Berita Terkini
Trending Tags

Populasi Ikan Dewa di Telaga Sarangan Merosot Tajam, Pemkab Magetan Tunda Penebaran Benih Baru

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Populasi ikan dewa Telaga Sarangan terus menurun drastis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya konservasi ikan dewa (Tor soro) di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, menghadapi tantangan serius. Populasi ikan endemik yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi itu terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 10 ribu benih yang ditebar pada 2019, kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen.

Penurunan populasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Magetan karena ikan dewa sebelumnya diproyeksikan sebagai ikon konservasi perairan sekaligus daya tarik wisata alam di kawasan Telaga Sarangan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menjelaskan, berkurangnya populasi ikan dewa disebabkan oleh dua faktor utama, yakni serangan ikan predator invasif yang hidup di telaga serta masih ditemukannya aktivitas pemancingan liar.

“Dari benih yang ditebar pada tahun 2019, saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen. Kendalanya karena dimangsa ikan predator dan juga dipancing,” ujarnya.

Selain di Telaga Sarangan, ikan dewa juga masih dapat ditemukan di kawasan mata air Sumber Dodol, Kecamatan Panekan. Namun, jumlahnya juga relatif terbatas dan diperkirakan hanya sekitar seribu ekor.

Meski di sejumlah daerah ikan dewa telah dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi karena memiliki kandungan gizi tinggi dan cita rasa yang baik, Pemerintah Kabupaten Magetan belum mengizinkan pemanfaatannya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kebijakan ini diambil karena pemerintah masih memprioritaskan upaya pelestarian. Dengan kondisi populasi yang terus menurun, aktivitas penangkapan maupun pemancingan ikan dewa masih dilarang agar proses regenerasi di habitat alaminya dapat berlangsung secara optimal,” imbuhnya.

Sebagai langkah lanjutan, Disnakan Magetan memutuskan belum akan melakukan penebaran benih ikan dewa di Telaga Sarangan. Keputusan itu diambil karena ancaman dari ikan predator invasif dinilai masih tinggi sehingga peluang hidup benih baru belum optimal.

Sebagai alternatif, pemerintah akan memperkuat program konservasi melalui pengaktifan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), meningkatkan sosialisasi larangan pemancingan ikan dewa, serta mengkaji lokasi perairan umum daratan lain yang memiliki karakteristik habitat serupa dengan Telaga Sarangan untuk dijadikan tempat pelepasliaran benih.

“Tentunya diharapkan ini mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan dewa sekaligus menjaga keberadaan salah satu spesies ikan asli Indonesia yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan potensi wisata bagi Kabupaten Magetan,” pungkas Nur.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian habitat ikan dewa dengan mematuhi larangan pemancingan serta mendukung upaya konservasi. Keberhasilan pelestarian spesies ini dinilai tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    Karangrejo Jadi Lokasi Alternatif Sekolah Rakyat Magetan, Nilai Proyek Diperkirakan Senilai Rp. 200 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mengalami pergeseran lokasi. Setelah proposal pembangunan di lahan bekas SDN Selosari 4 ditolak pemerintah pusat, Pemkab Magetan kini menyiapkan opsi baru di Kecamatan Karangrejo. Lahan seluas 8 hektare di wilayah ini kini diajukan sebagai kandidat lokasi baru proyek pendidikan skala nasional tersebut. Lokasinya tak […]

    Bagikan
  • Stok Beras SPHP di Pasar Legi Ponorogo Kosong Dua Pekan, Harga Beras Ikut Naik

    Stok Beras SPHP di Pasar Legi Ponorogo Kosong Dua Pekan, Harga Beras Ikut Naik

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Legi Ponorogo dilaporkan kosong dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak warga kesulitan mendapatkan beras bersubsidi yang selama ini menjadi pilihan karena harganya lebih terjangkau. Salah satu pedagang beras di Pasar Legi, Suhartiningsih, mengatakan permintaan beras SPHP masih sangat tinggi. […]

    Bagikan
  • 26 Puskesmas di Kabupaten Madiun Mulai Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

    26 Puskesmas di Kabupaten Madiun Mulai Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 26 Puskesmas di Kabupaten Madiun mulai melaksanakan program Presiden Prabowo Subianto yakni Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Selasa (11/2/2025). Nantinya Dinas Kesehatan bersama tim medis Puskesmas akan masif mensosialisasikan kepada masyarakat serta mengenalkan aplikasi satu data mobile untuk peserta PKG.  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo menjelaskan bagi […]

    Bagikan
  • Bumdes Tidak Butuh Orang Pintar, Lebih Utama Sosok Berjiwa Bisnis

    Bumdes Tidak Butuh Orang Pintar, Lebih Utama Sosok Berjiwa Bisnis

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) hingga kini masih menarik untuk dikulik. Sebagai komponen pendulang pendapatan asli desa, hadirnya Bumdes tidak harus dikomando orang pintar. Justru sosok pengurus berjiwa bisnis tinggi yang cukup pas menahkodai Bumdes. Pernyataan ini muncul dari seorang tenaga ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Madiun, Deyisnil Fariadi […]

    Bagikan
  • Naker Fest 2025 Sediakan 2.058 Lowongan Kerja

    Naker Fest 2025 Sediakan 2.058 Lowongan Kerja

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar Naker Fest 2025 di GOR Wilis pada Selasa (30/09/2025) hingga Rabu (01/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan 26 perusahaan dari wilayah Madiun Raya. Perusahaan yang terlibat meliputi sektor pabrik hingga lembaga penyalur tenaga kerja ke luar negeri. Dalam Naker Fest ini tersedia 2.058 lowongan pekerjaan. Dari jumlah tersebut, […]

    Bagikan
  • Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman Sayur, Petani Ponorogo Merugi Dua Kali Lipat

    Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman Sayur, Petani Ponorogo Merugi Dua Kali Lipat

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Wilis dalam dua pekan terakhir membuat petani sayur-mayur di Ponorogo mengalami kerugian besar. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk sebelum masa panen. Langgeng Setiyono, seorang petani di Desa Pudak Kulon, Kecamatan Pudak, mengaku hasil panennya turun drastis. Biasanya ia bisa memanen […]

    Bagikan
expand_less