Sabtu, 7 Nov 2026
Trending Tags

Panik! Bocah 9 Tahun di Ngawi Tak Bisa Lepas Resleting, Begini Cara Damkar Menanganinya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 396
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Setelah 1 jam, akhirnya Damkar Ngawi berhasil melepas resleting L (9) warga Walikukun, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Seorang anak berinisial L (9), warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, harus menjalani penanganan darurat setelah alat kelaminnya terjepit resleting celana yang ia kenakan. Kejadian tersebut membuat korban menangis histeris karena menahan sakit.

Insiden bermula saat orang tua korban mendapati putranya tak mampu melepaskan resleting yang menjepit bagian sensitif. Panik, keluarga kemudian membawa L ke Puskesmas Widodaren dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) Ngawi untuk mendapatkan bantuan. Upaya awal melepas resleting, bahkan setelah sebagian celana dipotong, tidak berhasil karena penjepitan sudah terlalu kuat.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Ngawi, Rochmat Angga Permadi, membenarkan adanya laporan yang masuk ke Pos Barat terkait permintaan pertolongan tersebut. Ia menyebut petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati karena bagian yang terjepit merupakan area yang sensitif, sehingga tidak boleh ditarik sembarangan,” jelasnya.

Proses pembebasan resleting dilakukan menggunakan peralatan sederhana. Petugas perlahan membuka struktur kawat pada resleting dengan tang, agar tekanan yang menjepit kulit bisa berkurang tanpa menambah luka.

Setelah sekitar satu jam, resleting akhirnya berhasil dilepas. Korban kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis Puskesmas untuk memastikan tidak terjadi cedera serius.

Rochmat mengimbau warga, khususnya yang memiliki anak kecil dan remaja, agar lebih berhati-hati saat menggunakan pakaian beresleting. Ia menyarankan untuk memastikan resleting dikenakan dengan benar atau memilih pakaian yang lebih aman.

“Kami mengingatkan agar lebih waspada ketika memakai celana beresleting, terutama pada anak-anak,” tutupnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Tanggapan PT. JNK Perihal Temuan Tas Kuning Berisi Amunisi

    Begini Tanggapan PT. JNK Perihal Temuan Tas Kuning Berisi Amunisi

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Peristiwa penemuan barang mencurigakan di ruas Tol Ngawi–Kertosono KM 604+700 arah A pada Jumat (15/08/2025) masih menyisakan tanda tanya. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.  Direktur PT JNK Arie Irianto menjelaskan sekitar pukul 09.00 WIB, petugas kebersihan tol menemukan sebuah goodie bag kuning di bahu […]

    Bagikan
  • Pemuda Asal Madiun Hilang Saat Tur di Korea, Sang Ibu: Saya Tak Tahu Dia Berangkat Kesana

    Pemuda Asal Madiun Hilang Saat Tur di Korea, Sang Ibu: Saya Tak Tahu Dia Berangkat Kesana

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Seorang pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dilaporkan menghilang saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan. Hingga Minggu (19/7/2026), keberadaan Femas Yani Arianto (22) belum diketahui dan keluarganya mengaku kehilangan kontak sejak ia berangkat. Kasus hilangnya Femas menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Dalam unggahan […]

    Bagikan
  • Fantastis! Kekayaan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Capai Rp14,5 Miliar

    Fantastis! Kekayaan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Capai Rp14,5 Miliar

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, tercatat memiliki kekayaan paling tinggi dibanding dua pejabat lain yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/11/2025). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang diakses melalui laman resmi elhkpn.kpk.go.id, Yunus memiliki total harta senilai Rp. […]

    Bagikan
  • Dinsos Madiun Akan Benahi Data Darus Salam, Warga Miskin yang Terganjal ‘Desil Tinggi’

    Dinsos Madiun Akan Benahi Data Darus Salam, Warga Miskin yang Terganjal ‘Desil Tinggi’

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun merespons kasus Darus Salam (52), warga miskin asal Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, yang luput dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Dinsos kini berfokus membenahi anomali data administratif yang mengategorikan buruh serabutan tersebut ke dalam kelompok masyarakat mampu. Berdasarkan informasi nama Darus Salam tercatat dalam desil 7 […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Libur May Day, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengecekan Lintas

    Lonjakan Penumpang Libur May Day, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengecekan Lintas

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Lonjakan penumpang terjadi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun selama libur panjang Hari Buruh 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat puluhan ribu pelanggan memadati stasiun sejak H-1 libur. Hal itu mendorong peningkatan pengawasan operasional di lapangan. Pada Kamis (30/4/2026), total 17.054 penumpang kereta api jarak jauh tercatat menggunakan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Tambahan 7.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Kuota NPK dan Organik Belum Mencukupi

    Pemkab Magetan Usulkan Tambahan 7.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Kuota NPK dan Organik Belum Mencukupi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kembali mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam 2026. Tambahan yang diusulkan mencapai 7.000 ton, terdiri dari 5.000 ton pupuk NPK dan 2.000 ton pupuk organik. Usulan tersebut diajukan menyusul masih terbatasnya kuota pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Magetan […]

    Bagikan
expand_less