Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 232
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang gerabah Magetan keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro yang selama ini identik dengan berbagai tradisi adat dan ritual masyarakat Jawa ternyata belum mampu mendongkrak penjualan gerabah tradisional di Kabupaten Magetan. Para pedagang gerabah di kawasan Pasar Sayur Magetan mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan di sejumlah lapak gerabah menunjukkan berbagai produk tradisional seperti ngaron, kendi, hingga kwali kecil masih tersusun rapi. Namun, kondisi pasar tampak jauh lebih sepi. Aktivitas transaksi yang biasanya meningkat menjelang dan selama Bulan Suro kini tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

Salah seorang pedagang gerabah, Jono, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir penjualan gerabah yang biasanya digunakan untuk kebutuhan tradisi Bulan Suro terus mengalami penurunan. Padahal, momen pergantian tahun Jawa selama ini dikenal sebagai musim ramai bagi para pedagang gerabah.

“Kalau dulu saat Bulan Suro bisa terjual sampai 400 sampai 500 biji. Sekarang paling banyak sekitar 20 biji saja. Jauh sekali bedanya,” ujar Jono.

Menurutnya, menurunnya jumlah pembeli membuat stok gerabah masih banyak tersimpan di lapak. Kondisi tersebut memaksa pedagang mengurangi pasokan dari para pengrajin karena khawatir barang tidak laku terjual.

Meski permintaan menurun, harga gerabah tradisional relatif stabil. Ngaron ukuran besar dijual sekitar Rp20 ribu per buah, sedangkan ukuran kecil dibanderol Rp10 ribu. Untuk kendi, harganya berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per buah, sementara kwali kecil dijual seharga Rp15 ribu.

Jono menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan gerabah. Selain semakin banyak warga yang berbelanja secara daring, produk berbahan plastik juga dinilai lebih praktis dan mudah ditemukan di pasaran.

“Sekarang orang banyak yang beli barang lewat online. Selain itu, banyak juga yang beralih ke wadah plastik karena lebih mudah dicari dan dianggap lebih praktis,” katanya.

Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan kerajinan gerabah tradisional yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat. Padahal sejumlah jenis gerabah masih digunakan dalam berbagai ritual adat dan tradisi yang berkaitan dengan Bulan Suro.

Menurunnya minat masyarakat terhadap gerabah tradisional dinilai menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan gaya hidup yang semakin mengutamakan kepraktisan. Jika kondisi ini terus berlangsung, keberadaan produk gerabah dikhawatirkan semakin terpinggirkan oleh produk pabrikan modern.

Para pedagang berharap ada upaya pelestarian dan promosi terhadap produk gerabah lokal agar tetap diminati masyarakat. Selain memiliki nilai fungsi, gerabah juga menyimpan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Harapannya masyarakat masih mau menggunakan gerabah, terutama untuk kebutuhan tradisi. Kalau tidak ada yang membeli, lama-lama kerajinan seperti ini bisa semakin berkurang,” tutur Jono.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pedagang tetap optimistis gerabah tradisional memiliki pasar tersendiri. Mereka berharap momentum Bulan Suro dan berbagai kegiatan budaya di Magetan dapat kembali mengangkat minat masyarakat terhadap produk kerajinan lokal sehingga tradisi dan kearifan budaya yang melekat pada gerabah tetap lestari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berantas Praktik Perjudian, Satreskrim Polres Ponorogo Ringkus Belasan Pelaku

    Berantas Praktik Perjudian, Satreskrim Polres Ponorogo Ringkus Belasan Pelaku

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas praktik perjudian di wilayah Bumi Reog. Dalam operasi yang digelar di sejumlah kecamatan, polisi menggerebek beberapa lokasi yang diduga menjadi arena perjudian dan mengamankan belasan orang yang terlibat. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Normalisasi Perlintasan JPL 245 Tulungagung, Antisipasi Kecelakaan Jelang Angkutan Lebaran 2026

    KAI Daop 7 Madiun Normalisasi Perlintasan JPL 245 Tulungagung, Antisipasi Kecelakaan Jelang Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia | Tulungagung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melakukan normalisasi jalur dengan menyempitkan perlintasan sebidang JPL No. 245 di Km 154+5/6, Dusun Manggisan, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, menjelang Angkutan Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Penyempitan dilakukan pada jalur antara […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Jalur Ngawi–Karangjati, Satu Pejalan Kaki Meninggal Dunia

    Kecelakaan di Jalur Ngawi–Karangjati, Satu Pejalan Kaki Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan yang melibatkan satu unit mobil Honda Brio dan dua pejalan kaki terjadi di Jalan Raya Ngawi–Karangjati KM 05–06, tepatnya di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya luka ringan. “Kedua korban berada di sisi timur jalan dan hendak […]

    Bagikan
  • Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dua pekerja bajak sawah di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat hendak memperbaiki sambungan kabel pompa submersible, Sabtu (21/2/2026). Peristiwa nahas itu menimpa Yoni Asmoro (45) dan Puji Utomo (47) warga setempat. Keduanya tewas di lokasi kejadian setelah tersetrum kabel yang diduga masih bertegangan […]

    Bagikan
  • LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tambahan 19.040 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga sejak Kamis (26/06/2025) hingga Sabtu (28/06/2025) ternyata belum mampu mengatasi kelangkaan yang terus dikeluhkan warga Magetan. Di tengah momentum peringatan Tahun Baru Islam, masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga, justru semakin kesulitan mendapatkan gas melon bersubsidi […]

    Bagikan
  • Upacara Harkitnas ke-117, Wali Kota Maidi Ajak ASN Jadi Pelaku Perubahan

    Upacara Harkitnas ke-117, Wali Kota Maidi Ajak ASN Jadi Pelaku Perubahan

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 dengan menggelar upacara yang berlangsung khidmat di kawasan Ngrowo Bening, Selasa pagi (20/05/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dan diikuti oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun. Wali […]

    Bagikan
expand_less