Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Rapat Paripurna P-APBD 2026, Pemkab Madiun Kejar PAD dan Genjot Infrastruktur Rp89 Miliar

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat paripurna DPRD Kabupate Madiun dalam rangka pembahasan Perubahan APBD 2026. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menghadapi tekanan fiskal dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD (Raperda P-APBD) 2026. Transfer dari pemerintah pusat turun sekitar Rp97,18 miliar, sementara ruang untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terbatas karena pemerintah tidak ingin menambah beban masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Madiun atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026, Senin (31/8/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, dan dihadiri puluhan anggota DPRD bersama jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Madiun.

Dalam jawaban tertulis Bupati Madiun Hari Wuryanto, menyebut PAD dalam perubahan APBD 2026 diproyeksikan meningkat sekitar Rp1,12 miliar. Kenaikan itu berasal dari beberapa komponen. Pajak daerah bertambah sekitar Rp565 juta, retribusi daerah meningkat Rp966,13 juta.

Pemkab Madiun menyatakan peningkatan PAD akan dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, pemutakhiran data objek pajak, pendataan potensi baru, serta digitalisasi pemungutan pajak dan retribusi. Namun, Pemkab menegaskan strategi tersebut tidak boleh berujung pada bertambahnya beban masyarakat.

“Dari beberapa strategi tersebut diharapkan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah yang bersumber dari pungutan kepada masyarakat tidak menambah beban masyarakat,” kata Hari Wuryanto.

Di sisi lain, penurunan transfer pusat menjadi tantangan terbesar dalam menjaga kapasitas fiskal daerah.

Dana transfer pemerintah pusat dalam perubahan APBD 2026 turun sekitar Rp97,18 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada Dana Desa yang berkurang sekitar Rp98,46 miliar atau sekitar 66 persen.

Selain Dana Desa, Dana Alokasi Khusus (DAK) juga mengalami penurunan sekitar Rp1,72 miliar.

Pemkab menjelaskan berkurangnya Dana Desa berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam pelaksanaan sejumlah program strategis nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Meski mengalami penurunan transfer pusat, Kabupaten Madiun memperoleh tambahan transfer antardaerah sekitar Rp44,23 miliar. Tambahan itu berasal dari sejumlah komponen, di antaranya bagi hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sekitar Rp25,33 miliar, bagi hasil pajak rokok sekitar Rp18,25 miliar, bagi hasil Pajak Air Permukaan sekitar Rp132,6 juta, serta bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekitar Rp516,86 juta.

Pemkab juga memperoleh penghargaan kategori Creative Finance dari pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp3 miliar.

Bupati Hari Wuryanto mengatakan penurunan transfer merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus disikapi dengan pengaturan ulang prioritas anggaran.

Image Not Found
Transfer pusat turun Rp97,18 miliar, PAD tetap digenjot. Foto : Tova-Sinergia

“Yang menentukan transfer kan pusat, kita nderek saja. Kebetulan pengurangan ada di transfer Dana Desa. Jadi ini menjadi perhatian kita, menjadi komitmen kita, kita harus lebih mengutamakan skala prioritas untuk bisa memberikan layanan terbaik pada masyarakat,” ujar Hari.

Meski ruang fiskal menyempit, Pemkab Madiun tetap mempertahankan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas pelayanan publik.

Total anggaran belanja jalan dalam perubahan APBD 2026 tercatat sekitar Rp89,05 miliar. 

Pemkab juga menyiapkan sekitar Rp5,03 miliar untuk pembebasan lahan ruas Jalan Panjaitan.

Hari Wuryanto memastikan pekerjaan infrastruktur tersebut dikebut agar tidak menumpuk pada akhir tahun.

“Untuk infrastruktur jalan kita ada Rp89 miliar yang kita lakukan untuk itu. Jadi dalam bentuk apresiasi kepada masyarakat,” kata Hari Wuryanto.

Ia menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan paling lambat Desember 2026.

“Harus Desember selesai. Pokoknya maksimal Desember, kita berupaya maksimal Desember selesai,” ujarnya.

Pemkab menyiapkan monitoring dan evaluasi berkala terhadap progres fisik maupun administrasi. Jika terjadi keterlambatan, langkah percepatan seperti penjadwalan ulang, penambahan sumber daya, hingga peringatan kepada penyedia jasa dapat dilakukan.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Slamet Rijadi mengatakan jawaban Bupati atas pandangan fraksi telah disampaikan dan selanjutnya akan masuk dalam pembahasan teknis di tingkat komisi dan Badan Anggaran (Banggar).

Menurut dia, sejumlah masukan DPRD terkait perubahan APBD telah mendapatkan jawaban dari eksekutif.

“Masukan-masukan kemarin terkait tanggapan itu sudah dijawab semuanya tadi. Lebih detailnya nanti masih dari teman-teman Dewan,” kata Slamet.

DPRD juga akan melakukan pendalaman materi melalui komisi sebelum hasil pembahasan dibawa ke Banggar untuk dibahas bersama pemerintah daerah.

Terkait upaya mendongkrak PAD, Slamet mengakui ruang pemerintah daerah untuk menaikkan pendapatan melalui pungutan kepada masyarakat semakin terbatas.

“Kalau kita menekankan, utamanya pajak masyarakat, sudah tidak mungkin. Karena gejolaknya di masing-masing masyarakat beberapa daerah seperti itu,” ujarnya.

Karena itu, DPRD menyerahkan strategi peningkatan pendapatan kepada Pemkab dengan tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat.

Tantangan P-APBD 2026

Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 kini tidak sekadar soal menambah pendapatan. Pemkab Madiun dituntut mampu mengelola ruang fiskal yang semakin terbatas dengan memastikan anggaran diarahkan pada program yang benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miris, Oknum Kiai di Ngawi Diduga Cabuli Santri Laki-Laki

    Miris, Oknum Kiai di Ngawi Diduga Cabuli Santri Laki-Laki

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Sungguh menggemparkan, seorang oknum kiai di Kabupaten Ngawi diduga melakukan tindak asusila. Oknum kiai berinisial AUR (53) dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan perbuatan asusila terhadap santri laki-laki. Mirisnya, oknum Kiai ini merupakan pengasuh pondok pesantren ternama di Ngawi. Kasus itu terungkap usai jajaran Satreskrim Polres Ngawi menerima laporan dari […]

    Bagikan
  • Terpantau Ngebut di Jalan Tol, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Ops Patuh Semeru 2025

    Terpantau Ngebut di Jalan Tol, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Ops Patuh Semeru 2025

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan kendaraan terjaring razia gabungan petugas di Rest Area KM 597A Jalan Tol Ngawi-Madiun, tepatnya di Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jumat (25/07/2025). Operasi digelar dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2025, dengan fokus pada pelanggaran batas kecepatan kendaraan. Setidaknya 50 pengemudi ditindak dalam operasi yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga […]

    Bagikan
  • Tarekat Syattariyah di Magetan Gelar Salat Idul Adha 8 Juni, Potong 23 Hewan Kurban

    Tarekat Syattariyah di Magetan Gelar Salat Idul Adha 8 Juni, Potong 23 Hewan Kurban

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Jamaah Tarekat Syattariyah di Dukuh Bendo, Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menyelenggarakan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban pada Minggu, (08/06/2025). Pelaksanaan ini berbeda dua hari dari ketetapan pemerintah yang menetapkan Idul Adha pada 6 Juni. Dalam suasana yang khidmat, jamaah yang mayoritas merupakan penganut Tarekat Syattariyah melaksanakan […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun Libatkan Enam Kendaraan di Jalur Ngawi–Karangjati, Lalu Lintas Sempat Tersendat

    Kecelakaan Beruntun Libatkan Enam Kendaraan di Jalur Ngawi–Karangjati, Lalu Lintas Sempat Tersendat

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Arus kendaraan di jalan raya Ngawi–Karangjati KM 17–18, Desa Kedungmiri, Kecamatan Karangjati, sempat tersendat pada Selasa (02/12/2025) siang. Hal itu setelah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Peristiwa bermula ketika truk trailer bernomor polisi L 8766 UCD yang dikemudikan Andi Prasetyo […]

    Bagikan
  • Sidak Ramadan, Stok Aman, Daging dan Cabai Merangkak Naik, Minyakita Tidak Sesuai HET photo_camera 3

    Sidak Ramadan, Stok Aman, Daging dan Cabai Merangkak Naik, Minyakita Tidak Sesuai HET

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki pekan pertama Ramadan 2026 dan mendekati Idul Fitri 1447 H, upaya menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Magetan kembali diperkuat. Satgas Pangan Polres Magetan bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) di dua titik, yaitu Pasar Tradisional Parang dan Pasar Kawedanan. Sidak yang digelar melibatkan seluruh unsur Satgas Saber Pelanggaran […]

    Bagikan
  • Utang Rp. 26 Miliar Terbongkar di KPK, Ketua KONI Ungkap Dana Kampanye Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko

    Utang Rp. 26 Miliar Terbongkar di KPK, Ketua KONI Ungkap Dana Kampanye Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan berbagai dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Ponorogo. Pengusutan ini merupakan kelanjutan pascapenetapan Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah nonaktif Agus Pramono, mantan Direktur RSUD dr. Harjono, hingga sejumlah pihak swasta sebagai tersangka. Terbaru, KPK memanggil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less