Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Harga Minyak Goreng dan Plastik Melonjak, Produsen Kerupuk di Madiun Putar Otak demi Bertahan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 320
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produsen kerupuk terpaksa menurunkan ukuran akibat dampak kenaikan harga minyak goreng dan plastik, (24/4/2026), Foto : Tova -Sinergia

Sinergia | Madiun – Kenaikan harga minyak goreng dan plastik kemasan di pasaran mulai memukul pelaku usaha kecil, termasuk produsen kerupuk di Kabupaten Madiun. Lonjakan biaya produksi ini memaksa pengusaha mencari cara agar tetap bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Salah satu produsen kerupuk di Jalan Flamboyan, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Linawati, mengaku kenaikan paling signifikan terjadi pada minyak goreng dan plastik kemasan sejak setelah Ramadan hingga usai Lebaran 2026.

“Harga minyak goreng sebelum puasa masih sekitar Rp17 ribu per kilogram, sekarang sudah lebih dari Rp21 ribu,” ujar Linawati, Jumat (24/4/2026).

Dalam sekali produksi, usaha miliknya membutuhkan sekitar 1,8 ton minyak goreng setiap 10 hari atau setara 10 tong. Kenaikan ini otomatis mendongkrak biaya operasional secara signifikan. Tak hanya minyak goreng curah, harga plastik kemasan juga melonjak tajam.

Jika sebelum Idul Fitri harga minyak goreng curah masih di angka Rp30 ribu per kilogram, kini menembus Rp52 ribu. Bahkan di tingkat agen atau toko besar, harga bisa mencapai Rp55 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram.

Selain itu, bahan baku lain seperti tepung kanji juga mengalami kenaikan, dari Rp79 ribu menjadi Rp89 ribu per sak.

Meski biaya produksi terus meningkat, Linawati mengaku belum berani menaikkan harga jual. Ia khawatir langkah tersebut justru membuat produknya kalah bersaing di pasaran.

Image Not Found
Linawati berharap harga bahan baku, terutama minyak goreng dan plastik bisa kembali stabil. (24/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

“Kalau kita naikkan harga, pasar belum ikut naik. Takutnya malah merusak harga dan ditinggal pembeli, karena pesaing juga banyak,” katanya.

Sebagai strategi bertahan, ia menyiasati ukuran produk kerupuk. Ketebalan yang sebelumnya 2 milimeter kini dikurangi menjadi 1,5 milimeter, tanpa mengurangi jumlah isi secara signifikan.

“Kita kecilkan ukuran supaya produksi tetap jalan. Kalau mengurangi isi, kasihan pembeli,” jelasnya.

Saat ini, usaha Linawati memproduksi kerupuk Bandung sekitar dua kuintal per hari, serta kerupuk rambak berbahan tepung kurang dari satu kuintal per hari. Produk tersebut dipasarkan di wilayah Kabupaten hingga Kota Madiun.

Ia berharap harga bahan baku, terutama minyak goreng dan plastik, bisa kembali stabil agar usaha kecil seperti miliknya tetap bertahan.(Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakek Penjual Bendera Musiman Meninggal di Lapak Dagangan

    Kakek Penjual Bendera Musiman Meninggal di Lapak Dagangan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Duka menyelimuti suasana semarak kemerdekaan di Magetan. Seorang pedagang atribut 17 Agustus, Yayan Munandar (67), ditemukan meninggal dunia di lapak tempatnya berjualan di kawasan Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, tepat di seberang Lanud Iswahjudi, Selasa (05/08/2025). Korban merupakan perantau asal Garut, Jawa Barat, yang dikenal sebagai pedagang musiman atribut merah putih setiap […]

    Bagikan
  • Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo. Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak […]

    Bagikan
  • Polisi Dalami Dugaan Pupuk Bersubsidi Dijual di Atas HET di Magetan, Perhitungan Selisih Capai Rp. 24,8 Miliar

    Polisi Dalami Dugaan Pupuk Bersubsidi Dijual di Atas HET di Magetan, Perhitungan Selisih Capai Rp. 24,8 Miliar

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan mulai mendalami laporan dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Penyidik Unit Idik II Satreskrim Polres Magetan memeriksa petani sekaligus pelapor, Dimyati Dahlan, selama sekitar lima jam, Kamis (10/9/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan laporan dugaan penjualan pupuk bersubsidi melebihi HET di […]

    Bagikan
  • Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    Harlah Pancasila, Danrem 081/DSJ : Perbedaan Adalah Kekuatan, Bukan Pemecah Belah

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Sebagai bangsa yang besar dan kaya akan keberagaman, bangsa Indonesia Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki hendaknya bukanlah menjadi perbedaan dan pengahalang, namun hendaknya dijadikan sebagai kekayaan bangsa dan modal utama untuk terus memperkuat […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Trik Perampok Minimarket di Magetan Saat Kabur dari Kejaran

    Polisi Ungkap Trik Perampok Minimarket di Magetan Saat Kabur dari Kejaran

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan minimarket yang terjadi di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, awal September lalu mulai terkuak. Dari empat pelaku, dua di antaranya berhasil dibekuk tim gabungan Resmob Polres Magetan bersama Jatanras Polda Jatim. Penangkapan ini sekaligus membuka fakta baru tentang cara para pelaku berusaha mengelabuhi polisi. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun […]

    Bagikan
  • Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Jawaban PU Fraksi Soal Perubahan APBD 2025

    Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Jawaban PU Fraksi Soal Perubahan APBD 2025

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Madiun atas pandangan umum tujuh fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di ruang paripurna DPRD, Rabu (16/07/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Madiun Hari […]

    Bagikan
expand_less