Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Sawah di Madiun, PUPR Hanya Punya 300 Sumur Air Tanah

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sumur pompa air tanah milik DPUPR Kab Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ancaman kekeringan mulai membayangi lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Keterbatasan sumber air menjadi persoalan serius bagi petani, terutama ketika debit waduk dan embung terus menyusut selama musim kemarau.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun saat ini hanya memiliki sekitar 300 sumur air tanah untuk membantu menopang kebutuhan irigasi. Sumur-sumur tersebut tersebar di 15 kecamatan, sementara luas lahan pertanian di Kabupaten Madiun hampir mencapai 30 ribu hektare. Kondisi itu membuat kapasitas sumur milik pemerintah belum mampu menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan pengairan seluruh lahan pertanian.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Vindha Bagus Devianto, mengatakan pihaknya juga tengah membangun enam sumur air tanah baru pada tahun ini. Namun, tambahan tersebut belum signifikan untuk mengatasi kebutuhan air secara keseluruhan.

“Kalau untuk mencukupi seluruh sawah, sumur PU jelas tidak cukup dengan luas pertanian Kabupaten Madiun yang hampir 30 ribu hektare,” ujar Vindha saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, debit air dari setiap sumur berbeda-beda. Produksinya berkisar antara 7 liter, 10 liter hingga 25 liter per detik, tergantung kemampuan pompa dan kondisi sumber air di masing-masing lokasi.

Petani Tak Bisa Hanya Mengandalkan Sumur PUPR.

Keterbatasan sumber air tersebut membuat petani tidak bisa sepenuhnya mengandalkan sumur milik pemerintah, terlebih apabila tetap menanam padi pada musim tanam ketiga (MT III).

PUPR sebelumnya telah menetapkan pola tanam padi-padi-palawija dengan mempertimbangkan debit air yang tersedia serta kebutuhan pengairan tanaman.

Vindha mengatakan, apabila petani tetap memilih menanam padi secara keseluruhan, diperlukan dukungan sumber air tambahan dari sumur pribadi milik petani.

“Kalau ditanami padi semua, harus ada pengkolaborasian dengan sumur pribadi petani. Kalau hanya sumur PU, tidak akan mencukupi,” jelasnya.

Kondisi tersebut dikarenakan keterbatasan air berpotensi mengganggu produktivitas pertanian apabila kemarau berlangsung lebih panjang.

Untuk mengantisipasi kekurangan air, Dinas PUPR Kabupaten Madiun juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terkait pengaturan pengoperasian waduk serta optimalisasi embung.

Salah satu upaya yang disiapkan yakni normalisasi Embung Keresek. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala perizinan karena akses menuju kawasan embung berada di wilayah Perhutani.

Di sisi lain, sejumlah sumur air tanah milik PUPR yang mengalami kerusakan juga tengah diperbaiki agar tetap dapat digunakan untuk membantu pengairan lahan pertanian.

“Kami sudah mengantisipasi melalui rencana tata tanam, pengoperasian waduk dan optimalisasi sumur air tanah,” tandas Vindha. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Wisatawan Padati PSC Kota Madiun, Terhibur Barongsai Berpeci Sapa Pemudik photo_camera 2

    Ribuan Wisatawan Padati PSC Kota Madiun, Terhibur Barongsai Berpeci Sapa Pemudik

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun menyuguhkan pemandangan unik pada Minggu (22/3/2026). Di tengah keramaian pemudik dan wisatawan, atraksi barongsai hadir tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Kota Pendekar. Sontak hal itu langsung menarik ribuan wisatawan yang tumpah ruah di ikon Kota Pendekar […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Ngawi: Bus Hantam Pikap, Satu Tewas, Sopir Bus Kabur!

    Kecelakaan Maut di Ngawi: Bus Hantam Pikap, Satu Tewas, Sopir Bus Kabur!

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Minggu (5/1/2025) pagi. Bus PT Madjoe Muda Mandiri jurusan Jakarta-Ponorogo menabrak mobil pikap bermuatan burung. Akibat kecelakaan ini, pengemudi pikap tewas di tempat, sementara dua penumpangnya mengalami luka-luka. Pengemudi pikap, Supii (52), warga Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, […]

    Bagikan
  • Satu Pelaku Pencurian Kotak Amal di 26 TKP Ditangkap Polisi

    Satu Pelaku Pencurian Kotak Amal di 26 TKP Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo berhasil menangkap satu pelaku pencurian uang kotak amal yang selama dua bulan terakhir meresahkan masyarakat. Pelaku berinisial LB (26), warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, diamankan petugas pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di ruas jalan ponorogo- pacitan, tepatnya di desa tugurejo.  Penangkapan dilakukan setelah […]

    Bagikan
  • Hari Lahir Kejaksaan RI, Kejari Kota Madiun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

    Hari Lahir Kejaksaan RI, Kejari Kota Madiun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun memulai rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia. Pada Selasa (19/08/2025), jajaran Korps Adhyaksa menggelar aksi donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Kejari Kota Madiun. Kepala Kejari Kota Madiun, Dede Sutisna, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
  • Dinkes Sebut Belum Ada Kasus ‘Super Flu’ H3N2 di Madiun

    Dinkes Sebut Belum Ada Kasus ‘Super Flu’ H3N2 di Madiun

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun memastikan belum menemukan kasus influenza A H3N2 yang belakangan ramai disebut sebagai “super flu”. Hingga Kamis (24/9/2026), laporan dari puskesmas, rumah sakit, maupun masyarakat belum menunjukkan adanya kasus tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan pemantauan tetap dilakukan […]

    Bagikan
expand_less