Berita Terkini
Trending Tags

Lelang Proyek Lanskap MPP Kota Madiun Dievaluasi Ulang, Upah Tenaga Kerja Jadi Sorotan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lelang proyek lanskap MPP Kota Madiun dievaluasi ulang. Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun — Proses lelang proyek penataan lanskap Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Madiun memasuki tahap evaluasi ulang. Keputusan tersebut diambil setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun menemukan persoalan dalam evaluasi teknis terhadap calon penyedia yang sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang oleh kelompok kerja (Pokja) yakni CV BJ.

Perusahaan asal Sidoarjo itu sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp638,12 juta. Nilai tersebut sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek yang mencapai Rp797,65 juta.

Plt Kepala DPUPR Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho alias Inug, mengatakan evaluasi ulang dilakukan setelah PPK dan tim teknis melakukan evaluasi terhadap hasil lelang yang disampaikan Pokja.

“Jadi sesuai dengan aturan LKPP, bahwa setelah penyampaian hasil lelang dari panitia, selaku PPK dan tim teknis dari DPUPR sudah melakukan evaluasi secara teknis terhadap calon penyedia yang ditunjuk oleh panitia lelang atau Pokja,” kata Inug, Jumat (21/8/2026).

Dalam evaluasi tersebut, lanjut dia, terdapat perbedaan pandangan antara PPK dan Pokja terkait hasil penetapan pemenang. Persoalan itu kemudian disampaikan kepada Pengguna Anggaran (PA) untuk mendapatkan keputusan.

Pembahasan dilakukan melalui rapat yang melibatkan Pokja, tim teknis, PPK, serta Inspektorat. Hasilnya, PA menyetujui pertimbangan PPK dan tim teknis untuk melakukan evaluasi ulang.

“Di situ PA memutuskan untuk Pokja melakukan evaluasi ulang terhadap paket tersebut,” jelasnya.

Inug mengungkapkan, salah satu poin yang menjadi perhatian dalam evaluasi teknis adalah komponen upah tenaga kerja yang tercantum dalam dokumen penawaran CV BJ.

Menurut dia, komponen upah harus memperhatikan ketentuan peraturan ketenagakerjaan serta standar upah minimum yang berlaku di Kota Madiun. Sementara itu, dalam dokumen penawaran calon penyedia, komponen upah disebut hanya sekitar Rp1 juta.

“Jadi kita melihat upah yang ditawarkan oleh PT BJ selaku pemenang pertama itu adalah Rp1 juta. Itu sangat jauh dari UMK Kota Madiun,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan sekaligus berpotensi memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Jadi sehingga PPK maupun tim teknis berpendapat bahwa nanti dengan gaji atau upah yang rendah, yang pertama menyalahi aturan dari Undang-Undang Tenaga Kerja, yang kedua akan mempengaruhi dari kinerja pekerjaan tersebut,” katanya.

Menurut Inug, rendahnya komponen upah juga berpotensi memengaruhi jumlah tenaga kerja yang disiapkan penyedia untuk menyesuaikan dengan anggaran yang ditawarkan.

Selain komponen upah, evaluasi teknis turut mempertimbangkan pengalaman serta rekam jejak calon penyedia.

“Jadi pengalaman-pengalaman maupun dari track record yang bisa kita cari di Google, di media sosial, maupun pemberitaan, pasti akan jadi pertimbangan juga,” jelasnya.

Inug menegaskan, keputusan melakukan evaluasi ulang tidak otomatis membuat proyek penataan lanskap MPP Kota Madiun harus melalui tender ulang.

Evaluasi akan dilanjutkan kepada peserta yang berada di peringkat berikutnya. Proses tersebut menjadi kewenangan Pokja sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.

Jika peserta peringkat kedua atau ketiga tidak memenuhi persyaratan teknis, evaluasi dapat dilanjutkan kepada peserta berikutnya sesuai urutan peringkat.

“Jadi tetap akan turun ke peserta yang lainnya yang memang lolos secara evaluasi dari Pokja tetapi tidak masuk daftar peringkat,” katanya.

Dengan demikian, peserta yang sebelumnya berada di peringkat keempat atau kelima juga berpeluang dievaluasi apabila peserta di atasnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan teknis.

Namun, apabila seluruh peserta dinyatakan tidak memenuhi persyaratan setelah proses evaluasi dilakukan, proyek tersebut berpotensi kembali dilelang.

“Kalau tidak ada penyedia yang lulus semuanya, nanti akan dilakukan tender ulang,” pungkas Inug. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sapi Sultan Ponorogo Jadi Rebutan! Harganya Tembus Ratusan Juta

    Sapi Sultan Ponorogo Jadi Rebutan! Harganya Tembus Ratusan Juta

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah pedagang hewan kurban mulai bermunculan dengan berbagai strategi menarik perhatian calon pembeli. Salah satunya dilakukan Danang Saputro, peternak sapi kurban asal Desa Wagirkidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menyediakan hewan kurban kelas premium atau “sapi sultan”. Tak hanya menyediakan sapi berukuran besar, Danang […]

    Bagikan
  • Puluhan Warga Demo di RSUD dr. Harjono Ponorogo, Tuntut Peningkatan Pelayanan dan Klarifikasi Isu Tak Sedap

    Puluhan Warga Demo di RSUD dr. Harjono Ponorogo, Tuntut Peningkatan Pelayanan dan Klarifikasi Isu Tak Sedap

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan warga yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Ponorogo menggelar aksi damai di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono, Senin (23/6/2025). Mereka membawa sejumlah poster berisi tuntutan, mulai dari desakan perbaikan pelayanan hingga permintaan klarifikasi atas isu dugaan tidak sedap yang melibatkan direktur rumah sakit. Koordinator aksi, Wijaya, mengatakan […]

    Bagikan
  • Ratusan Keluarga di Madiun Dapat Listrik Gratis, Terima Bantuan Program BPBL dari Kementerian ESDM

    Ratusan Keluarga di Madiun Dapat Listrik Gratis, Terima Bantuan Program BPBL dari Kementerian ESDM

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebanyak 513 keluarga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akhirnya menikmati akses listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (7/5/2026). Program pemerintah pusat ini menyasar rumah tangga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Pemasangan dilakukan secara bertahap di sejumlah […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah pariwisata. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengatakan Kabupaten Madiun memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor wisata. Selain […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat Ngawi Sudah Berjalan, Guru dan SDM Pendukung Masih Dipenuhi Bertahap

    Sekolah Rakyat Ngawi Sudah Berjalan, Guru dan SDM Pendukung Masih Dipenuhi Bertahap

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Ngawi telah berjalan dan kini menampung lebih dari 200 siswa. Namun, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional sekolah tersebut masih berlangsung. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan proses seleksi guru Sekolah Rakyat Ngawi masih dilakukan dan ditargetkan selesai pada akhir September atau awal Oktober […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Uji Coba Program MASTER CETE, Dorong Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

    Pemkab Madiun Uji Coba Program MASTER CETE, Dorong Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 806
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menguji coba Program MASTER CETE (Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil). Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah. Uji coba program ini digelar di Madiun Umbul Square, Senin (15/12/2025) yang diikuti ratusan siswa tingkat SD dan […]

    Bagikan
expand_less