Sopir Avanza yang Masuk Jurang di Dagangan Meninggal, Korban Tewas Jadi Dua
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal minibus Toyota Avanza yang terjun ke jurang di jalur Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, bertambah menjadi dua orang. Sopir kendaraan, Yatim (60), meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Dolopo pada Kamis (23/7/2026) dini hari.
Sebelumnya, satu penumpang bernama Suwarno (38), warga Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, dinyatakan meninggal di lokasi kejadian usai mobil yang ditumpanginya terperosok ke jurang sedalam sekitar 25 meter pada Rabu (22/7/2026) malam.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, mengatakan kecelakaan bermula saat minibus Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW melaju dari arah timur membawa tujuh orang, termasuk pengemudi.
Sesampainya di ruas jalan Desa Segulung yang dikenal memiliki turunan curam dan tikungan tajam ke kanan, kendaraan diduga hilang kendali. Mobil kemudian keluar dari badan jalan dan jatuh ke jurang.
“Lokasi kejadian memang berada di jalan yang sepi, minim penerangan, dan belum dilengkapi rambu peringatan. Kendaraan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter,” ujar IPDA Andika, Kamis (23/7/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, Suwarno meninggal di tempat karena mengalami luka berat. Sementara Yatim sempat dilarikan ke RSUD Dolopo dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong.
Selain dua korban meninggal, lima penumpang lainnya selamat. Mereka mengalami luka-luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga mengungkapkan, rombongan asal Kecamatan Kebonsari itu baru pulang dari menghadiri takziah. Berdasarkan informasi awal, pengemudi diduga kurang menguasai medan karena menuju lokasi dengan bantuan aplikasi navigasi.
Benturan keras saat kendaraan masuk ke jurang menyebabkan minibus mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan dan sisi bodi kendaraan.
Hingga kini, Satlantas Polres Madiun masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan faktor-faktor lain yang diduga memicu insiden tersebut. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




