Berita Terkini
Trending Tags

Rocky Gerung Bedah Marhaenisme di Magetan, Ajak Generasi Muda Bangun Tradisi Berpikir Kritis

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rocky Gerung bedah Marhaenisme di hadapan peserta diskusi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Gagasan Marhaenisme dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa di tengah perubahan zaman. Namun, pemikiran yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak cukup dipahami sebagai sejarah perjuangan semata, melainkan harus menjadi metode berpikir dalam membaca persoalan sosial, ekonomi, politik, hingga lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Kegiatan yang dihadiri kader partai, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum itu menghadirkan filsuf Rocky Gerung, akademisi Universitas Airlangga Erlangga Pribadi Kusman, serta aktivis Kamisan Madiun Haidar Villa sebagai narasumber.

Forum diskusi tersebut sekaligus menjadi ajang bedah buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z”, karya Rocky Gerung bersama Erlangga Pribadi Kusman. Buku itu mencoba menerjemahkan kembali pemikiran Bung Karno agar lebih mudah dipahami dan relevan dengan tantangan yang dihadapi Generasi Z.

Moderator diskusi, Saka Dio Prohansah, mengatakan Soekarno Talk In tidak dimaksudkan untuk membangkitkan romantisme sejarah terhadap Bung Karno. Sebaliknya, forum itu diharapkan menjadi ruang menguji apakah Marhaenisme masih mampu menjadi pijakan dalam menjawab persoalan masyarakat Indonesia saat ini.

“Kita tidak sedang bernostalgia terhadap ajaran Bung Karno. Yang ingin kita lakukan adalah menguji apakah Marhaenisme masih relevan menjadi cara membaca realitas sosial yang terus berubah,” ujarnya.

Akademisi Universitas Airlangga, Erlangga Pribadi Kusman, menjelaskan bahwa lahirnya Marhaenisme tidak terlepas dari kemampuan Bung Karno membaca persoalan konkret yang dihadapi rakyat Indonesia pada masa penjajahan.

Menurutnya, Bung Karno tidak membangun teori berdasarkan konsep-konsep abstrak semata. Ia menyusun gagasan Marhaenisme dari pengalaman nyata masyarakat yang hidup dalam kemiskinan meski memiliki alat produksi sendiri.

“Ketika Bung Karno berbicara tentang Marhaen, beliau sedang berbicara tentang problem yang benar-benar dialami rakyat Indonesia. Karena itu pemikirannya diterima masyarakat,” kata Erlangga.

Ia menambahkan, konteks tersebut harus terus diperbarui sesuai perkembangan zaman. Jika dahulu Marhaen identik dengan petani kecil yang memiliki lahan tetapi tetap miskin, kini sosok tersebut dapat ditemukan pada pekerja sektor digital. Mereka memiliki telepon genggam, sepeda motor, atau perangkat kerja lainnya sebagai alat produksi, tetapi tetap menghadapi ketidakpastian pendapatan dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, persoalan lain seperti mahalnya biaya pendidikan, sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak, ketimpangan sosial, hingga perubahan iklim juga menjadi tantangan baru yang harus dijawab melalui pembaruan cara pandang Marhaenisme.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai anggapan bahwa Indonesia sedang mengalami desukarnoisasi kurang tepat. Menurutnya, justru muncul gejala baru berupa meningkatnya minat generasi muda untuk kembali mempelajari pemikiran Bung Karno. Ia mengaku sering menjumpai mahasiswa yang mulai membaca karya-karya pemikir dunia, termasuk tulisan Soekarno, untuk memahami persoalan bangsa.

Karena itu, buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z disusun bukan untuk melawan desukarnoisasi, melainkan sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan generasi muda terhadap bacaan yang mampu menghubungkan pemikiran Bung Karno dengan situasi kekinian.

“Buku ini bukan dibuat untuk menjawab desukarnoisasi. Justru karena ada gairah baru mempelajari Bung Karno, maka kami mencoba menghadirkan narasi yang relevan dengan kondisi hari ini,” ujar Rocky.

Ia menilai selama ini banyak orang mengenal Bung Karno sebatas sebagai orator ulung. Padahal kekuatan utama Presiden pertama RI itu justru terletak pada kemampuan membangun logika berpikir yang sistematis. Menurut Rocky, setiap pidato Bung Karno lahir dari proses membaca realitas sosial secara mendalam, kemudian diterjemahkan menjadi gagasan politik yang mudah dipahami rakyat.

“Belajar Bung Karno bukan hanya belajar retorika. Yang jauh lebih penting adalah belajar logikanya, cara beliau membangun argumentasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengingatkan pentingnya membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Ia menilai gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada aksi demonstrasi atau kritik spontan terhadap pemerintah. Sebaliknya, setiap kritik harus dibangun melalui argumentasi yang kuat agar mampu menawarkan solusi atas persoalan bangsa.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis merupakan warisan utama yang ditinggalkan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa.

“Kalau ingin mengkritik pemerintah, bangun dulu argumentasinya. Jangan hanya marah. Marahlah secara akademis,” tegasnya.

Rocky juga mengingatkan bahwa demonstrasi tanpa dasar pemikiran yang kuat berpotensi kehilangan arah dan mudah dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan politik. Karena itu, mahasiswa perlu memperkuat tradisi membaca, berdiskusi, serta mengembangkan analisis terhadap berbagai persoalan publik.

Pandangan serupa disampaikan aktivis Kamisan Madiun, Haidar Villa. Menurutnya, berbagai bentuk eksploitasi masih terjadi hingga sekarang meski wujudnya berbeda dibanding masa kolonial.

Ia mencontohkan persoalan ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, hingga berbagai kebijakan publik yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil. Karena itu, ia menilai Marhaenisme tetap relevan sebagai alat membaca berbagai bentuk ketidakadilan sosial yang dialami masyarakat saat ini.

Haidar juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab melalui gerakan yang konsisten, berbasis data, dan benar-benar memperjuangkan kepentingan publik.

“Kita tidak bisa memaksa masyarakat percaya. Tetapi kita bisa membangun kepercayaan itu melalui kerja nyata dan gerakan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mengangkat isu komunikasi pemerintah, demokrasi, hingga masa depan gerakan mahasiswa.

Menutup kegiatan, para narasumber sepakat bahwa ruang-ruang diskusi intelektual seperti Soekarno Talk In perlu terus diperbanyak, terutama di kalangan generasi muda. Forum tersebut dinilai penting untuk membangun tradisi berpikir kritis sekaligus menjaga agar pemikiran Bung Karno tidak berhenti sebagai dokumen sejarah, melainkan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Rocky pun mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak sekadar mampu menghafal slogan perjuangan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca realitas secara kritis.

“Gunakan buku ini sebagai tuntunan berpikir. Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menghubungkan ide dengan kenyataan, bukan hanya pandai berteriak,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Kandidat Lolos UKK Dirut Perumdam Kota Madiun, Siapa Paling Berpeluang Terpilih?

    Lima Kandidat Lolos UKK Dirut Perumdam Kota Madiun, Siapa Paling Berpeluang Terpilih?

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses seleksi calon Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki tahapan berikutnya. Dari sembilan pendaftar yang mengikuti seleksi administrasi, lima peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Hasil tersebut tertuang dalam Berita Acara Nomor 05/PANSEL-PDAM.TIRTA.TAMANSARI/VI/2026 tentang hasil seleksi administrasi calon Direktur Utama Perumdam […]

    Bagikan
  • Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Madiun Klaim Stok Beras Surplus 3.357 Ton

    Hadapi Kemarau Panjang, DKPP Madiun Klaim Stok Beras Surplus 3.357 Ton

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Persediaan beras di Kabupaten Madiun masih dalam kondisi surplus memasuki September 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mencatat stok beras per 30 Agustus 2026 mencapai 4.897 ton. Jumlah tersebut bahkan belum memperhitungkan hasil panen padi petani yang berlangsung sepanjang Agustus. Dengan luas lahan baku sawah sekitar 33 ribu […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
  • 37 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

    37 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Sebanyak 37 warga binaan dengan kategori risiko tinggi dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur resmi dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Security di Pulau Nusakambangan, Minggu (28/07/2025). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiono, mengungkapkan bahwa seluruh warga binaan tersebut dipindahkan setelah melalui proses asesmen, penyidikan, dan […]

    Bagikan
  • Benda mencurigakan Terbungkus Kardus di Exit Tol Madiun Diamankan Tim Gegana Polda Jatim

    Benda mencurigakan Terbungkus Kardus di Exit Tol Madiun Diamankan Tim Gegana Polda Jatim

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim Gegana Polda Jatim mengamankan sebuah benda mencurigakan diduga berisi bahan peledak menyerupai bom di sekitar Exit Tol Dumpil Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Kapolres Madiun AKBP Muhammad Zainur Rofik saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan benda tersebut. “Rangkaian yang menyerupai petasan,” tulisnya […]

    Bagikan
  • Seleksi JPTP, 6 ASN Berebut Kursi Kepala DPMPTSP Kota Madiun

    Seleksi JPTP, 6 ASN Berebut Kursi Kepala DPMPTSP Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kursi kosong Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kota Madiun akan segera terisi. Hal ini setelah Pemerintah Kota Madiun menggelar seleksi terbukapengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). 6 nama yang masuk dalam proses seleksi ini di antaranya: Terkait proses seleksi JPTP tersebut, Wali Kota Madiun, Maidi […]

    Bagikan
expand_less