Magetan Job Fair 2026 Menyusut, Jumlah Perusahaan dan Lowongan Turun Drastis akibat Efisiensi Anggaran
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pelaksanaan Magetan Job Fair 2026 di Gedung Korpri Magetan, Selasa (30/6/2026), menghadirkan suasana berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 pemerintah daerah mampu menghadirkan puluhan perusahaan dengan ribuan hingga belasan ribu peluang kerja, tahun ini skala kegiatan menyusut cukup signifikan.
Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan menunjukkan, Magetan Job Fair 2026 hanya diikuti 20 perusahaan yang membuka 73 posisi jabatan dengan total 2.159 lowongan kerja. Kegiatan pun hanya berlangsung selama satu hari, dengan layanan rekrutmen secara luring dan daring.
Sebagai perbandingan, Magetan Job Fair 2025 yang digelar di GOR Ki Mageti menghadirkan sekitar 45 perusahaan secara langsung dan puluhan perusahaan lainnya secara daring. Saat itu tersedia sedikitnya 4.500 lowongan kerja berdasarkan data resmi Pemkab Magetan, bahkan sejumlah penyelenggara mencatat lebih dari 16 ribu peluang kerja dari berbagai sektor, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri.
Penurunan jumlah peserta perusahaan maupun formasi lowongan pada tahun ini memunculkan pertanyaan mengenai daya jangkau kegiatan dalam menjawab kebutuhan pencari kerja. Apalagi, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Magetan masih berada di angka 3,14 persen, atau sekitar 13 ribu penduduk usia kerja yang belum memperoleh pekerjaan.
Kepala Disnaker Magetan, Rudy Harsono, mengakui jumlah perusahaan yang mengikuti Job Fair tahun ini memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran sehingga pemerintah hanya mampu memfasilitasi keikutsertaan 20 perusahaan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang jumlahnya lebih sedikit karena adanya efisiensi anggaran. Namun seluruh perusahaan yang hadir telah disesuaikan dengan hasil survei kebutuhan tenaga kerja,” ujar Rudy.
Meski demikian, Rudy memastikan seluruh perusahaan yang hadir telah diseleksi berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja. Jenis pekerjaan yang ditawarkan merupakan hasil survei kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha sehingga diharapkan lebih sesuai dengan permintaan industri. Selain itu, sebagian lowongan tetap dapat diakses secara online agar jangkauan pelayanan kepada masyarakat lebih luas.
Di sisi lain, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan bahwa penyediaan akses informasi ketenagakerjaan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, Job Fair merupakan salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten.

“Kami berharap Job Fair ini tidak hanya menjadi ajang mencari kerja, tetapi juga membangun sinergi untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing,” kata Nanik.
Namun, berkurangnya jumlah perusahaan peserta dibanding tahun lalu menjadi tantangan tersendiri. Dengan jumlah kesempatan kerja yang lebih terbatas, persaingan antar pencari kerja diperkirakan semakin ketat. Kondisi ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memperluas kemitraan dengan dunia usaha agar pelaksanaan Job Fair pada tahun-tahun mendatang kembali mampu menghadirkan lebih banyak perusahaan dan peluang kerja bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, efektivitas Job Fair 2026 pada akhirnya akan diukur bukan hanya dari banyaknya pelamar yang datang, melainkan dari seberapa besar jumlah pencari kerja yang benar-benar berhasil terserap ke dunia kerja setelah kegiatan berakhir. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





