Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Berebut Uang Koin di Grebeg Maulid, Tradisi Warga Kedondong Madiun yang Bertahan Lintas Generasi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 235
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kebonsari antusias berebut uang koin dan gunungan jajan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ratusan warga memadati halaman rumah sesepuh Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Selasa (25/8/2026). Mereka antusias mengikuti tradisi Grebeg Maulid dengan berebut uang koin yang disebar serta gunungan jajan.

Tradisi tahunan ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga dari berbagai kalangan bahkan rela datang dari desa-desa sekitar hingga wilayah Magetan demi menyaksikan dan mengikuti prosesi sebar udikan.

Sejak siang, warga Dusun Sukorejo membawa buceng atau tumpeng menuju rumah salah satu sesepuh desa. Rangkaian acara diawali dengan selamatan, doa bersama, pembacaan Kitab Barzanji, serta lantunan sholawat yang diiringi kesenian tradisional Gembrung.

Setelah sholawat dilantunkan, suasana berubah riuh. Warga mulai memadati area prosesi untuk menunggu uang koin disebarkan oleh keturunan leluhur desa. Bersamaan dengan itu, gunungan jajan juga dibagikan kepada masyarakat.

Bagi warga, uang koin yang diperebutkan bukan sekadar memiliki nilai nominal. Tradisi tersebut diyakini sebagai simbol sedekah dan harapan memperoleh keberkahan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah seorang warga, Nafi’atul Mu’awanah, mengaku sudah empat kali mengikuti tradisi tersebut setelah diajak keluarganya.

“Sudah empat tahun ini saya diajak saudara ke sini. Ramai sekali. Tadi saya juga mengajak saudara. Filosofinya mereka berbagi keberkahan Maulid atau bersedekah. Kita berharap apa yang didapat di sini juga membawa berkah dari acara Maulid ini,” ujar Nafi’atul.

Tokoh masyarakat Desa Kedondong, Sudarmoko, mengatakan tradisi Grebeg Maulid telah berlangsung secara turun-temurun. Tradisi tersebut diyakini berasal dari Keraton Pakubuwono di Solo yang kemudian dibawa oleh leluhur Desa Kedondong, Eyang Ali Muntohar alias Jayang Sari.

Seiring waktu, tradisi tersebut terus dijaga masyarakat dan berkembang menjadi ritual tahunan yang dikenal sebagai Grebeg Maulid atau sebar udikan.

“Rangkaian acara diawali kesenian Gembrung dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemudian dilanjutkan pembagian gunungan jajan dan sebar uang koin dari hasil sedekah keturunan Eyang Ali Muntohar. Setelah itu ditutup dengan selamatan dan doa bersama,” kata Sudarmoko.

Menurut pria berusia 66 tahun itu, uang koin yang disebar merupakan bentuk sedekah dari warga sekitar dan keluarga besar Eyang Ali Muntohar. Jumlah uang yang disebarkan dalam tradisi tersebut bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Sudarmoko menambahkan, tradisi Grebeg Maulid tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang diyakini membawa keberkahan bagi masyarakat.

Tujuan utama pelaksanaan tradisi tersebut, kata dia, adalah memohon keberkahan kepada Allah SWT sekaligus mengharap syafaat Nabi Muhammad SAW.

Bagi warga Desa Kedondong, Grebeg Maulid menjadi tradisi yang wajib digelar setiap tahun. Masyarakat setempat bahkan memiliki keyakinan tersendiri bahwa tradisi tersebut tidak boleh ditinggalkan karena telah menjadi bagian dari warisan leluhur.

Di tengah perkembangan zaman, antusiasme masyarakat terhadap tradisi sebar udikan justru tidak surut. Riuh warga yang berebut uang koin dan gunungan jajan menjadi bukti bahwa perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan tradisi lokal itu masih bertahan hingga kini. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patroli Rutin Dishub Kota Madiun, Tindak Kendaraan Parkir Sembarangan

    Patroli Rutin Dishub Kota Madiun, Tindak Kendaraan Parkir Sembarangan

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun secara rutin melakukan patrol di sejumlah ruas jalan di Kota Madiun. Petugas pun tak segan untuk memberikan teguran bagi kendaraan baik roda 2, roda 4 atau lebih yang parkir sembarang. Pengendara yang memarkir kendaraan secara sembarangan dinilai dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meskipun jumlahnya terus menurun dalam lima tahun terakhir, pernikahan usia dini di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya hilang. Hingga awal Agustus 2025, tercatat 38 pasangan muda mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Magetan, Miftahuddin, menyebut sebagian besar pengajuan dipicu […]

    Bagikan
  • Jatim Targetkan 2,43 Juta Hektare Tanam Padi 2026, Khofifah Buka Peluang Ekspor Beras

    Jatim Targetkan 2,43 Juta Hektare Tanam Padi 2026, Khofifah Buka Peluang Ekspor Beras

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan luas tanam padi mencapai 2,43 juta hektare pada 2026 sebagai upaya menjaga produksi dan ketersediaan beras di tengah ancaman kekeringan akibat El Nino Godzila. Target ini diiringi percepatan tanam dan dukungan sarana produksi untuk memastikan hasil panen tetap optimal.  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, […]

    Bagikan
  • Buntut Penyelidikan Kejaksaan, Tangisan Sekdin Dukcapil ke Bupati Sugiri

    Buntut Penyelidikan Kejaksaan, Tangisan Sekdin Dukcapil ke Bupati Sugiri

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dampak kasus kredit fiktif di Bank BRI Unit Pasar Ponorogo kian meluas. Belasan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo mendatangi rumah dinas Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (05/06/2025), untuk meminta perlindungan hukum. Aksi itu berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB di Pringgitan, rumah dinas bupati. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dispendukcapil […]

    Bagikan
  • Magetan Siapkan 235 Koperasi Desa Merah Putih, Target Beroperasi dalam Tiga Bulan

    Magetan Siapkan 235 Koperasi Desa Merah Putih, Target Beroperasi dalam Tiga Bulan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menargetkan pembentukan 235 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa dan kelurahan rampung dalam tiga bulan ke depan. Program ini menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam prioritas nasional pembangunan ekonomi desa. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan percepatan […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Cek Fasum serta Pasar Mojorejo, Matangkan Konsep Penataan

    Plt Wali Kota Cek Fasum serta Pasar Mojorejo, Matangkan Konsep Penataan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun meninjau sejumlah fasilitas umum (Fasum) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan OPD terkait pada Selasa (9/6/2026). Seperti pengecekan fasum di Jalan Janoko, Kelurahan Mojorejo Kecamatan Kartoharjo yang sebelumnya telah dibersihkan bersama masyarakat. “Setelah dibersihkan tadi saya cek. Nanti fasum ini bisa dimanfaatkan lagi untuk […]

    Bagikan
expand_less