Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Empati untuk Korban Musibah di NTT
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Madiun tak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Di tengah suasana khidmat upacara pengibaran Bendera Merah Putih, Pemerintah Kota Madiun juga mengajak masyarakat menumbuhkan empati dan solidaritas untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah dilanda musibah.
Pesan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun seusai memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Kota Madiun, Senin (17/8/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kota Madiun, personel TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Madiun Armaya bertindak sebagai pembaca Naskah Proklamasi. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Adi Wito Saroni.
Suasana semakin sakral ketika Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 17, 8, dan 45 melangkah tegap menuju podium utama. Plt Wali Kota Madiun menyerahkan duplikat Bendera Merah Putih kepada pembawa baki, Anggraini Fathin Amalia, siswa SMAN 1 Madiun.
Tugas pengibaran kemudian dilaksanakan Syachdan Juan Kalingga dari SMAN 1 Madiun bersama Raditya Fredella Putera Adikusima dan Afiqa Ahza Alviandy dari SMA 3 Taruna Angkasa Jawa Timur. Ketiganya berhasil menjalankan tugas dengan baik hingga Sang Merah Putih berkibar di langit Kota Madiun.
Usai prosesi pengibaran bendera, suasana peringatan kemerdekaan dilanjutkan dengan pertunjukan puisi bertema kemerdekaan. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang menggugah semangat nasionalisme.
Pertunjukan kolaboratif karya Voice Corner juga turut mewarnai peringatan HUT ke-81 RI. Mengangkat keindahan keberagaman Nusantara dalam tajuk “Harmoni untuk Negeri”, penampilan tersebut menjadi gambaran semangat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Plt Wali Kota Madiun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan upacara, terutama para anggota Paskibra Kota Madiun yang telah menjalankan tugas dengan baik.
Bagi Bagus Panuntun, peringatan kemerdekaan tahun ini memiliki makna lebih luas. Selain mengenang perjuangan para pendahulu bangsa, momentum tersebut dinilai tepat untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“NTT ini lagi berduka. Pemerintah kota hari ini lebih fokus bagaimana kita di momen HUT ini lebih kepada bagaimana kita mempunyai empati, peduli, solidaritas kepada saudara-saudara kita yang ada di NTT,” ujarnya.
Menurut Bagus, semangat gotong royong yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia harus terus dijaga. Rasa duka yang dirasakan masyarakat di NTT, kata dia, juga menjadi bagian dari kepedulian bersama sebagai sesama anak bangsa.
“Negara ini dibentuk dengan sebuah gotong royong. Empati, duka yang dirasakan saudara-saudara kita di NTT harus kita bergotong royong membuktikan diri bahwa perjuangan kita harus kita lanjutkan,” katanya.
Pemkot Madiun bersama jajaran Forkopimda pun menyatakan kesiapan untuk ikut membantu meringankan beban para korban musibah di NTT. Bentuk dukungan yang disiapkan saat ini diarahkan melalui penggalangan donasi.
Bagus mengatakan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Madiun nantinya akan membuka donasi yang kemudian disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak musibah di NTT.
“Dinas-dinas akan membuka donasi yang nanti akan dikirimkan ke NTT,” jelasnya.
Terkait kemungkinan pengiriman personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun ke NTT, Bagus menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Lebih ke donasi, menunggu arahan petunjuk dari provinsi dan juga dari nasional. Yang penting kita nanti akan membuka donasi untuk korban di NTT,” ungkapnya.

Pesan solidaritas tersebut menjadi warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Madiun. Di balik pengibaran Sang Merah Putih dan berbagai pertunjukan seni, terselip ajakan untuk memaknai kemerdekaan melalui kepedulian terhadap sesama.
Semangat “Harmoni untuk Negeri” pun tidak berhenti di atas panggung. Bagi Pemkot Madiun, semangat persatuan dan gotong royong juga perlu diwujudkan melalui aksi nyata, termasuk membantu saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



