Berita Terkini
Trending Tags

Harga Daging Ayam Naik hingga Rp40 Ribu per Kg, Pedagang Magetan Kehilangan Separuh Penjualan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 169
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga daging ayam di pasar sayur Magetan tembus Rp40 ribu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga daging ayam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir mulai menekan aktivitas perdagangan di Pasar Sayur Magetan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp33.000 per kilogram kini mencapai Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Pedagang mengaku jumlah ayam yang terjual menurun hingga sekitar separuh dibandingkan kondisi sebelum harga mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Sayur Magetan, Warsi, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap hampir setiap hari. Dalam sepekan terakhir, harga dari pemasok disebut naik sekitar Rp1.000 per hari.

“Engga tahu apa penyebabnya, dari bosnya sudah naik terus, kira-kira naiknya per hari itu Rp1.000,” ujar Warsi, Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, kenaikan harga tersebut tidak diikuti perubahan signifikan pada pasokan daging ayam di tingkat pedagang. Namun, harga jual yang semakin tinggi membuat konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian.

Sebelum harga meningkat, Warsi mengaku dapat menjual sekitar 100 ekor ayam per hari. Kini, penjualan di lapaknya tidak lebih dari 50 ekor ayam dalam sehari.

Kondisi serupa terlihat dari pola belanja pelanggan. Konsumen yang sebelumnya membeli daging ayam dalam jumlah kilogram kini cenderung mengurangi pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga maupun kebutuhan usaha.

Bagian dada dan paha masih menjadi pilihan utama konsumen di lapak Warsi. Meski demikian, volume pembelian mengalami penurunan. Pelanggan yang sebelumnya membeli hingga dua kilogram kini hanya membeli satu kilogram atau bahkan setengah kilogram.

“Yang sering dibeli itu dada sama paha, kalau naik kaya gini pembeli itu tetep sering milih bagian itu, tapi ya misal semula beli dua kilo, sekarang cuma sekilo atau setengah kilogram aja,” jelasnya.

Image Not Found
Kenaikan harga ayam tekan daya beli konsumen Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Penurunan daya beli tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga pelaku usaha kecil yang menggunakan daging ayam sebagai bahan baku. Salah satunya Rantinah, pembeli yang memanfaatkan daging ayam sebagai isian cilok yang dijualnya.

Rantinah mengatakan biasanya membeli sekitar satu kilogram daging ayam untuk kebutuhan produksi. Namun, kenaikan harga membuat jumlah pembelian harus ditekan menjadi hanya sekitar seperempat kilogram.

“Saya buat cilok isian ayam, biasanya beli sekilo, kaget juga tiap hari kok naiknya Rp1.000, akhirnya ya terpaksa beli seperempat saja, sisanya paling saya isi telur nanti,” kata Rantinah.

Pengurangan penggunaan daging ayam dilakukan agar biaya produksi tidak meningkat terlalu besar. Selain daging, Rantinah masih harus mengalokasikan modal untuk membeli tepung, minyak goreng, dan bahan pendukung lainnya.

“Biar bisa beli bahan-bahan lain seperti tepung, minyak goreng, dan lain-lain,” katanya.

Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang makanan berbasis ayam. Di satu sisi, mereka harus menjaga biaya produksi agar tetap terkendali. Di sisi lain, menaikkan harga jual berisiko menurunkan jumlah pelanggan.

Bagi pedagang daging ayam di pasar, kondisi tersebut turut menekan omzet harian. Sementara bagi konsumen dan pelaku usaha kecil, kenaikan harga memaksa mereka mengurangi volume pembelian atau mencari alternatif bahan untuk mempertahankan pengeluaran tetap sesuai kemampuan.

Jika tren kenaikan berlanjut, tekanan terhadap daya beli masyarakat dan pelaku usaha kuliner berpotensi semakin terasa, terutama bagi usaha kecil yang memiliki margin keuntungan terbatas. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakek 50 Tahun Tewas di Sawah Diduga Tersengat Listrik Jebakan Tikus

    Kakek 50 Tahun Tewas di Sawah Diduga Tersengat Listrik Jebakan Tikus

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seorang kakek ditemukan meninggal dunia di pematang sawah, tepatnya masuk Desa Sirapan Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun pada Senin (03/02/2025). Korban diketahui bernama Lancip warga setempat diduga tersengat aliran listrik untuk jebakan tikus. Pihak kepolisian yang menerima informasi mendatangi lokasi untuk dilakukan identifikasi. Kapolsek Nglames, AKP Gunawan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Wow !! Kakek Pengemis di Magetan Bawa Uang Tunai Rp. 10 Juta Lebih

    Wow !! Kakek Pengemis di Magetan Bawa Uang Tunai Rp. 10 Juta Lebih

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aksi razia rutin petugas gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) Magetan dan Satpol PP membongkar fakta mengejutkan. Seorang pria lansia berusia 79 tahun yang biasa mengemis di depan minimarket kawasan Selosari, ternyata menyimpan uang tunai lebih dari Rp. 10 juta di balik bajunya. Pria tersebut diketahui bernama Wagimun, warga Desa Sumberagung, […]

    Bagikan
  • Waduk Dawuhan Surut Lebih dari 50 Persen, Ribuan Hektare Sawah di Madiun Terancam Kekurangan Air

    Waduk Dawuhan Surut Lebih dari 50 Persen, Ribuan Hektare Sawah di Madiun Terancam Kekurangan Air

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ancaman kekeringan mulai membayangi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Madiun. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat volume air Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, menyusut lebih dari 50 persen. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pasokan irigasi bagi sawah di tiga kecamatan, yakni Wonoasri, Madiun, dan Balerejo. Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun di Pasar Stasiun Ponorogo, Truk Hantam Mobil dan Motor

    Kecelakaan Beruntun di Pasar Stasiun Ponorogo, Truk Hantam Mobil dan Motor

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Pasar Stasiun Ponorogo, tepatnya di Jalan Sukarno Hatta depan Optik Melawai, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo, Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah truk pengangkut logistik menabrak lima kendaraan, terdiri atas mobil dan sepeda motor, hingga mengakibatkan dua orang luka serius. Peristiwa bermula ketika truk bernomor polisi […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Rumah dr. Yunus Mahatma di Kota Madiun

    KPK Geledah Rumah dr. Yunus Mahatma di Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rumah mewah di Jalan Sumatera No. 17 Kota Madiun mendapatkan penjagaan ketat oleh kepolisian pada Kamis (13/11/2025) petang. Dari informasi yang dihimpun, rumah milik dr. Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo tersebut digeledah oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini bagian tindak lanjut penyelidikan kasus suap dan gratifikasi […]

    Bagikan
  • Aset Mangkrak Senilai Rp 8 Miliar, Kebocoran PAD Kabupaten Madiun Disorot

    Aset Mangkrak Senilai Rp 8 Miliar, Kebocoran PAD Kabupaten Madiun Disorot

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun kian menjadi sorotan. Sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terbengkalai tak hanya kehilangan potensi pemasukan, tetapi juga berisiko menambah beban pemeliharaan tanpa kontribusi nyata bagi kas daerah. Data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun mencatat, setidaknya ada enam aset […]

    Bagikan
expand_less