Berita Terkini
Trending Tags

PAD Pariwisata Magetan Baru Tembus Rp8 Miliar, Disbudpar Optimistis Kejar Target Rp23,4 Miliar di 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Libur sekolah diharapkan dongkrak PAD pariwisata. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magetan hingga pertengahan Juni 2026 tercatat telah mencapai lebih dari Rp8 miliar. Meski masih berada di bawah target yang ditetapkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan tetap optimistis mampu mengejar target PAD pariwisata tahun ini yang dipatok sebesar Rp23,4 miliar.

Target tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya dan menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, momentum libur sekolah yang berlangsung sepanjang Juni hingga Juli diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto, mengatakan capaian PAD saat ini telah menembus angka Rp8 miliar. Meski demikian, pihaknya mengakui realisasi tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.

“Untuk capaian PAD hingga bulan Juni ini sudah menginjak angka delapan miliar lebih. Memang masih di bawah target, tetapi kami tetap optimistis karena kondisi ekonomi secara makro saat ini juga sedang lesu. Kami tetap semangat menerima dan menyambut wisatawan agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Sebagai destinasi unggulan, Telaga Sarangan masih menjadi penyumbang terbesar PAD pariwisata Kabupaten Magetan. Selain Telaga Sarangan, kontribusi pendapatan juga berasal dari objek wisata Telaga Wahyu yang dikelola pemerintah daerah.

Untuk mengejar target PAD sebesar Rp23,4 miliar, Disbudpar menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya melalui kolaborasi lintas bidang di internal dinas serta menggandeng berbagai paguyuban pelaku wisata yang ada di kawasan Sarangan.

Menurut Yosef, upaya peningkatan kunjungan wisata tidak hanya difokuskan pada Telaga Sarangan, tetapi juga destinasi lain yang dikelola pemerintah desa wisata maupun pihak swasta. Promosi wisata terus digencarkan melalui media sosial dan berbagai kanal informasi guna menarik wisatawan selama musim libur sekolah.

Beberapa destinasi yang turut dipromosikan antara lain Mojosemi Forest Park, Taman Ria Maospati (Tamris), Lembah Srimpi, kawasan wisata Sgodean, serta sejumlah desa wisata yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami berharap kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Sarangan. Semakin banyak destinasi yang dikunjungi, maka perputaran ekonomi masyarakat juga akan semakin besar, mulai dari pelaku usaha kuliner, penginapan, transportasi wisata hingga pedagang oleh-oleh,” katanya.

Selain promosi, Disbudpar juga berupaya menambah daya tarik wisata melalui penyelenggaraan berbagai atraksi dan pertunjukan budaya. Sejumlah kegiatan seni, pertunjukan tari, hingga live music mulai digelar di kawasan Telaga Sarangan untuk memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat PAD pariwisata sangat bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan. Selama musim libur sekolah, Disbudpar menargetkan rata-rata kunjungan harian ke Telaga Sarangan dapat mencapai sekitar 3.000 wisatawan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya menjaga citra positif pariwisata Magetan dengan mengantisipasi praktik getok harga yang sempat menjadi sorotan. Disbudpar telah melakukan komunikasi dan memberikan imbauan kepada berbagai paguyuban pelaku wisata, mulai dari pengelola perahu, jasa kuda wisata, pedagang kuliner, hingga pelaku usaha perhotelan.

“Kami mengajak seluruh pelaku wisata untuk bersama-sama menjaga citra pariwisata Magetan dengan tidak melakukan getok harga dan tetap memberikan pelayanan prima kepada wisatawan sesuai prinsip Sapta Pesona,” tegas Yosef. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang PT Putera Anugerah di Sayutan Kembali Beroperasi, Legalitas Jadi Tanda Tanya

    Tambang PT Putera Anugerah di Sayutan Kembali Beroperasi, Legalitas Jadi Tanda Tanya

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Setelah satu bulan vakum, aktivitas tambang PT Putera Anugerah di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menggeliat. Suara alat berat kembali terdengar. Debu dan truk lalu lalang menghiasi jalan desa. Namun, kembalinya tambang itu justru menyisakan pertanyaan besar, apakah sudah berizin resmi? Di balik geliat aktivitas tambang, tidak sedikit […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih memiliki kewajiban membayar tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan senilai sekitar Rp6 miliar. Kewajiban tersebut menjadi salah satu konsekuensi tekanan fiskal yang dihadapi daerah setelah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) […]

    Bagikan
  • Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menutup akses Jalan Raya Kaibon–Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (16-02-2026) pagi. Peristiwa ini diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Dampaknya sempat mengganggu arus lalu lintas warga. Pohon dengan diameter sekitar 1,5 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter itu roboh melintang […]

    Bagikan
  • Pencari Ikan Tewas Tersengat Listrik dari Alatnya Sendiri

    Pencari Ikan Tewas Tersengat Listrik dari Alatnya Sendiri

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pencari ikan, Tatag Sugiarto (30), warga Desa Nunut, Kecamatan Babadan, Ponorogo, ditemukan tewas tersengat listrik di Sungai Sekayu, Desa Kranggan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, pada Minggu (27/04) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi masih memegang alat penyetrum ikan berupa aki yang dilengkapi dengan dua kabel. Diduga, korban tewas akibat […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Selidiki Dugaan Korupsi ADD Desa Ngadirejo, Kerugian Negara Capai Rp150 Juta

    Kejari Magetan Selidiki Dugaan Korupsi ADD Desa Ngadirejo, Kerugian Negara Capai Rp150 Juta

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kawedanan, untuk tahun anggaran 2023–2024. Kasus ini kini telah memasuki tahap penyidikan, dengan belasan saksi dari unsur perangkat desa telah dimintai keterangan. Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, […]

    Bagikan
  • Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun Tembus 1.516 Orang, Jiwan dan Saradan Tertinggi

    Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun Tembus 1.516 Orang, Jiwan dan Saradan Tertinggi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius. Hingga November 2025, jumlah penderita tercatat mencapai 1.516 orang, terdiri dari 1.222 kasus HIV dan 294 kasus AIDS. Kasus penderita meninggal dunia sebanyak 728 orang dan penderita hidup 788 orang. Jumlah itu berdasarkan data sebaran per kecamatan yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less