Berita Terkini
Trending Tags

Pesantren di Nganjuk Kembangkan Peternakan Domba untuk Dukung Usaha Pertanian

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 126
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peternakan domba di sebuah pesantren yang ada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Foto : Istimewa

Sinergia | Nganjuk – Sebuah pesantren di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, berhasil mengembangkan unit peternakan domba skala besar sebagai solusi kebutuhan pupuk kompos sekaligus diversifikasi ekonomi santri.

Pondok Pesantren Alfuukat yang berlokasi di Dusun Nglerep, Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, memulai peternakan domba pada 2020. Usaha ini diawali dari meningkatnya kebutuhan kohe (kotoran hewan) untuk mendukung pembibitan alpukat yang digarap pesantren sejak 2015.

“Awalnya kami butuh kohe untuk memperkuat media tanam bibit alpukat. Permintaan terus meningkat hingga suplai dari peternak lokal tak lagi mencukupi,” ujar Nubula Abror, pengelola peternakan sekaligus alumnus Pondok Modern Gontor, kepada wartawan, Senin (14/07/2025).

Pada tahun pertama, Abror langsung membangun kandang dan mendatangkan 50 ekor domba betina siap kawin.

“Target kami pada 2021 adalah menjamin pasokan kohe tetap tersedia sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kini, Dombastis telah berkembang menjadi unit peternakan profesional dengan dua kandang besar berkapasitas masing-masing 300 ekor. Selain menyuplai kohe untuk kebun alpukat, peternakan ini juga menjual domba ke berbagai daerah di luar Nganjuk seperti Kediri, Bogor, dan Yogyakarta.

Menariknya, sistem penjualan tidak menggunakan harga per ekor, melainkan per kilogram bobot hidup. Harga jual berkisar Rp. 85 ribu hingga Rp. 90 ribu per kilogram, dengan berat rata-rata domba antara 20 hingga 30 kilogram per ekor.

Tantangan terbesar berikutnya adalah soal pakan. Abror menjelaskan, tingginya harga pakan dari luar membuat Dombastis memilih memproduksi sendiri. Mereka memanfaatkan limbah pertanian lokal seperti jagung, kedelai, kopi, hingga kangkung kering.

“Sekarang kami gunakan limbah-limbah organik kering dari pabrik jagung dan sawit sebagai bahan utama pakan,” jelas Abror.

Model usaha pesantren berbasis pertanian dan peternakan seperti ini dinilai efektif sebagai sumber kemandirian ekonomi santri sekaligus bagian dari praktik pendidikan kewirausahaan berbasis komunitas.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maling Burung Ngawi Panik! CCTV Rekam Aksi, Sudah 3 Kali Beraksi

    Maling Burung Ngawi Panik! CCTV Rekam Aksi, Sudah 3 Kali Beraksi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian burung kembali terjadi di Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seorang pemuda terekam CCTV saat mengambil burung peliharaan milik Kadek Astawe pada dua hari lalu. Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku memanjat pagar rumah sebelum mengambil burung yang berada di halaman. Pelaku yang terlihat menggunakan kaus hitam […]

    Bagikan
  • Dandim Diskusi dengan 7 Ketua BEM di Madiun, Bahas Revisi UU TNI dan Program TNI

    Dandim Diskusi dengan 7 Ketua BEM di Madiun, Bahas Revisi UU TNI dan Program TNI

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menyuarakan aspirasi tidak hanya dilakukan dengan aksi unjuk rasa atau demo. Namun, aspirasi dapat dilakukan dengan cara diskusi tatap muka dan saling tukar pikiran. Itulah yang tergambar saat Dandim 0803/Madiun, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo menggelar pertemuan dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Se-Kota dan Kabupaten Madiun, bertempat di Makodim 0803/Madiun, Jalan […]

    Bagikan
  • Hadapi Tes Masuk Abdi Negara, Program ‘Gerbang Mas’ Diluncurkan

    Hadapi Tes Masuk Abdi Negara, Program ‘Gerbang Mas’ Diluncurkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kaimana – Polsek Kota Kaimana, Provinsi Papua Barat, baru baru ini meluncurkan sebuah program untuk pendampingan bagi anak muda yang pingin menjadi abdi negara. Program ini bertajuk Gerakan Bimbingan Anak Bangsa Untuk Menggapai Sukses (Gerbang Mas). “Program sudah berjalan sebagai pendekatan humanis pada anak muda atau masyarakat di lingkungan Kaimana. Skema bimbingan bisa […]

    Bagikan
  • Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

    Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2025 akhirnya disahkan dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Kamis (18/09/2025). Penandatanganan dilakukan bersama oleh Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan pimpinan dewan. Namun, di balik pengesahan itu muncul kritik. Proses pembahasan dinilai terlalu cepat dan minim uji publik. Bahkan, […]

    Bagikan
  • Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci

    Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebahagiaan tengah dirasakan Siti Robiah (91), warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Di usia senjanya, ia akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama enam tahun sejak mendaftar pada 2020. Nenek yang akrab disapa Mbah Robiah tersebut tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Ponorogo tahun 2026. Ia dijadwalkan […]

    Bagikan
  • Lho ! Fraksi-Fraksi DPRD Magetan Tak Bacakan PU soal 2 Raperda, Hanya Fraksi PAN yang Membacakan

    Lho ! Fraksi-Fraksi DPRD Magetan Tak Bacakan PU soal 2 Raperda, Hanya Fraksi PAN yang Membacakan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Ruang paripurna DPRD Magetan kembali menyuguhkan pemandangan yang tidak asing. Sebagian besar fraksi memilih tidak membacakan pandangan umum terkait  pembahasan rancangan peraturan daerah. Tradisi ini tampaknya telah menjadi kebiasaan sejak masa pandemi COVID-19 dan terus berulang tanpa perubahan berarti hingga tahun 2025. Dalam sidang paripurna yang digelar Senin (28/07/2025), hanya […]

    Bagikan
expand_less