Berita Terkini
Trending Tags

Belanja Pegawai Tembus 37 Persen APBD, Pemkab Magetan Hanya Usulkan 11 Formasi CASN 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Magetan usulkan 11 formasi CASN tahun 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengusulkan hanya 11 formasi dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026. Jumlah itu merosot tajam dibandingkan rekrutmen sebelumnya yang membuka sekitar 1.250 formasi, terdiri atas 1.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 250 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kebijakan tersebut diambil bukan karena kebutuhan aparatur telah terpenuhi, melainkan sebagai konsekuensi dari menurunnya kemampuan fiskal daerah. Berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD), efisiensi anggaran, serta persiapan penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) membuat Pemkab Magetan harus lebih selektif dalam mengusulkan formasi baru.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan, Masruri, mengatakan seluruh formasi yang diusulkan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang dinilai paling mendesak.

“Dari usulan yang kami sampaikan, semuanya untuk bidang kesehatan. Terdiri atas tujuh formasi dokter spesialis, dua dokter umum, dan dua dokter gigi,” ujar Masruri.

Ia menjelaskan, usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Karena itu, jumlah formasi yang nantinya dibuka masih berpeluang berubah sesuai keputusan pemerintah pusat.

Masruri menuturkan, penentuan formasi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), belanja pegawai Kabupaten Magetan saat ini telah mencapai sekitar 37 persen dari total APBD. Angka tersebut melampaui batas maksimal 30 persen yang diwajibkan dalam implementasi penuh UU HKPD mulai tahun 2027.

“Informasi dari BPKPD, belanja pegawai kita sudah lebih dari 30 persen, tepatnya sekitar 37 persen dari total APBD. Kondisi itu ditambah adanya efisiensi anggaran berupa pemotongan dana transfer ke daerah serta persiapan pelaksanaan UU HKPD pada 2027. Karena itu kami mengusulkan formasi yang benar-benar menjadi prioritas, yakni tenaga kesehatan,” jelasnya.

Terbatasnya usulan CASN juga menjadi gambaran besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelayanan publik dan kemampuan anggaran. Di satu sisi, sejumlah organisasi perangkat daerah masih mengalami kekurangan aparatur, namun di sisi lain ruang fiskal untuk merekrut pegawai baru semakin sempit.

Salah satu sektor yang masih mengalami kekurangan ASN adalah pendidikan dasar. Meski demikian, kebutuhan guru belum diusulkan dalam formasi CASN 2026 karena Pemkab Magetan masih menunggu arah kebijakan penataan atau regrouping sekolah dasar yang sedang dikaji.

“Memang masih ada kekurangan di SD. Namun, kami masih melihat perkembangan rencana regrouping sekolah. Nanti kebutuhan itu akan kami tinjau kembali setelah ada kebijakan yang lebih jelas,” pungkas Masruri.

Dengan kondisi tersebut, rekrutmen CASN 2026 di Kabupaten Magetan diproyeksikan menjadi salah satu yang paling sedikit dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah pun memilih memprioritaskan pemenuhan tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, sembari menyesuaikan kebijakan pengelolaan keuangan daerah yang semakin ketat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Hektar Padi Rusak Diserang Wereng, Petani Panen Lebih Awal

    Puluhan Hektar Padi Rusak Diserang Wereng, Petani Panen Lebih Awal

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Puluhan hektar lahan pertanian padi di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, rusak parah akibat serangan hama wereng. Serangan hama tersebut menyebabkan bulir padi kosong dan banyak tanaman mati. Akibatnya, petani terpaksa melakukan panen lebih awal demi menghindari kerugian yang lebih besar. Wereng tak hanya merusak bulir padi, tapi juga […]

    Bagikan
  • Bongkar Rumah Tua, Pekerja di Magetan Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

    Bongkar Rumah Tua, Pekerja di Magetan Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang pekerja tewas setelah tertimpa reruntuhan tembok saat membongkar rumah tua di Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026) siang. Dalam kecelakaan kerja tersebut, seorang pekerja lainnya juga mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis. Korban meninggal dunia diketahui bernama Sabar (69) warga setempat. Ia mengalami luka […]

    Bagikan
  • Truk Bermuatan Tebu Terguling di Karas Magetan, Dua Orang Luka-Luka

    Truk Bermuatan Tebu Terguling di Karas Magetan, Dua Orang Luka-Luka

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah truk bermuatan tebu terguling di Jalan Raya Glodok–Kendal, tepatnya di depan SDN Jungke, Desa Jungke, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (12/06/2025). Kecelakaan lalu lintas ini menyebabkan dua orang mengalami luka-luka dan sempat mengakibatkan kemacetan. Kejadian bermula saat truk bernomor polisi H 9512 AE yang dikemudikan Bagus Yuhana […]

    Bagikan
  • Kaca Bus Restu Panda Pecah Dipukul Sopir Truk di Madiun, Polisi  Mediasi Dua Pihak

    Kaca Bus Restu Panda Pecah Dipukul Sopir Truk di Madiun, Polisi  Mediasi Dua Pihak

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Warga Kabupaten Madiun dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi seorang pria memecahkan kaca Bus Restu Panda. Pria tersebut diduga merupakan sopir truk yang terlibat perselisihan dengan bus. Peristiwa itu terjadi di wilayah Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (15/8/2026). Bus Restu Panda diketahui melayani rute Surabaya-Magetan. Dalam video yang […]

    Bagikan
  • Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

    Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan kini memasuki fase demografis yang semakin menantang. Data terbaru mencatat bahwa 20,3 persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa merupakan kelompok lanjut usia. Angka ini bukan hanya menunjukkan populasi yang menua, tetapi juga menandai meningkatnya kebutuhan layanan sosial dan kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini. Kepala Dinas Sosial […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
expand_less