Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Perubahan APBD Magetan 2026 Naik Jadi Rp1,9 Triliun, Infrastruktur Jalan Dapat Tambahan Rp30 Miliar Lebih

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan RAPBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengusulkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp1,9 triliun, naik dari struktur anggaran sebelumnya.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan perubahan APBD disusun untuk menyesuaikan perkembangan kondisi keuangan daerah, pergeseran anggaran, serta kebutuhan program prioritas yang belum dapat ditampung dalam APBD awal.

Salah satu sumber utama pembiayaan perubahan APBD berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) 2025 sebesar Rp135,8 miliar. Dana tersebut dialokasikan kembali untuk sejumlah program dan kegiatan dengan mempertimbangkan skala prioritas serta sisa waktu pelaksanaan anggaran 2026.

“Selain itu juga adanya kenaikan pendapatan asli daerah. Dana-dana tersebut dipergunakan untuk program dan kegiatan yang menjadi prioritas daerah,” kata Nanik dalam penyampaian penjelasan rancangan perubahan APBD 2026 kepada DPRD Magetan.

Tambahan anggaran antara lain diarahkan untuk belanja modal jalan, jaringan dan irigasi, serta sarana dan prasarana pendidikan. Secara struktur, estimasi pendapatan daerah dalam perubahan APBD 2026 mencapai Rp1,7 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Pendapatan transfer masih menjadi komponen terbesar dengan kontribusi sekitar 79,62 persen dari total pendapatan daerah. Sementara PAD menyumbang sekitar 20,33 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar 0,06 persen.

Dari sisi belanja, pemerintah daerah menambah alokasi belanja operasi sebesar Rp80,3 miliar, sehingga menjadi sekitar Rp1,4 triliun. Kenaikan terutama terkait belanja barang dan jasa, hibah, bantuan sosial, serta pembayaran BPJS, sementara belanja subsidi mengalami penyesuaian. Belanja modal juga mendapat tambahan signifikan sebesar Rp69,709 miliar, sehingga total alokasinya menjadi sekitar Rp185,746 miliar.

Dari tambahan belanja modal tersebut, lebih dari Rp30 miliar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Anggaran tersebut belum termasuk pembangunan jalan desa yang dilaksanakan melalui pemerintah desa.

Sementara itu, belanja transfer mengalami pengurangan sekitar Rp83,561 miliar, menjadi sekitar Rp221,155 miliar. Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi penyesuaian dana desa, alokasi dana desa, dan bantuan keuangan kepada desa.

Image Not Found
Perubahan APBD Magetan 2026 mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Foto : Kus-Sinergia

Untuk pembiayaan, Pemkab Magetan menetapkan penerimaan dari SiLPA 2025 sebesar Rp135,823 miliar. Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal daerah sebesar Rp3,25 miliar, pembiayaan neto ditetapkan sekitar Rp132,5 miliar.

Bupati mengatakan perubahan APBD tetap diarahkan untuk menyelaraskan program prioritas Kabupaten Magetan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah mengatakan penjelasan Bupati tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah.

Menurut Riyin, perubahan yang disampaikan pemerintah daerah pada dasarnya masih sejalan dengan pembahasan sebelumnya. Perbedaan terutama terdapat pada penyesuaian angka akibat perkembangan perhitungan anggaran.

“Masih mirip, cuma lebih disempurnakan karena yang kita terima juga ada pergeseran angka sedikit-sedikit,” ujar Riyin.

Ia menyebut terdapat sejumlah penyesuaian karena kebutuhan yang sebelumnya belum dapat ditampung dalam APBD induk, termasuk kebutuhan akibat kondisi bencana. Namun, menurut dia, pergeseran tersebut tidak terlalu signifikan.

Pembahasan rancangan perubahan APBD 2026 selanjutnya akan dilakukan DPRD bersama eksekutif melalui Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo

    20 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sidang kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK PGRI 2 Ponorogo terus bergulir di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Agung Riyadi, menyatakan majelis telah menghadirkan 20 saksi untuk memberikan keterangan. “Sejauh ini sudah ada 20 saksi yang kami hadirkan di persidangan. Tahapan pemeriksaan saksi […]

    Bagikan
  • Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    Petani Muda Magetan Inovasi Alat Semprot, Buktikan Bertani Bisa Keren dan Menguntungkan

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di saat banyak anak muda bermimpi bekerja di kota besar dengan penghasilan tinggi, dua pemuda asal Desa Becok, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, justru memilih jalan berbeda. Mereka menekuni dunia pertanian dan membuktikan bahwa bertani juga bisa keren, modern, dan menjanjikan. Adalah Yusril Anwar (24), lulusan salah satu universitas di Ponorogo, dan […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
  • Seleksi Sekda Magetan Diperpanjang, Peserta Baru Mulai Bermunculan

    Seleksi Sekda Magetan Diperpanjang, Peserta Baru Mulai Bermunculan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi memperpanjang masa pendaftaran calon Sekretaris Daerah (Sekda) hingga 24 Agustus 2025. Sejak dibuka pada 4–17 Agustus lalu, hanya tiga pejabat eselon II yang tercatat lolos seleksi administrasi. Mereka adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Magetan, Eko Muryanto; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Joko Trihono; serta Kepala […]

    Bagikan
  • Bunda Rita Sambangi Ponorogo City Expo, Apresiasi Karya Pelajar dan UMKM

    Bunda Rita Sambangi Ponorogo City Expo, Apresiasi Karya Pelajar dan UMKM

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyambangi gelaran Ponorogo City Expo (PCE) 2026 di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (6/9/2026). Dalam kunjungannya, Bunda Rita berkeliling melihat berbagai stand yang menampilkan produk unggulan pelaku UMKM maupun lembaga pendidikan. Ia juga menyempatkan berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan pelajar yang berada di stand. Salah satu […]

    Bagikan
  • Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    Visi Indonesia Emas 2045 Dihadapkan Realitas Kekurangan Tenaga Pendidik di Sekolah

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kekurangan tenaga pendidik menjadi sorotan serius di tengah ambisi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tak terkecuali di Kota Madiun. Pemerintah Kota (Pemkot) mencatat sedikitnya 138 guru masih kurang, terutama di jenjang SD dan SMP yang dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F […]

    Bagikan
expand_less