Berita Terkini
Trending Tags

Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim atlet takraw tengah berlatih dengan penuh semangat, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan.

Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau cedera, melainkan keputusan internal cabang olahraga sendiri.

“Alasannya, atlet belum siap secara teknik dan fisik,” kata pelatih tim Bayu Agung Prasetya, Rabu (09/07/2025).

Bayu menyebut, justru hasil tes parameter sebelumnya menunjukkan grafik peningkatan. Bahkan, segala kebutuhan tim sudah dipenuhi, mulai dari perlengkapan, penginapan, hingga agenda keberangkatan.

“Kami benar-benar terpukul. Anak-anak sampai menangis. Mereka tidak diberi kesempatan menunjukkan kemampuan karena tidak diikutkan dalam tes parameter ketiga,” lanjutnya.

Tim ini sebenarnya sudah dalam kondisi siap tempur. Dari delapan atlet, enam berasal dari Kecamatan Plaosan dan dua lainnya dari Kawedanan. Beberapa di antara mereka bahkan telah mengunggah momen persiapan keberangkatan ke media sosial. Namun harapan itu runtuh seketika.

Yang lebih menyakitkan, seluruh perlengkapan yang telah dipersiapkan serta uang pembinaan yang sempat diterima, akhirnya harus dikembalikan. Meski demikian, ada sedikit pelipur lara. Beberapa atlet takraw putri Magetan berhasil masuk sekolah favorit melalui jalur prestasi olahraga.

“Setidaknya, kerja keras mereka tidak sia-sia,” ujar Bayu, menahan getir.

Kisah tragis takraw putri hanyalah sepotong dari kegagalan besar kontingen Magetan di Porprov Jatim 2025. Dari total 38 peserta, Magetan hanya mampu berada di posisi ke-36—alias juara tiga dari bawah. Dengan raihan 5 emas, 8 perak, dan 10 perunggu, Magetan hanya mengoleksi 46 poin. Ironisnya, pencapaian ini lebih buruk dari Porprov edisi sebelumnya.

Warga Magetan pun meluapkan kekecewaan melalui media sosial. Tak sedikit yang melontarkan sindiran tajam hingga humor pahit.

“Tiap tahun lihat kabupaten tetangga pamer medali. Kami? Pamer sabar.”

“Sudah saatnya Magetan buka cabor baru: marathon menahan kecewa atau senam optimisme palsu.”

Tak hanya warganet, sejumlah atlet juga mulai angkat bicara soal minimnya dukungan dan pembinaan.

“Kami sudah berjuang. Tapi kami butuh lebih dari sekadar semangat—kami butuh pembinaan, fasilitas, dan kepercayaan,” ujar seorang atlet yang enggan disebut namanya.

Menanggapi hal ini, Ketua KONI Magetan, Bambang Trianto, menyatakan bahwa mundurnya tim sepak takraw merupakan keputusan internal cabor terkait. “Ketua cabor menyatakan tim belum siap. Mereka bersurat resmi ke kami,” ucap Bambang singkat.

Soal anjloknya prestasi Magetan, Bambang menyebut raihan medali hanya disumbang dari tiga cabor unggulan: Aeromodeling, Jujitsu, dan Biliar.

Kini sorotan tertuju pada KONI dan pembina olahraga Magetan. Evaluasi besar-besaran menjadi tuntutan wajar, bukan hanya untuk memperbaiki posisi klasemen, tapi juga demi martabat daerah dan masa depan atlet-atlet muda.

“Kami nggak harus juara umum tahun depan. Tapi tolong, jangan terus langganan papan bawah,” ujar seorang pemuda Magetan di kolom komentar unggahan Instagram KONI.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Berebut Hasil Bumi di Tradisi Buceng Porak Grebeg Tutup Suro Ponorogo

    Ribuan Warga Berebut Hasil Bumi di Tradisi Buceng Porak Grebeg Tutup Suro Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (14/7/2026), untuk mengikuti tradisi Buceng Porak dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro. Sejak siang hari, masyarakat telah memenuhi lokasi untuk menyaksikan kirab lima tumpeng raksasa yang berisi berbagai hasil bumi, seperti terong, timun, kacang panjang, cabai, dan aneka sayuran. […]

    Bagikan
  • Operasi Ketupat Semeru 2025, Laka Lantas di Kota Reog Turun 17 Persen

    Operasi Ketupat Semeru 2025, Laka Lantas di Kota Reog Turun 17 Persen

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Bayu Pratama menyampaikan Ketupat Semeru 2025 di Kabupaten Ponorogo berjalan aman dan lancar. Ia menyebutkan, pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, namun pelayanan tetap menjadi prioritas utama petugas di lapangan. “Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 berjalan lancar. Masyarakat […]

    Bagikan
  • Jalan Ponorogo-Trenggalek Via Sooko Longsor, Akses Untuk Roda Empat Tutup Total

    Jalan Ponorogo-Trenggalek Via Sooko Longsor, Akses Untuk Roda Empat Tutup Total

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ruas jalan penghubung Ponorogo-Trenggalek di Dukuh Puru, RT 01 RW 01, Desa Mojo, Kecamatan Sooko, mengalami longsor pada Rabu (14/05/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. Longsor menyebabkan sebagian pondasi bawah jalan cor sepanjang kurang lebih 100 meter amblas. Kondisi jalan menggantung dan membahayakan kendaraan, khususnya roda empat. Kapolsek Sooko, AKP Moh. […]

    Bagikan
  • Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kerusakan papan nama “STASIUN MAGETAN” di area depan stasiun yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan menduga kerusakan tersebut akibat aksi vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab. Video kondisi papan nama yang rusak sebelumnya ramai beredar di […]

    Bagikan
  • Menanamkan Rasa Syukur Lewat Berkurban dari Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan

    Menanamkan Rasa Syukur Lewat Berkurban dari Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PPSCP) Pusat Magetan menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban di Padepokan Agung PPSCP, Panekan, Magetan, pada Sabtu (07/06/2025). Momen ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur, tetapi juga menjadi ajang penghormatan kepada para pendiri perguruan: Eyang Wagiman, Eyang Kusdi, dan Eyang Mufani. Penyembelihan hewan […]

    Bagikan
  • Gugatan Perdata Direktur PT. PLP Perkara PSU Kandas di PN Kota Madiun

    Gugatan Perdata Direktur PT. PLP Perkara PSU Kandas di PN Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun akhirnya memberikan putusan terhadap sidang gugatan perdata dalam perkara dugaan penyalahgunaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang dilayangkan oleh Direktur PT Puri Larasati Propertindo (PLP) Hans Sutrisno. Gugatan itu turut menyerat Wali Kota Madiun sebagai tergugat. Dalam amar putusan, majelis hakim PN Kota Madiun […]

    Bagikan
expand_less