PWI Jatim dan PWI Magetan Gelar OKK, Perkuat Kompetensi Wartawan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
- visibility 64
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magetan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) sebagai upaya memperkuat kompetensi, etika, dan profesionalisme wartawan di tengah perkembangan informasi digital yang semakin cepat.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Selasa (1/9/2026), tersebut diikuti 26 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti dari Magetan, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Lamongan, hingga Tuban.
OKK turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Ketua PWI wilayah Mataraman, jajaran pengurus PWI, serta perwakilan Humas Polres Magetan, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan, dan Pemerintah Kabupaten Magetan.
Dua narasumber utama dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PWI Pusat Djoko Tetuko serta Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur Machmud Suhermono.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, OKK tidak sekadar menjadi forum orientasi organisasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman wartawan terhadap prinsip dasar kewartawanan, etika jurnalistik, dan tanggung jawab profesi.
Menurut Lutfil, pembekalan tersebut penting karena perkembangan media digital turut diikuti munculnya pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan, namun dalam praktiknya tidak menjalankan aktivitas jurnalistik berdasarkan kaidah dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Pengetahuan yang diperoleh melalui OKK harus diterapkan dalam proses peliputan, verifikasi informasi, penulisan berita, hingga penyajian produk jurnalistik kepada masyarakat.

“Jangan hanya memahami aturan, tetapi harus mampu menerapkannya dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari. Dengan begitu, karya yang dihasilkan tetap profesional, akurat, dan dipercaya masyarakat,” ujar Lutfil.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menilai keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat. Wartawan tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
“Wartawan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi berkualitas sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial,” kata Nanik.
Nanik juga mengingatkan pentingnya wartawan menjadikan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik sebagai landasan dalam menjalankan profesi. Menurutnya, setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus melalui proses jurnalistik yang bertanggung jawab agar tidak menyesatkan masyarakat.
Produk jurnalistik, lanjut Nanik, harus mengedepankan akurasi, nilai edukasi, serta tanggung jawab kepada publik. Prinsip tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat kini dapat memperoleh dan menyebarkan informasi secara cepat melalui berbagai platform media sosial.
Ia pun meminta insan pers tidak minder dengan keberadaan media sosial yang memiliki jumlah pengikut sangat besar. Menurutnya, ukuran kualitas jurnalistik bukan semata-mata jumlah pengikut, melainkan kompetensi, profesionalisme, dan kredibilitas wartawan dalam menghasilkan informasi.
Di sisi lain, Ketua PWI Kabupaten Magetan Cahyo Nugroho menjelaskan, pelaksanaan OKK juga menjadi bagian dari upaya organisasi mendorong praktik jurnalistik yang sesuai dengan ketentuan profesi.
Cahyo mengatakan, masih adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan tanpa memahami prinsip dasar kewartawanan menjadi salah satu alasan pentingnya pembekalan dan orientasi bagi insan pers.
“Melalui pelatihan dan pembekalan ini, PWI berharap para peserta dapat memahami prinsip dasar kewartawanan secara utuh, termasuk menjalankan tugas sesuai kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik,” ujar Cahyo.
Ia menambahkan, antusiasme peserta mengikuti OKK patut diapresiasi. Sebagian peserta bahkan harus menempuh perjalanan dari luar daerah dengan kondisi anggaran yang terbatas.
Menurut Cahyo, kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas wartawan. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal penting agar pers tetap mampu menjalankan fungsi informasinya secara profesional di tengah perubahan ekosistem media.
Melalui OKK, PWI Magetan berharap wartawan tidak hanya memahami aspek organisasi, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan prinsip jurnalistik yang independen, berimbang, akurat, dan beretika. Dengan demikian, pers dapat terus menjaga kepercayaan publik sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





