Berita Terkini
Trending Tags

Produksi Telur Magetan Melimpah, SPPG Diminta Sajikan Menu Telur 2–3 Kali Sepekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
SPPG didorong serap telur peternak lokal Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Produksi telur ayam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang mencapai sekitar 79,2 ton per hari membuat pemerintah mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen untuk membantu menyerap kelebihan pasokan di tingkat peternak.

Salah satu langkah yang didorong Badan Gizi Nasional (BGN) adalah meningkatkan penggunaan telur sebagai menu MBG. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Magetan diminta menyajikan menu lauk telur sedikitnya dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam pertemuan ratusan pegawai SPPG di Pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Kamis (13/8/2026). Mereka mendapat pengarahan mengenai penguatan tata kelola program sekaligus optimalisasi penggunaan produk pangan lokal.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan Magetan menjadi salah satu daerah dengan produksi telur yang tinggi. Karena itu, keberadaan program MBG dinilai dapat dimanfaatkan untuk membantu memperluas serapan telur dari peternak lokal.

“SE itu harus dan wajib dijalankan, terutama di Kabupaten Magetan ini peternaknya luar biasa banyak. Maka dari itu untuk menu telur kami mewajibkan antara dua sampai tiga kali dalam sepekan,” ujar Teguh.

Dorongan tersebut tidak terlepas dari ketimpangan antara produksi dan konsumsi telur di Magetan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan produksi telur di Magetan mencapai sekitar 79,2 ton per hari. Sementara tingkat konsumsi masyarakat hanya berada di kisaran 30,3 ton per hari. Kondisi tersebut menciptakan kelebihan pasokan atau oversupply yang kemudian memberikan tekanan terhadap harga telur di tingkat peternak.

Program MBG sebenarnya telah ikut menyerap produk telur dari pasar. Saat ini, kebutuhan MBG disebut mencapai sekitar 7 ton telur per pekan. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mampu mengimbangi besarnya produksi telur harian peternak Magetan.

Karena itu, BGN mendorong agar penyerapan melalui program MBG ditingkatkan, terutama dengan mengutamakan produk peternak lokal.

Penguatan serapan telur tersebut juga diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran BGN Nomor 14 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Pembelian Produk Perunggasan. Melalui aturan tersebut, SPPG diwajibkan melakukan pengadaan bahan baku produk perunggasan secara langsung dari peternak.

Teguh mengatakan aturan tersebut perlu dijalankan secara konsisten, terutama di daerah sentra produksi seperti Magetan. Menurutnya, mekanisme pembelian langsung diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

Selain persoalan serapan, BGN juga menekankan pentingnya integritas pengelola SPPG dalam proses pengadaan bahan makanan untuk program MBG. Setiap SPPG memiliki acuan harga pembelian atau HAP yang harus menjadi pedoman. Karena itu, proses pengadaan tidak boleh dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan melalui penggelembungan harga atau mark-up.

BGN memastikan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran dan pengadaan bahan baku MBG akan terus dilakukan. Audit dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan harga pembelian sesuai dengan ketentuan sekaligus mencegah penyimpangan.

Teguh mengingatkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan dugaan pelanggaran, termasuk gratifikasi atau tindak pidana lainnya, persoalan tersebut dapat berujung pada proses hukum.

“Sudah ada acuan HAP-nya, ada standar harganya. Jika hasil audit pemeriksaan menemukan hal tersebut, tidak menutup kemungkinan ada penindakan dari pihak berwajib,” tegasnya.

Menurut Teguh, pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga agar program MBG tidak hanya berjalan dari sisi pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang sehat bagi rantai pasok pangan lokal.

Bagi Magetan, optimalisasi penyerapan telur melalui MBG menjadi penting di tengah tingginya produksi peternak. Dengan produksi yang lebih dari dua kali lipat konsumsi harian, tambahan pasar diperlukan agar kelebihan pasokan tidak terus menekan harga.

Di sisi lain, peningkatan penggunaan telur sebagai menu MBG harus tetap berjalan dalam koridor tata kelola yang transparan. Dengan pembelian langsung dari peternak, penerapan HAP, serta pengawasan terhadap SPPG, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak telur di Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Hilang di Sungai Wilangan Ponorogo Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Korban Hilang di Sungai Wilangan Ponorogo Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Kuntarto (33), warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi ditutup. Komandan Tim SAR Gabungan, Dian Susetio […]

    Bagikan
  • Terungkap! Ini Daftar Nama yang Ikut Bupati Ponorogo Digelandang ke KPK

    Terungkap! Ini Daftar Nama yang Ikut Bupati Ponorogo Digelandang ke KPK

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko resmi dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). Tak sendiri, Sugiri berangkat ke Jakarta bersama enam orang lainnya yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Dari foto yang beredar, Sugiri tampak mengenakan rompi hitam yang biasa ia kenakan dalam kegiatan […]

    Bagikan
  • Tabrakan Beruntun Pick Up KDMP dan 2 truk di Jalur Ngawi–Karangjati

    Tabrakan Beruntun Pick Up KDMP dan 2 truk di Jalur Ngawi–Karangjati

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk colt diesel dan satu kendaraan pick up KDMP terjadi di Jalan Raya Ngawi–Karangjati kilometer 19-20, tepatnya di wilayah Desa Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/5/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kendaraan pick […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Tunjuk Sigit Budiarto sebagai Plt Sekda Usai Tontro Purna Tugas

    Bupati Madiun Tunjuk Sigit Budiarto sebagai Plt Sekda Usai Tontro Purna Tugas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi menunjuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sigit Budiarto, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah mulai Senin, 1 Desember 2025. Keputusan ini diambil sehari setelah Sekda sebelumnya, Tontro Pahlawanto, memasuki masa purna tugas pada 30 November 2025. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan penunjukan ini penting untuk […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Libur Panjang, Terminal Purboyo Tambah 6 Armada Bus

    Lonjakan Penumpang Libur Panjang, Terminal Purboyo Tambah 6 Armada Bus

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Lonjakan jumlah penumpang terjadi selama libur panjang pekan ini di Terminal Tipe A Purboyo Madiun pada Selasa (13/05/2025). Berdasarkan pantauan langsung, terjadi peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah armada maupun penumpang. Wasatpel Terminal Tipe A Purboyo Madiun, Ali Imron, mengungkapkan bahwa sejak kemarin, volume kendaraan mengalami kenaikan hingga 55 persen […]

    Bagikan
  • Perampingan OPD di Lingkup Pemkab Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri

    Perampingan OPD di Lingkup Pemkab Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyiapkan langkah perampingan birokrasi melalui perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK). Kebijakan ini diarahkan untuk menggabungkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya menekan belanja pegawai sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Jika […]

    Bagikan
expand_less