Berita Terkini
Trending Tags

225 Jemaah Haji Kota Madiun Pulang dengan Tangis Haru, Satu Jemaah Masih Dirawat di Jeddah

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jemaah haji Kota Madiun tiba usai tunaikan ibadah haji. (7/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum penuh syukur mewarnai kedatangan ratusan jemaah haji Kota Madiun di Asrama Haji Kota Madiun, Minggu (7/6/2026) dini hari. Sebanyak 225 jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB-22 akhirnya kembali ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Lima armada bus yang membawa para jemaah dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya tiba di Kota Madiun dan langsung disambut keluarga yang telah menanti sejak malam. Momen pertemuan kembali itu berlangsung penuh emosional setelah lebih dari sebulan berpisah. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bersama jajaran Forkopimda turut hadir menyambut kepulangan para tamu Allah tersebut. Suasana haru semakin terasa saat para jemaah melaksanakan sujud syukur dan doa bersama atas kelancaran ibadah haji.

Salah satu jemaah asal Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Djatmiko, mengungkapkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang.

“Pada prinsipnya ibadah haji itu memang harus betul-betul dipersiapkan, baik fisik maupun mental. Terutama saat menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.

Menurutnya, para jemaah juga harus belajar beradaptasi dengan berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci. Kebiasaan yang biasa dinikmati di rumah harus disesuaikan dengan situasi di lokasi ibadah yang dipadati jutaan umat Muslim dari berbagai negara.

Meski demikian, Djatmiko menilai pelayanan haji tahun ini berjalan sangat baik, khususnya dalam hal konsumsi. Ia mengaku tidak menemukan kendala terkait ketersediaan makanan selama menjalani ibadah.

“Alhamdulillah konsumsi sangat bagus. Tidak ada kekurangan makanan. Saat Armuzna pun sudah disiasati dengan makanan siap saji sehingga kebutuhan jemaah tetap terpenuhi,” katanya.

Cuaca ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Karena itu, ia memilih memprioritaskan ibadah wajib dan mengurangi aktivitas sunah agar kondisi fisik tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji Kota Madiun, Datik Ardiyah, menjelaskan proses kepulangan jemaah tahun ini berlangsung lebih cepat berkat sistem pemeriksaan Imigrasi yang telah terintegrasi secara digital.

“Sekarang sudah ada alat yang mendeteksi secara otomatis sehingga tidak perlu pemeriksaan paspor secara manual di Asrama Haji Sukolilo. Prosesnya jauh lebih cepat,” jelasnya.

Datik juga memastikan seluruh jemaah yang tiba di Kota Madiun dalam kondisi sehat. Meski demikian, para jemaah tetap diimbau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu atau batuk dalam beberapa hari ke depan.

Image Not Found
Suasana haru sambut kepulangan jemaah haji Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Alhamdulillah semuanya sehat. Tidak ada yang sampai harus dirawat. Bahkan yang kondisinya sedikit lelah pun tetap memilih naik bus bersama rombongan,” ujarnya.

Dari total 227 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 225 orang telah kembali ke Kota Madiun. Satu jemaah atas nama DJurianto meninggal dunia di Makkah, sementara satu jemaah lainnya, Yetty, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Amir Abbas, Jeddah.

Menurut Datik, kondisi yang bersangkutan kini terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini ia sudah mulai bisa diajak berkomunikasi meskipun masih menggunakan isyarat.

“Kami mohon doa masyarakat Kota Madiun agar Bu Yeti segera sembuh dan dapat dipulangkan bersama kloter berikutnya,” katanya.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menghimbau kepada para jemaah untuk memperbanyak istirahat setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi. Ia juga berharap nilai-nilai dan pengalaman spiritual yang diperoleh selama berhaji dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang terpenting sekarang istirahat yang cukup. Kemudian apa yang sudah didapat selama menjalankan ibadah haji bisa diterapkan di tengah masyarakat Kota Madiun,” ujarnya.

Kepulangan para jemaah haji tahun ini bukan hanya menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjang menuju Baitullah, tetapi juga awal dari pengabdian baru sebagai haji dan hajah yang diharapkan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengulik Keindahan Goa Mranten, Destinasi Wisata Alam Ponorogo

    Mengulik Keindahan Goa Mranten, Destinasi Wisata Alam Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Selain terkenal dengan Reog Ponorogo yang telah diakui oleh UNESCO, bumi reog ini juga menyuguhkan keindahan alam yang memanjakan mata. Salah satu wisata alam yang saat ini sedang viral di kalangan muda ialah Goa Mranten yang bertempat di Desa Temon, Sawoo, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Berada di badan Gunung Bayangkaki, lokasi ini dapat ditempuh kurang lebih empat puluh menit dari pusat Kota Ponorogo. […]

    Bagikan
  • Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah memastikan pekerja swasta di Kota Madiun akan menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan diwajibkan membayarkan THR secara penuh paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran dan tidak diperbolehkan mencicil pembayaran. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker-KUM) Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, menegaskan […]

    Bagikan
  • Wayang Kulit Meriahkan HUT ke-457 Kabupaten Madiun, Danrem 081/DSJ: Budaya Perekat Keberagaman Bangsa

    Wayang Kulit Meriahkan HUT ke-457 Kabupaten Madiun, Danrem 081/DSJ: Budaya Perekat Keberagaman Bangsa

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Alunan gamelan berpadu dengan sorak tepuk tangan warga menghidupkan suasana malam peringatan Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Minggu (27/07/2025). Pagelaran wayang kulit yang disajikan bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarat pesan kebangsaan yang menggugah kesadaran kolektif. Dalam kerumunan penonton, tampak hadir Danrem 081/DSJ, Kolonel […]

    Bagikan
  • Ini Kiat Joko Widiyanto Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan

    Ini Kiat Joko Widiyanto Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Inovasi pemanfaatan limbah dapur kembali hadir dari tangan kreatif seorang akademisi di Kota Madiun. Joko Widiyanto, dosen Pendidikan Biologi di salah satu universitas di Madiun, berhasil mengolah sampah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman. Di rumahnya yang terletak di […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Satpol PP Pemkab Madiun Melakukan Dakwah Humanis Saat Patroli Gabungan

    Jelang Ramadhan, Satpol PP Pemkab Madiun Melakukan Dakwah Humanis Saat Patroli Gabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Satpol PP Pemkab Madiun belum menunjukkan taring meskipun  bulan ramadhan di depan mata. Justru yang dilakukan masih dalam bentuk “dakwah” atau himbauan berupa kegiatan patroli gabungan antara Satpol PP Pemkab Madiun bersama sejumlah dinas terkait, TNI, dan Polri, Jumat (13/02/2026) malam. Petugas gabungan bergerak dari Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, […]

    Bagikan
  • Pria di Magetan Ditangkap, Modus Ngaku “Tuhan Kedua” untuk Perdaya Korban

    Pria di Magetan Ditangkap, Modus Ngaku “Tuhan Kedua” untuk Perdaya Korban

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang pria bernama Kusnadi (40), warga Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditangkap polisi atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang ibu rumah tangga. Pelaku diduga memperdaya korban dengan mengaku sebagai “Tuhan kedua” dan menjanjikan kesembuhan bagi suami korban yang menderita stroke. Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Magetan […]

    Bagikan
expand_less