Jumat, 23 Okt 2026
Trending Tags

225 Jemaah Haji Kota Madiun Pulang dengan Tangis Haru, Satu Jemaah Masih Dirawat di Jeddah

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 338
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jemaah haji Kota Madiun tiba usai tunaikan ibadah haji. (7/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum penuh syukur mewarnai kedatangan ratusan jemaah haji Kota Madiun di Asrama Haji Kota Madiun, Minggu (7/6/2026) dini hari. Sebanyak 225 jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB-22 akhirnya kembali ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Lima armada bus yang membawa para jemaah dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya tiba di Kota Madiun dan langsung disambut keluarga yang telah menanti sejak malam. Momen pertemuan kembali itu berlangsung penuh emosional setelah lebih dari sebulan berpisah. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bersama jajaran Forkopimda turut hadir menyambut kepulangan para tamu Allah tersebut. Suasana haru semakin terasa saat para jemaah melaksanakan sujud syukur dan doa bersama atas kelancaran ibadah haji.

Salah satu jemaah asal Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Djatmiko, mengungkapkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang.

“Pada prinsipnya ibadah haji itu memang harus betul-betul dipersiapkan, baik fisik maupun mental. Terutama saat menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.

Menurutnya, para jemaah juga harus belajar beradaptasi dengan berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci. Kebiasaan yang biasa dinikmati di rumah harus disesuaikan dengan situasi di lokasi ibadah yang dipadati jutaan umat Muslim dari berbagai negara.

Meski demikian, Djatmiko menilai pelayanan haji tahun ini berjalan sangat baik, khususnya dalam hal konsumsi. Ia mengaku tidak menemukan kendala terkait ketersediaan makanan selama menjalani ibadah.

“Alhamdulillah konsumsi sangat bagus. Tidak ada kekurangan makanan. Saat Armuzna pun sudah disiasati dengan makanan siap saji sehingga kebutuhan jemaah tetap terpenuhi,” katanya.

Cuaca ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Karena itu, ia memilih memprioritaskan ibadah wajib dan mengurangi aktivitas sunah agar kondisi fisik tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji Kota Madiun, Datik Ardiyah, menjelaskan proses kepulangan jemaah tahun ini berlangsung lebih cepat berkat sistem pemeriksaan Imigrasi yang telah terintegrasi secara digital.

“Sekarang sudah ada alat yang mendeteksi secara otomatis sehingga tidak perlu pemeriksaan paspor secara manual di Asrama Haji Sukolilo. Prosesnya jauh lebih cepat,” jelasnya.

Datik juga memastikan seluruh jemaah yang tiba di Kota Madiun dalam kondisi sehat. Meski demikian, para jemaah tetap diimbau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu atau batuk dalam beberapa hari ke depan.

Image Not Found
Suasana haru sambut kepulangan jemaah haji Kota Madiun. Foto : Kris-Sinergia

“Alhamdulillah semuanya sehat. Tidak ada yang sampai harus dirawat. Bahkan yang kondisinya sedikit lelah pun tetap memilih naik bus bersama rombongan,” ujarnya.

Dari total 227 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 225 orang telah kembali ke Kota Madiun. Satu jemaah atas nama DJurianto meninggal dunia di Makkah, sementara satu jemaah lainnya, Yetty, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Amir Abbas, Jeddah.

Menurut Datik, kondisi yang bersangkutan kini terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini ia sudah mulai bisa diajak berkomunikasi meskipun masih menggunakan isyarat.

“Kami mohon doa masyarakat Kota Madiun agar Bu Yeti segera sembuh dan dapat dipulangkan bersama kloter berikutnya,” katanya.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menghimbau kepada para jemaah untuk memperbanyak istirahat setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi. Ia juga berharap nilai-nilai dan pengalaman spiritual yang diperoleh selama berhaji dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang terpenting sekarang istirahat yang cukup. Kemudian apa yang sudah didapat selama menjalankan ibadah haji bisa diterapkan di tengah masyarakat Kota Madiun,” ujarnya.

Kepulangan para jemaah haji tahun ini bukan hanya menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjang menuju Baitullah, tetapi juga awal dari pengabdian baru sebagai haji dan hajah yang diharapkan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Amankan Gerombolan Pemuda Yang Berbuat Onar, Beberapa Tersangka di Bawah Umur

    Polres Magetan Amankan Gerombolan Pemuda Yang Berbuat Onar, Beberapa Tersangka di Bawah Umur

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 184
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Aksi gerombolan pemuda misterius dibongkar Tim buser dari Polres Magetan. Hasilnya, para pelaku pengeroyokan terhadap dua pemuda, ditetapkan tersangka bahkan ada yang masih dibawah umur. Kapolres Magetan AKBP Satria Permana menuturkan, peristiwa pertama terjadi pada Jumat malam (20/12/2024) sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Raya Lembeyan Kawedanan, masuk Desa Lembeyan Kulon. Dalam […]

    Bagikan
  • Lokasi Koperasi Merah Putih di Magetan Jadi Sorotan, Dinilai Kurang Strategis

    Lokasi Koperasi Merah Putih di Magetan Jadi Sorotan, Dinilai Kurang Strategis

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mulai beroperasi di berbagai daerah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa. Namun, di tengah proses pengembangannya, sejumlah gerai koperasi justru menjadi sorotan karena dinilai berdiri di lokasi yang kurang strategis untuk aktivitas perdagangan. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di […]

    Bagikan
  • IPLT, Jembatan Patihan Hingga Pondok Lansia Tahap II Diresmikan

    IPLT, Jembatan Patihan Hingga Pondok Lansia Tahap II Diresmikan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 261
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Sejumlah proyek strategis Pemerintah Kota Madiun tahun 2024 sudah kelar. Proyek-proyek tersebut pun kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Telah menyelesaikan sejumlah proyek strategis di 2024.  Adapun sejumlah proyek unggulan tersebut yaitu Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di kawasan TPA Winongo, Jembatan Patihan, dan Pondok Lansia tahap II. Peresmian dilakukan oleh Pj […]

    Bagikan
  • Material Longsor Selesai Dibersihkan, Akses Jalan Wagir Kidul–Banaran Ponorogo Kembali Dibuka

    Material Longsor Selesai Dibersihkan, Akses Jalan Wagir Kidul–Banaran Ponorogo Kembali Dibuka

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, akhirnya bisa bernapas lega. Jalan poros yang menghubungkan Desa Wagir Kidul dan Desa Banaran kini kembali dapat dilalui setelah bersih dari material longsor yang menimbun akses tersebut selama beberapa hari terakhir. Pembersihan dilakukan oleh tim BPBD Kabupaten Ponorogo bersama relawan dan pemerintah desa. Evakuasi material […]

    Bagikan
  • Bakso Lele, Primadona Menu Berbuka Puasa Di Ponorogo

    Bakso Lele, Primadona Menu Berbuka Puasa Di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya olahan bakso berbahan dasar daging sapi dan ayam, inovasi kuliner berbahan ikan lele mulai menarik perhatian masyarakat. Salah satunya datang dari Desa Sedah, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menghadirkan bakso berbahan dasar ikan lele sebagai alternatif menu berbuka puasa. Bakso lele ini dinilai memiliki keunggulan dibanding […]

    Bagikan
  • Pencuri Pompa Air Dibekuk Polisi Usai Dijebak COD, Sempat Diamuk Warga

    Pencuri Pompa Air Dibekuk Polisi Usai Dijebak COD, Sempat Diamuk Warga

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi pencurian mesin pompa air yang meresahkan petani di wilayah Kabupaten Magetan akhirnya terungkap. Seorang pelaku berhasil ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Kartoharjo setelah dijebak melalui transaksi cash on delivery (COD) atau bayar di tempat, Selasa (14/4/2026) malam. Penangkapan berlangsung di pinggir jalan raya Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, sekitar […]

    Bagikan
expand_less