RSUD Kota Madiun Siagakan 2 Tim Jaga IGD Selama Libur Lebaran, Antisipasi Lonjakan Pasien
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Menjelang masa libur Lebaran, RSUD Kota Madiun memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Meski memasuki masa cuti bersama, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipastikan tetap bersiaga penuh selama 24 jam untuk melayani kondisi darurat maupun rujukan dari fasilitas kesehatan (faskes) yang tutup. Hal itu terpantau dalam kunjungan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun bersama jajaran Forkopimda pada Jumat (13/3/2026).
Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi potensi kenaikan kunjungan pasien yang biasanya terjadi di setiap momen libur panjang. Salah satunya penambahan personel guna memperkuat jumlah tenaga medis yang bertugas.
Jika pada hari biasa perawat yang berjaga berjumlah empat orang, selama periode liburan jumlahnya akan ditambah guna menjamin kecepatan penanganan.
“Nanti tim jaganya kita tambah. Kita siapkan dua tim jaga dengan total kurang lebih 10 perawat; 8 personel standby di rumah sakit dan 2 lainnya standby di rumah sebagai tim backup,” ujar dr. Muhammad Nur.
Selain perawat, dokter umum dan bidan juga disiagakan untuk mendukung operasional layanan. Terkait stok obat-obatan, manajemen RSUD Kota Madiun telah melakukan pengadaan lebih awal sejak bulan lalu untuk memastikan tidak ada kekosongan pasokan selama masa liburan.
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan skenario penambahan tempat tidur (bed) untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) atau lonjakan pasien akibat kecelakaan lalu lintas. “Kita siapkan bed di semua unit, termasuk unit bedah, untuk mengantisipasi kebutuhan yang mendesak. Insyaallah tidak ada masalah terkait kapasitas,” tambahnya.
Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, dr. Muhammad Nur memprediksi akan terjadi peningkatan kunjungan pasien sekitar 25% hingga 35%. Menariknya, lonjakan ini biasanya bukan disebabkan oleh kasus kegawatdaruratan medis yang berat, melainkan karena banyaknya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas yang tutup selama libur Lebaran.
“Tahun lalu lonjakan terjadi karena banyak faskes yang tutup, sehingga pasien beralih ke IGD rumah sakit. Jumlah pasien yang biasanya berkisar 40-43 orang per hari bisa meningkat hingga 60 pasien per hari,” jelasnya.
Meskipun beberapa dokter spesialis mengambil cuti, RSUD Kota Madiun menjamin bahwa layanan spesialis tetap berjalan dengan sistem standby di setiap lini agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menegaskan seluruh layanan kesehatan di Kota Madiun telah disiagakan. Pelayanan kesehatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
“Di Kota Madiun ini banyak di kelilingi rumah sakit. Jadi nanti akan dikomunikasikan oleh Dinas Kesehatan agar seluruh rumah sakit siap siaga jika menghadapi lonjakan pasien di libur lebaran,” tegasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







