Berita Terkini
Trending Tags

Menilik Petirtaan Dewi Sri Simbatan, Jejak Peradaban Mataram Kuno yang Masih Lestari

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 80
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petirtaan Dewi Sri jadi pusat tradisi masyarakat. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah hamparan persawahan Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berdiri sebuah situs kuno yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Petirtaan Dewi Sri bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga pusat tradisi budaya yang terus diwariskan lintas generasi melalui ritual Bersih Desa dan Tari Ikan Kutuk.

Situs yang kerap disebut Candi Simbatan oleh masyarakat setempat ini diyakini berasal dari masa akhir Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-10 Masehi. Keberadaannya menjadi salah satu bukti pengaruh peradaban Hindu di wilayah lereng timur Gunung Lawu yang kini masuk Kabupaten Magetan.

Petirtaan Dewi Sri dibangun di atas sumber mata air alami yang hingga saat ini masih aktif mengalir. Kompleks petirtaan memiliki kolam utama yang dilengkapi sejumlah pancuran atau jaladwara yang dahulu digunakan sebagai tempat pemandian suci. Berdasarkan data pelestarian situs, di kawasan ini terdapat sedikitnya 12 jaladwara yang menjadi saluran keluarnya air dari mata air utama.

Selain mata air, kawasan petirtaan juga menyimpan sejumlah peninggalan arkeologis berupa arca Dewi Sri yang menjadi ikon situs, arca Kala, fragmen arca kuno, struktur bata kuno, yoni, hingga sumur kuno yang diperkirakan menjadi bagian dari kompleks bangunan pada masa lalu.

Arca Dewi Sri menjadi temuan paling penting karena menunjukkan hubungan situs ini dengan pemujaan terhadap Dewi Sri atau Dewi Laksmi, yang dalam tradisi Hindu-Jawa dikenal sebagai dewi kesuburan, kemakmuran, dan pelindung hasil pertanian. Keberadaan simbol tersebut dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Simbatan yang sejak dahulu menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Juru pelihara Petirtaan Dewi Sri, Sumiran, mengatakan mata air yang berada di dalam kompleks situs hingga kini tidak pernah berhenti mengalir meski musim kemarau panjang melanda.

“Air di sini murni dari mata air alami. Saat kemarau panjang pun tetap keluar. Bahkan masyarakat sekitar sering menjadikan kondisi air di petirtaan sebagai patokan untuk mengetahui keadaan sumber air di wilayah desa,” ujarnya.

Menurut Sumiran, keberadaan petirtaan tidak dapat dipisahkan dari tradisi Bersih Desa yang rutin digelar setiap Jumat Pahing bulan Suro. Ritual tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas keberkahan sumber air yang selama berabad-abad menghidupi warga Simbatan.

Image Not Found
Sumber mata air abadi di situs Petirtaan Dewi Sri. Foto : Kus-Sinergia

Dalam rangkaian ritual itu, masyarakat menguras kolam petirtaan dan menangkap ikan kutuk atau ikan gabus yang hidup di dalamnya. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan tayub yang menampilkan Tari Ikan Kutuk, sebuah tradisi yang hanya dapat dijumpai di Simbatan.

“Ikan kutuk ini sudah menjadi bagian dari tradisi sejak zaman nenek moyang. Setiap Bersih Desa ada penarian ikan kutuk yang diiringi gamelan dan waranggana,” kata Sumiran.

Bagi masyarakat Simbatan, ikan kutuk bukan sekadar penghuni kolam petirtaan. Ikan tersebut dipercaya memiliki nilai sakral sehingga tidak boleh diambil sembarangan. Selama bertahun-tahun, warga menjaga keberadaan ikan itu sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dihormati.

Kepercayaan tersebut lahir dari berbagai cerita yang berkembang secara turun-temurun. Salah satunya mengenai warga yang memohon doa dan keberuntungan di kawasan petirtaan sebelum beraktivitas, yang kemudian diyakini memperoleh berkah dalam kehidupannya.

Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, cerita-cerita tersebut menjadi bagian dari tradisi lisan yang memperkuat ikatan masyarakat dengan situs bersejarah tersebut. Karena itu, penghormatan terhadap ikan kutuk lebih dimaknai sebagai penghargaan terhadap alam, sumber kehidupan, dan warisan leluhur yang telah dijaga selama ratusan tahun.

Selain memiliki nilai spiritual, Tari Ikan Kutuk juga mengandung pesan sosial dan ekologis. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga sumber mata air, melestarikan lingkungan, serta mempertahankan kebersamaan masyarakat dalam merawat peninggalan sejarah.

Hingga kini, Petirtaan Dewi Sri tetap menjadi salah satu situs bersejarah paling terawat di Magetan. Di tengah derasnya modernisasi, situs ini menjadi pengingat bahwa warisan Mataram Kuno tidak hanya tersimpan dalam bentuk arca dan bangunan kuno, tetapi juga hidup melalui tradisi yang terus dijaga oleh masyarakatnya.

Melalui Petirtaan Dewi Sri dan Tari Ikan Kutuk, warga Simbatan tidak hanya merawat peninggalan masa lalu, tetapi juga menjaga identitas budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Magetan hingga saat ini. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPMPTSP Sebut Tower BTS PT Mitra Teel Tak Kantongi Izin Resmi

    DPMPTSP Sebut Tower BTS PT Mitra Teel Tak Kantongi Izin Resmi

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah menara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Mitra Teel yang berdiri di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, dipastikan belum mengantongi izin resmi. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, pada Selasa (08/07/2025). Arik menyebut, hingga saat […]

    Bagikan
  • KPK Sita Uang dan Dokumen Penting dari Rumah Kepala DPUPR Kota Madiun

    KPK Sita Uang dan Dokumen Penting dari Rumah Kepala DPUPR Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Terbaru, penyidik lembaga antirasuah menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun, Thariq Megah, Kamis (22/1/2026). Penggeledahan berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Tanjung Manis, Kelurahan Manisrejo, […]

    Bagikan
  • Pengawasan Ditingkatkan, Kompetensi Pengemudi Perahu di Telaga Sarangan Jadi Sorotan

    Pengawasan Ditingkatkan, Kompetensi Pengemudi Perahu di Telaga Sarangan Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Meski sistem keamanan wisata perahu di Telaga Sarangan terus dibenahi, namun insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu perahu wisata baru-baru ini kembali memunculkan sorotan terhadap kompetensi pengemudi serta konsistensi pengawasan di lapangan. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Eka Raditya, menyebutkan bahwa secara umum sistem keamanan […]

    Bagikan
  • Tak Ada Kejelasan Soal Hasil Uji Lab Keracunan MBG, Dinkes Ngawi : Kewenangan BGN

    Tak Ada Kejelasan Soal Hasil Uji Lab Keracunan MBG, Dinkes Ngawi : Kewenangan BGN

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dugaan keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur hingga kini belum ada kejelasan. Termasuk soal hasil uji laboratorium sampel makanan MBG yang disantap para siswa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menegaskan, instansinya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada publik. […]

    Bagikan
  • Sat Lantas Polres Magetan Intensifkan Edukasi Keselamatan di Kawasan Wisata saat Ops Zebra Semeru 2025

    Sat Lantas Polres Magetan Intensifkan Edukasi Keselamatan di Kawasan Wisata saat Ops Zebra Semeru 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan melalui Satuan Lalu Lintas terus mengintensifkan kegiatan Operasi Zebra Semeru 2025. Tak hanya melakukan penegakan hukum di jalur perkotaan, petugas juga menyasar kawasan wisata Telaga Sarangan yang selalu dipadati pengunjung terutama pada akhir pekan. Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Magetan bersama anggotanya memberikan sosialisasi langsung kepada wisatawan terkait pentingnya […]

    Bagikan
  • Jangan Nekat! Perlintasan di Jombang Dipersempit, Truk Besar Dilarang Lewat

    Jangan Nekat! Perlintasan di Jombang Dipersempit, Truk Besar Dilarang Lewat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Jombang – Upaya menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026 terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Salah satunya melalui penyempitan jalan di perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di perlintasan JPL 76 Km 86+1/2 lintas Jombang–Sembung, tepatnya di […]

    Bagikan
expand_less