Berita Terkini
Trending Tags

Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 189
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang gerabah Magetan keluhkan sepinya pembeli. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Bulan Suro yang selama ini identik dengan berbagai tradisi adat dan ritual masyarakat Jawa ternyata belum mampu mendongkrak penjualan gerabah tradisional di Kabupaten Magetan. Para pedagang gerabah di kawasan Pasar Sayur Magetan mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan di sejumlah lapak gerabah menunjukkan berbagai produk tradisional seperti ngaron, kendi, hingga kwali kecil masih tersusun rapi. Namun, kondisi pasar tampak jauh lebih sepi. Aktivitas transaksi yang biasanya meningkat menjelang dan selama Bulan Suro kini tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

Salah seorang pedagang gerabah, Jono, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir penjualan gerabah yang biasanya digunakan untuk kebutuhan tradisi Bulan Suro terus mengalami penurunan. Padahal, momen pergantian tahun Jawa selama ini dikenal sebagai musim ramai bagi para pedagang gerabah.

“Kalau dulu saat Bulan Suro bisa terjual sampai 400 sampai 500 biji. Sekarang paling banyak sekitar 20 biji saja. Jauh sekali bedanya,” ujar Jono.

Menurutnya, menurunnya jumlah pembeli membuat stok gerabah masih banyak tersimpan di lapak. Kondisi tersebut memaksa pedagang mengurangi pasokan dari para pengrajin karena khawatir barang tidak laku terjual.

Meski permintaan menurun, harga gerabah tradisional relatif stabil. Ngaron ukuran besar dijual sekitar Rp20 ribu per buah, sedangkan ukuran kecil dibanderol Rp10 ribu. Untuk kendi, harganya berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per buah, sementara kwali kecil dijual seharga Rp15 ribu.

Jono menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan gerabah. Selain semakin banyak warga yang berbelanja secara daring, produk berbahan plastik juga dinilai lebih praktis dan mudah ditemukan di pasaran.

“Sekarang orang banyak yang beli barang lewat online. Selain itu, banyak juga yang beralih ke wadah plastik karena lebih mudah dicari dan dianggap lebih praktis,” katanya.

Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan kerajinan gerabah tradisional yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat. Padahal sejumlah jenis gerabah masih digunakan dalam berbagai ritual adat dan tradisi yang berkaitan dengan Bulan Suro.

Menurunnya minat masyarakat terhadap gerabah tradisional dinilai menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan gaya hidup yang semakin mengutamakan kepraktisan. Jika kondisi ini terus berlangsung, keberadaan produk gerabah dikhawatirkan semakin terpinggirkan oleh produk pabrikan modern.

Para pedagang berharap ada upaya pelestarian dan promosi terhadap produk gerabah lokal agar tetap diminati masyarakat. Selain memiliki nilai fungsi, gerabah juga menyimpan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Harapannya masyarakat masih mau menggunakan gerabah, terutama untuk kebutuhan tradisi. Kalau tidak ada yang membeli, lama-lama kerajinan seperti ini bisa semakin berkurang,” tutur Jono.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pedagang tetap optimistis gerabah tradisional memiliki pasar tersendiri. Mereka berharap momentum Bulan Suro dan berbagai kegiatan budaya di Magetan dapat kembali mengangkat minat masyarakat terhadap produk kerajinan lokal sehingga tradisi dan kearifan budaya yang melekat pada gerabah tetap lestari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Nahkoda Baru Korem 081/DSJ

    Mengenal Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Nahkoda Baru Korem 081/DSJ

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Komandan Korem 081 Dhirot Saha Jaya akhirnya terjawab. Kolonel Arm Untoro Hariyanto resmi menjabat sebagai Danrem 081/DSJ. Prosesi penyerahan jabatan dipimpin oleh Pangdam V/ Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/2/2025). Mayjen TNI Rudy Saladin menilai Kolonel Arm Untoro akan dapat menindaklanjuti apa yang […]

    Bagikan
  • Tata Kelola Sehat dan Transparan, Dua BUMD Pemkab Madiun Diganjar Top BUMD Award

    Tata Kelola Sehat dan Transparan, Dua BUMD Pemkab Madiun Diganjar Top BUMD Award

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Madiun kembali diakui secara positif. Terbukti kedua perusahaan plat merah ini kembali mendapat penghargaan yakni Top BUMD Award yang diberikan kepada Perumda Air Minum Tirta Dharma Purabaya dan BPR Kabupaten Madiun.  Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan reward ini merupakan kebanggaan bersama sekaligus amanah […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Madiun Minta Bantuan Alsintan ke Pemerintah Pusat

    Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Madiun Minta Bantuan Alsintan ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan panen raya padi bulan April ini mencapai luas 15 ribu hektar. Kegiatan panen raya digelar di area persawahan Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Senin (07/04/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda. Hari Wuryanto mengatakan, panen kali ini menunjukkan hasil memuaskan. Meski masih […]

    Bagikan
  • Pelajar SMP dan SMA Bermesraan di Alun-alun Ngawi, di Bawa Satpol PP

    Pelajar SMP dan SMA Bermesraan di Alun-alun Ngawi, di Bawa Satpol PP

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dua remaja asal Kabupaten Bojonegoro harus berurusan dengan Satpol PP Ngawi setelah ketahuan bermesraan di kawasan Alun-alun Merdeka, Senin (15/09/2025) pagi. Keduanya, yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA, diamankan petugas usai mendapat laporan dari masyarakat. Perilaku mereka dinilai tidak pantas dilakukan di ruang publik. Saat diamankan, keduanya masih mengenakan seragam […]

    Bagikan
  • Pencuri Pompa Air Dibekuk Polisi Usai Dijebak COD, Sempat Diamuk Warga

    Pencuri Pompa Air Dibekuk Polisi Usai Dijebak COD, Sempat Diamuk Warga

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi pencurian mesin pompa air yang meresahkan petani di wilayah Kabupaten Magetan akhirnya terungkap. Seorang pelaku berhasil ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Kartoharjo setelah dijebak melalui transaksi cash on delivery (COD) atau bayar di tempat, Selasa (14/4/2026) malam. Penangkapan berlangsung di pinggir jalan raya Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, sekitar […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota dan Komunitas Ojol Gelar Salat Gaib untuk Alm. Affan Kurniawan

    Polres Madiun Kota dan Komunitas Ojol Gelar Salat Gaib untuk Alm. Affan Kurniawan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota melaksanakan salat gaib dan doa bersama di Masjid Al Mukhlisin pada Jumat (29/08/2025). Acara ini diikuti oleh seluruh personel Polres, jajaran Polsek, tokoh agama, serta komunitas ojek online (Ojol) Madiun. Salat gaib dipimpin KH. Fathurhman atau yang akrab disapa Gus Mamang. Dalam doa bersama, ia memohon keselamatan, […]

    Bagikan
expand_less