Data Terbaru KAI, Penumpang Daop 7 Madiun Sentuh Angka 31 Ribu di H+1 Lebaran 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat lonjakan signifikan volume penumpang pada Minggu (22/3/2026) atau H+1 Idul Fitri 1447 H. Total sebanyak 31.055 penumpang tercatat naik dan turun di seluruh stasiun wilayah ini, menjadi rekor tertinggi selama periode angkutan Lebaran tahun ini.Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada Lebaran 2025 yang mencapai 26.838 penumpang.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada arus balik Lebaran.Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan volume keberangkatan mencapai 16.307 penumpang, menjadi angka tertinggi sepanjang masa angkutan Lebaran 2026 yang dimulai sejak 11 Maret. Sementara itu, jumlah kedatangan tercatat sebanyak 14.748 penumpang.
Pada H+2 Lebaran atau Senin (23/3/2026), data sementara menunjukkan 14.950 penumpang berangkat dan 11.723 penumpang tiba di wilayah Daop 7. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah hingga akhir hari.
“Adapun ketersediaan tiket hingga 1 April masih tersisa 815 tempat duduk untuk keberangkatan dari Daop 7 Madiun,” ujar Tohari.
Meski demikian, masyarakat tetap memiliki peluang mendapatkan tiket melalui kereta api yang melintasi wilayah Daop 7.KAI juga mencatat puncak kedatangan terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3), dengan total 15.131 penumpang. Sementara puncak keberangkatan terjadi pada H+1 dengan 16.307 penumpang.

Secara kumulatif, selama masa angkutan Lebaran 2026 sejak 11 hingga 23 Maret, KAI Daop 7 Madiun telah melayani 109.129 penumpang berangkat dan 161.703 penumpang datang.
“Bagi penumpang pastikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan. Untuk pemesanan tiket arus balik bisa melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, maupun mitra penjualan,” jelas Tohari.
Sebagai alternatif, penumpang dapat memanfaatkan layanan kereta persambungan (connecting train) untuk mendapatkan rute perjalanan yang sesuai kebutuhan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez / Arrachmando






