ketika waduk terisi penuh. Penyusutan itu membuat sebagian dasar […]

    Bagikan
  • Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 12 Ribu Ekor Tewas Terpanggang

    Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 12 Ribu Ekor Tewas Terpanggang

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Dusun Jombok, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan pada Jumat siang (25/07/2025). Peristiwa ini menyebabkan lebih dari 12 ribu ayam mati terpanggang. Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.28 WIB. Perangkat desa setempat segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan. Dua unit […]

    Bagikan
  • Ini Persentase Tertinggi dan Terluas Capaian LTT di Jajaran Korem 081/DSJ

    Ini Persentase Tertinggi dan Terluas Capaian LTT di Jajaran Korem 081/DSJ

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun – Berbagai target pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi di bulan Januari telah selesai dilaksanakan oleh satuan di jajaran Korem 081/DSJ. Dua satuan yang menonjol dari segi persentase target maupun luasan LTT yang berhasil dicapai. “Untuk persentase tertinggi raihan target LTT di bulan januari yakni Kodim 0801/Pacitan yang mencapai 687,27 persen. […]

    Bagikan
  • Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

    Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sebuah sudut Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tangan renta seorang nenek tampak lincah memilin sabut kelapa. Ia adalah Wagiyem (66), sosok pekerja keras yang tetap produktif di usia senjanya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Wagiyem menenun helai demi helai sabut kelapa menjadi keset kaki tradisional — warisan turun-temurun […]

    Bagikan
  • Ribuan Guru Somasi Gubernur Jatim, Tolak Mutasi Sepihak Eks-Kepala SMKN 1 Ponorogo

    Ribuan Guru Somasi Gubernur Jatim, Tolak Mutasi Sepihak Eks-Kepala SMKN 1 Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sedikitnya 2.000 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo menggelar aksi long march, Selasa (30/12/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas mutasi Kepala SMKN 1 Ponorogo, Katenan, yang dinilai dilakukan secara sepihak dan menabrak aturan. Ribuan guru berjalan kaki dari Gedung Terpadu menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa […]

    Bagikan
expand_less