Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga khawatir tambang mengancam sumber air dan permukiman. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penolakan warga terhadap aktivitas tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus bergulir. Meski DPRD Magetan telah memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) antara warga, pemerintah daerah, dan pihak penambang, masyarakat tetap bersikukuh meminta seluruh aktivitas penambangan dihentikan.

Bagi warga, persoalan tambang tidak semata menyangkut investasi maupun legalitas perizinan. Mereka menilai keberadaan tambang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang dapat mengancam sumber kehidupan masyarakat, keselamatan permukiman, hingga keberlangsungan lahan pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi warga.

Ketua RT setempat, Dakun, menegaskan bahwa penolakan warga didasari sejumlah kekhawatiran yang dianggap menyangkut kepentingan jangka panjang masyarakat Desa Sayutan.

Menurut Dakun, salah satu alasan utama warga menolak aktivitas tambang adalah keberadaan sumber mata air yang berada di sekitar kawasan penambangan. Mata air tersebut selama ini menjadi sumber kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah.

“Yang pertama karena bisa mematikan sumber mata air yang diminum semua warga. Air yang dibawa ke Dukuh Ngeloh dan sebagian Sayutan itu berasal dari bawah lokasi tersebut,” ujarnya.

Warga khawatir aktivitas pengerukan material secara terus-menerus akan mengganggu cadangan air bawah tanah dan mengurangi debit mata air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika hal itu terjadi, masyarakat berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian utama karena sumber air yang dimaksud tidak hanya melayani satu lingkungan, melainkan juga mengaliri beberapa dusun yang bergantung pada distribusi air dari kawasan tersebut.

Selain persoalan air, warga juga menyoroti posisi lokasi tambang yang berada di bawah area makam dan permukiman penduduk. Aktivitas penambangan yang terus mendekati tebing dinilai berisiko mengurangi kekuatan tanah penyangga.

Jika pengerukan terus berlangsung, warga khawatir akan terjadi longsor yang dapat mengancam makam leluhur maupun rumah-rumah penduduk yang berada di atas lokasi tambang.

“Di atas lokasi itu ada makam, di sebelah makam ada pemukiman warga. Kalau terus dilongrong ke sana, kami khawatir rumah-rumah dan makam itu bisa longsor ke jurang,” kata Dakun.

Menurut warga, potensi bencana semakin besar karena di bawah kawasan tersebut juga terdapat jalur aliran air yang selama ini menjadi bagian dari sistem distribusi kebutuhan masyarakat sekitar.

Penolakan warga juga dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap keberlangsungan lahan pertanian di sekitar area tambang. Hamparan sawah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat berada tidak jauh dari lokasi aktivitas penambangan.

Masyarakat menilai kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dapat berdampak pada sistem pengairan pertanian, kualitas tanah, hingga produktivitas hasil panen dalam jangka panjang.

“Ada sawah di bawah sana. Jadi yang kami perjuangkan bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan lingkungan,” ujarnya.

Bagi warga, menjaga kelestarian lingkungan menjadi investasi penting bagi generasi mendatang. Mereka menilai manfaat ekonomi yang diperoleh dari aktivitas tambang tidak sebanding dengan potensi risiko yang harus ditanggung masyarakat apabila terjadi kerusakan lingkungan.

Dakun menegaskan bahwa hingga saat ini tuntutan warga tidak berubah, yakni menghentikan seluruh aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

“Tuntutan warga cuma satu, tutup tambang. Semua warga Sayutan menolak adanya tambang supaya lingkungan tetap baik dan lestari, agar anak cucu kita besok tidak terlantar,” tegasnya.

Sementara itu, hasil rapat dengar pendapat di DPRD Magetan belum menghasilkan keputusan final terkait keberlangsungan aktivitas tambang. DPRD bersama instansi terkait berencana melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang menjadi objek sengketa.

Warga berharap proses tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai dampak yang ditimbulkan aktivitas penambangan dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang mengutamakan keselamatan lingkungan serta kepentingan masyarakat sekitar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan

    Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana sejuk kawasan pedesaan Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, kini punya daya tarik baru. Sebuah greenhouse modern berdiri, menjadi pusat perhatian warga dan wisatawan. Di sinilah BUMDes Karya Maju mengembangkan budidaya melon Sweet Hami dengan sistem hidroponik yang diberi nama Jatera Agro. Sejak dibangun pada akhir 2024, greenhouse ini sudah empat […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

    Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Madiun Kota untuk memberikan penguatan dan pengawasan dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah lingkungan yang didukung anggaran Rp10 juta untuk setiap rukun tetangga (RT). Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun dalam Sosialisi Penguatan Peran Pokmas […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Sisir Kawasan Tebing Watusigar Gunung Kidul Cari Pelaku Terduga Pembunuhan

    Polres Ponorogo Sisir Kawasan Tebing Watusigar Gunung Kidul Cari Pelaku Terduga Pembunuhan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan pencarian terhadap A, terduga pelaku pembunuhan Nur Aini (55) yang ditemukan tewas berlumuran darah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Pencarian bahkan meluas hingga ke Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama sepekan penyisiran di kawasan Tebing Watusigar, Kapanewon Girisubo, petugas menemukan […]

    Bagikan
  • 677 Kios Pasar Dialihkan ke Penyewa, Pemkot Madiun Pastikan Penataan Sesuai Aturan

    677 Kios Pasar Dialihkan ke Penyewa, Pemkot Madiun Pastikan Penataan Sesuai Aturan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai melakukan pengalihan dan penataan ulang kios di sejumlah pasar tradisional. Total 677 kios yang sebelumnya disegel kini dialihkan kepada penyewa yang menempati sesuai ketentuan. Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan adalah Pasar Sleko di Jalan Trunojo Kota Madiun, Jawa Timur. Langkah ini merupakan tindak lanjut […]

    Bagikan
  • Senyum Sumringah Petani Ngluyu-Lengkong Nganjuk, 5 Sumur Bor Aliri Lahan Persawahan

    Senyum Sumringah Petani Ngluyu-Lengkong Nganjuk, 5 Sumur Bor Aliri Lahan Persawahan

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Petani di Kecamatan Ngluyu dan Lengkong Kabupaten Nganjuk bias tersenyum sumringah. Lahan persawahan yang biasanya kesulitan air di musim kemarau, kini bias teratasi. Tak tanggung-tanggung, untuk membantu kesulitan para petani dan meningkatkan kesejahteraannya, sebanyak 5 unit sumur bor dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 0810/Nganjuk. “Air di […]

    Bagikan
  • Tabrakan Dua Motor di Karangjati Ngawi, Tiga Orang Luka-Luka

    Tabrakan Dua Motor di Karangjati Ngawi, Tiga Orang Luka-Luka

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Ngawi–Caruban, tepatnya di depan sebuah bengkel di Dusun Bangon, Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Rabu malam (6/5/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Insiden itu melibatkan sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AE […]

    Bagikan
expand_less