Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Mengintip Keseruan Para Remaja Bermain Layangan Aduan di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 323
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang remaja tengah bermain layangan aduan, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan anak-anak dan remaja di Ponorogo untuk bermain layangan aduan. Setiap sore, Lapangan Panahan Suromenggolo dipenuhi belasan warga yang memainkan permainan tradisional ini. Meski terkesan jadul, layangan aduan rupanya masih menjadi primadona, terutama di kalangan kawula muda.

Permainan layangan aduan atau yang dikenal dengan istilah “layangan sukoi”, dimainkan dengan cara menerbangkan layangan lalu saling mengadu benang hingga salah satu putus di udara. Ketangkasan dan kejelian membaca arah angin menjadi kunci kemenangan. Layangan yang bertahan di langit dan berhasil memutuskan benang lawan, dinyatakan sebagai juara.

Ardi Laksono, salah satu pemain layangan, mengungkapkan permainan ini menjadi agenda tahunan saat musim kemarau tiba.

“Anak-anak dan remaja biasanya sudah tahu, kalau liburan datang waktunya bermain layangan. Ini bukan sekadar permainan, tapi juga tradisi,” ujarnya.

Dalam sehari, seorang pemain bisa menghabiskan enam hingga lima belas layangan.

“Kadang nggak terasa, mulai dari jam empat sore sampai magrib, bisa habis lebih dari 10 layangan karena lawannya banyak. Apalagi kalau sudah kalah, jadi penasaran pengen balas,” tambah Ardi.

Tak hanya para pemain, anak-anak lain juga turut meramaikan suasana dengan berburu layangan putus. Rafael Pratama, seorang pemburu layangan, mengaku telah mengumpulkan sekitar 15 buah layangan hanya dalam satu sore.

“Ini buat diadu lagi, bukan dijual. Seru aja kejar-kejaran layangan yang jatuh,” katanya antusias.

Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menuntut biaya. Harga benang layangan khusus aduan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bahan benang dan teknik pembuatan yang khusus bertujuan agar tidak mudah putus saat bertarung di udara.

Sony Dwi Prastyo, warga lainnya, mengajak anak-anaknya bermain layangan sebagai alternatif hiburan selama libur sekolah.

“Daripada main gadget terus, mending ke sini sore-sore. Bisa olahraga, ketemu teman-teman, dan tetap menjaga tradisi,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa di tengah gempuran permainan digital, layangan aduan tetap punya tempat di hati masyarakat. Tradisi yang sederhana namun sarat makna, mengajarkan sportivitas, kesabaran, dan semangat kebersamaan di antara generasi muda Ponorogo.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Bodag Jadi Sentra Cokelat, Bupati Madiun Siapkan Jalan Tembus hingga Hilirisasi Kakao

    Desa Bodag Jadi Sentra Cokelat, Bupati Madiun Siapkan Jalan Tembus hingga Hilirisasi Kakao

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Desa Bodag Kecamatan Kare di lereng Gunung Wilis mendadak jadi pusat perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun. Desa yang dikenal sebagai penghasil kakao terbesar itu kini didorong naik kelas, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi menjadi sentra pengolahan cokelat mandiri dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Dalam agenda Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Terjang Dagangan Madiun, Puluhan Rumah Rusak

    Angin Kencang Terjang Dagangan Madiun, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu petang (21/9/2025). Puluhan rumah warga di lereng Gunung Wilis mengalami kerusakan, tiga di antaranya rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang. Selain merusak rumah, puting beliung juga menumbangkan pohon besar serta tembok rumah warga hingga menimpa satu […]

    Bagikan
  • Gemarikan Digencarkan di Madiun, 300 Paket Ikan Disalurkan untuk Cegah Stunting

    Gemarikan Digencarkan di Madiun, 300 Paket Ikan Disalurkan untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengintensifkan upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kali ini, sebanyak 150 paket ikan dan produk olahan berbahan dasar ikan dibagikan kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita di Balai Pertemuan Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kamis (25/6/2026). Program yang digelar Dinas Pertanian dan Perikanan […]

    Bagikan
  • Siswa SMPN 1 Parang Nikmati Makan Bergizi Gratis Menu Mie Ayam

    Siswa SMPN 1 Parang Nikmati Makan Bergizi Gratis Menu Mie Ayam

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini semakin dirasakan manfaatnya oleh sekolah-sekolah di wilayah pinggiran. Salah satunya di SMPN 1 Parang, Kabupaten Magetan. Pada Jumat (19/09/2025), suasana sekolah tampak meriah. Usai salat Jumat, ratusan siswa bersorak gembira karena menu MBG hari itu adalah mie ayam sesuai dengan keinginan mereka sebelumnya. Di Kecamatan […]

    Bagikan
  • KAI Madiun Running Fest 2026 Diikuti 1.500 Peserta dari 79 Kota, Bakal Digelar Lagi di 2027

    KAI Madiun Running Fest 2026 Diikuti 1.500 Peserta dari 79 Kota, Bakal Digelar Lagi di 2027

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — KAI Madiun Running Fest (KAI MRF) 2026 sukses digelar di Halaman GOR Wilis Kota Madiun, Minggu (13/9/2026). Event lari yang diselenggarakan Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (IKASDA) Madiun tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari 14 provinsi dan 79 kota/kabupaten di Indonesia. KAI MRF 2026 mengusung tagline “Sweat, Safe and Sustain” […]

    Bagikan
  • Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    Kejari Madiun Segera Tetapkan Tersangka dalam Tiga Kasus Korupsi

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun berkomitmen akan segera menetapkan tersangka untuk tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi pada awal tahun 2025. Tiga kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan tersebut adalah : Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Oktario Hartawan Achmad, pada Selasa (31/12) saat ditemui di ruangannya, menjelaskan bahwa pihaknya akan menetapkan tersangka […]

    Bagikan
expand_less