Berita Terkini
Trending Tags

PSHT Pusat Madiun Merajut Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 46
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PSHT memperkuat nilai budaya, religi, dan kebangsaan. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 melalui kegiatan pengajian bertema Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar di Graha Krida Budaya, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati sejumlah momentum sekaligus, yakni peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, HUT ke-104 PSHT, serta Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya keluarga besar PSHT memperkuat kolaborasi antara budaya dan kehidupan religi di Kota Madiun.

“Yang pertama, kita ikut memeriahkan peringatan 17 Agustus, Proklamasi 17 Agustus yang ke-81. Yang kedua, bertepatan tanggal 2 kemarin yaitu 104 tahunnya PSHT. Yang ketiga, bertepatan juga kegiatan memperingati Maulid Nabi,” kata Moerdjoko.

Menurut dia, konsep kegiatan sengaja dirancang untuk merepresentasikan kemajemukan warga PSHT. Dalam pengajian tersebut, PSHT menghadirkan sejumlah tokoh dari latar belakang keagamaan berbeda.

Mubaligh yang dihadirkan antara lain Irjen Pol R. Ahmad Nurwahid serta Gus M. Da’i Robbi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Selain itu, kegiatan juga melibatkan tokoh agama non-Islam.

Image Not Found
PSHT Pusat Madiun menggelar pengajian HUT ke-104. Foto : Kris-Sinergia

“Jadi kita kolaborasi, ada Islam, ada non-Islam. Kita PSHT itu sangat heterogen, majemuk,” ujar Moerdjoko.

Tak hanya pengajian, kegiatan tersebut juga diisi pertunjukan seni dan budaya. Pencak silat ditampilkan dalam bentuk cerita yang mengangkat tema kebinekaan dan menggambarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Pertunjukan budaya lainnya berupa Jaranan Senterewe yang dibawakan mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pesan utama kegiatan untuk mempertemukan unsur budaya dan religi dalam satu ruang kebersamaan.

Moerdjoko menegaskan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kembali karakter warga PSHT agar berpegang pada ajaran budi luhur serta nilai-nilai kebangsaan.

Ia menyebut empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai nilai yang perlu dijaga bersama.

“Sehingga warga Setia Hati Terate itu punya watak dan jiwa patriotik, cinta tanah air, bangsa, dan negara,” katanya.

Moerdjoko juga mengingatkan agar warga PSHT tidak terlibat dalam tindakan anarkis maupun permusuhan antarsesama warga bangsa. Menurutnya, perilaku tersebut bertentangan dengan nilai yang hendak dibangun melalui ajaran Setia Hati Terate.

Image Not Found
Pertunjukan pencak silat mengangkat pesan kebhinekaan. Foto : Kus-Sinergia

“Kalau warga Setia Hati Terate masih senang melakukan perbuatan-perbuatan yang anarkis, bermusuhan dengan sesama bangsanya, itu tidak menunjukkan sebagai jiwa Setia Hati Terate,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut turut berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Madiun. Menurutnya, pembangunan citra Madiun sebagai Kota Pendekar membutuhkan kondisi kota yang aman, damai, dan kondusif.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Issoebiantoro, mengatakan perjalanan PSHT hingga memasuki usia 104 tahun merupakan momentum yang patut disyukuri.

Ia menilai keberagaman kepercayaan dan latar belakang warga menjadi salah satu kekuatan PSHT sehingga organisasi tersebut dapat berkembang dan diterima di berbagai daerah.

“Sehingga kita menganut siapa pun, apa pun ajaran di PSHT ada. Sehingga PSHT bisa diterima di segala suku bangsa karena berdasarkan kepercayaan, agama, itu kita tidak beda-bedakan,” kata Issoebiantoro.

Menurut dia, keberadaan PSHT yang telah mencapai usia 104 tahun menunjukkan perjalanan panjang organisasi dalam mempertahankan dan mengembangkan ajarannya.

Issoebiantoro berharap seluruh pengurus dan warga PSHT di Indonesia maupun dunia terus menjaga eksistensi organisasi dengan berpegang pada tujuan membentuk manusia berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

“Semoga tetap PSHT kekal jaya abadi untuk selama-lamanya karena sesuai dengan dedikasinya, yaitu membentuk manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah,” ujarnya.

Melalui peringatan HUT ke-104 tersebut, PSHT Pusat Madiun menempatkan budaya, religi, kebangsaan, dan keamanan sebagai bagian dari pesan kebersamaan. Semangat itu diharapkan dapat memperkuat peran warga PSHT dalam menjaga kondusivitas Madiun sebagai Kota Pendekar. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menyatakan tengah menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat terkait rencana pendirian Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiasi Kementerian Sosial yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan konsep sekolah berasrama (boarding school). Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menyampaikan bahwa pihaknya […]

    Bagikan
  • 31 Sekolah di Kota Madiun Dinobatkan Sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri

    31 Sekolah di Kota Madiun Dinobatkan Sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sebanyak 31 sekolah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri pada Kamis (11/12/2025) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Capaian ini sekaligus menempatkan Kota Madiun sebagai daerah dengan raihan Adiwiyata terbanyak se-Jawa Timur tahun ini. Penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen […]

    Bagikan
  • Forkopimda Ponorogo Cek Kesiapan Pos Terpadu Jelang Puncak Libur Nataru

    Forkopimda Ponorogo Cek Kesiapan Pos Terpadu Jelang Puncak Libur Nataru

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ponorogo melakukan pengecekan kesiapan pos terpadu dan pos pengamanan di sejumlah titik strategis, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama Kapolres Ponorogo. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Pasang Stiker Penarikan Aset Kios di Bogowonto Culinary Center

    Pemkot Madiun Pasang Stiker Penarikan Aset Kios di Bogowonto Culinary Center

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menunjukkan ketegasan dalam menertibkan aset daerah. Pada Selasa (08/07/2025), tim gabungan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi kawasan Bogowonto Culinary Center. Mereka melakukan pemasangan stiker penarikan aset pada sejumlah kios yang menunggak retribusi. Langkah ini merupakan tindak lanjut […]

    Bagikan
  • Empat Petarung MMA Kota Madiun Siap Tarung di Kejurprov Bupati Tuban Cup 2025

    Empat Petarung MMA Kota Madiun Siap Tarung di Kejurprov Bupati Tuban Cup 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Empat atlet mixed martial arts (MMA) asal Kota Madiun resmi dilepas menuju Kabupaten Tuban pada Rabu (3/12). Mereka dijadwalkan tampil dalam Kejurprov Bupati Tuban Cup 2025 yang akan berlangsung pada 5–7 Desember mendatang. Ketua IBCA-MMA Kota Madiun, Armaya, menjelaskan bahwa para petarung tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan di […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Ponorogo Belum Terapkan Tilang Sistem Poin, Masih Tunggu Arahan Polda Jatim

    Satlantas Polres Ponorogo Belum Terapkan Tilang Sistem Poin, Masih Tunggu Arahan Polda Jatim

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memberlakukan sistem tilang berbasis poin bagi pemegang Surat Izin Mengemudi (SIM) per Januari 2025. Setiap pemilik SIM akan mendapat jatah 12 poin, yang akan berkurang sesuai dengan jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Jika poin habis, SIM terancam dibekukan atau dicabut sementara. Namun, Kasatlantas […]

    Bagikan
expand_less