PAD Pariwisata Magetan Baru Tembus Rp8 Miliar, Disbudpar Optimistis Kejar Target Rp23,4 Miliar di 2026
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 84
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magetan hingga pertengahan Juni 2026 tercatat telah mencapai lebih dari Rp8 miliar. Meski masih berada di bawah target yang ditetapkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan tetap optimistis mampu mengejar target PAD pariwisata tahun ini yang dipatok sebesar Rp23,4 miliar.
Target tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya dan menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, momentum libur sekolah yang berlangsung sepanjang Juni hingga Juli diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto, mengatakan capaian PAD saat ini telah menembus angka Rp8 miliar. Meski demikian, pihaknya mengakui realisasi tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.
“Untuk capaian PAD hingga bulan Juni ini sudah menginjak angka delapan miliar lebih. Memang masih di bawah target, tetapi kami tetap optimistis karena kondisi ekonomi secara makro saat ini juga sedang lesu. Kami tetap semangat menerima dan menyambut wisatawan agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Sebagai destinasi unggulan, Telaga Sarangan masih menjadi penyumbang terbesar PAD pariwisata Kabupaten Magetan. Selain Telaga Sarangan, kontribusi pendapatan juga berasal dari objek wisata Telaga Wahyu yang dikelola pemerintah daerah.
Untuk mengejar target PAD sebesar Rp23,4 miliar, Disbudpar menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya melalui kolaborasi lintas bidang di internal dinas serta menggandeng berbagai paguyuban pelaku wisata yang ada di kawasan Sarangan.
Menurut Yosef, upaya peningkatan kunjungan wisata tidak hanya difokuskan pada Telaga Sarangan, tetapi juga destinasi lain yang dikelola pemerintah desa wisata maupun pihak swasta. Promosi wisata terus digencarkan melalui media sosial dan berbagai kanal informasi guna menarik wisatawan selama musim libur sekolah.
Beberapa destinasi yang turut dipromosikan antara lain Mojosemi Forest Park, Taman Ria Maospati (Tamris), Lembah Srimpi, kawasan wisata Sgodean, serta sejumlah desa wisata yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami berharap kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Sarangan. Semakin banyak destinasi yang dikunjungi, maka perputaran ekonomi masyarakat juga akan semakin besar, mulai dari pelaku usaha kuliner, penginapan, transportasi wisata hingga pedagang oleh-oleh,” katanya.
Selain promosi, Disbudpar juga berupaya menambah daya tarik wisata melalui penyelenggaraan berbagai atraksi dan pertunjukan budaya. Sejumlah kegiatan seni, pertunjukan tari, hingga live music mulai digelar di kawasan Telaga Sarangan untuk memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat PAD pariwisata sangat bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan. Selama musim libur sekolah, Disbudpar menargetkan rata-rata kunjungan harian ke Telaga Sarangan dapat mencapai sekitar 3.000 wisatawan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya menjaga citra positif pariwisata Magetan dengan mengantisipasi praktik getok harga yang sempat menjadi sorotan. Disbudpar telah melakukan komunikasi dan memberikan imbauan kepada berbagai paguyuban pelaku wisata, mulai dari pengelola perahu, jasa kuda wisata, pedagang kuliner, hingga pelaku usaha perhotelan.
“Kami mengajak seluruh pelaku wisata untuk bersama-sama menjaga citra pariwisata Magetan dengan tidak melakukan getok harga dan tetap memberikan pelayanan prima kepada wisatawan sesuai prinsip Sapta Pesona,” tegas Yosef. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





