WiFi Gratis Jadi Andalan, dari Kebonsari Pemkab Madiun Genjot Digitalisasi Layanan Desa
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong percepatan digitalisasi layanan publik hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satu langkah yang tengah diwacanakan adalah penyediaan WiFi gratis di seluruh balai desa, guna menunjang pelayanan masyarakat yang lebih cepat dan transparan.
Wacana tersebut mengemuka dalam kegiatan sarasehan dan sosialisasi digitalisasi pelayanan publik bertema “Sinergi Masyarakat dalam Mendukung Ekosistem Pelayanan Publik yang Tepat dan Akurat” yang digelar di Balai Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh kepala desa se-Kecamatan Kebonsari, petugas registrasi desa, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menekankan pentingnya transformasi layanan publik berbasis digital yang dimulai dari tingkat desa. Ia menyebut, digitalisasi akan memperkuat kualitas layanan di berbagai sektor, mulai dari administrasi kependudukan (adminduk), perizinan usaha, hingga layanan kesehatan.
“Pelayanan publik berbasis digital harus dimulai dari desa agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa digitalisasi juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
“Transparansinya nyata, akuntabel, historisnya bisa dilihat. Ini bisa dipertanggungjawabkan. Mau berbuat apa pun tidak bisa dimanipulasi, karena semuanya terlihat,” kata Bupati Hari.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan pihak penyedia layanan (vendor) untuk merealisasikan program WiFi gratis di setiap desa.
Menurutnya, penyediaan WiFi gratis di balai desa bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan digital sekaligus meningkatkan efisiensi di tingkat desa.
“Harapannya, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan. Kalau seluruh desa sudah terjangkau WiFi, aksesnya akan lebih lancar dan tidak tersendat,” ujarnya.
Pemkab Madiun berharap, dengan dukungan infrastruktur digital yang memadai, pelayanan publik di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal serta mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun ekosistem pelayanan yang transparan dan akuntabel. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





