Khitan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun Diserbu Warga, Peserta Lampaui Target
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tak hanya menghadirkan hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui program khitan massal gratis yang mendapat sambutan luar biasa hingga jumlah peserta di sejumlah lokasi melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Program khitan massal tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Madiun pada Selasa (23/6/2026) di tiga lokasi berbeda, yakni RSUD Dolopo untuk wilayah selatan, Desa Sendangrejo untuk wilayah tengah, dan RSUD Caruban untuk wilayah utara.
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, saat meninjau pelaksanaan kegiatan di RSUD Dolopo mengatakan antusiasme masyarakat jauh melebihi perkiraan. Awalnya, panitia menargetkan masing-masing lokasi melayani 100 peserta. Namun tingginya minat warga membuat jumlah peserta terus bertambah.
“Di RSUD Dolopo saja jumlah peserta mencapai sekitar 135 anak. Meskipun melebihi target, seluruh peserta tetap kami layani,” ujar dr Purnomo.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun sekaligus Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Madiun. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial.
Menurutnya, khitan tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan bagi anak laki-laki. Karena itu, Pemkab Madiun berupaya memberikan akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat.
“Khitan bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar bagi anak-anak,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Madiun dr Purnomo berharap anak-anak yang mengikuti khitan massal dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah di masa depan.
“Kami berharap anak-anak Kabupaten Madiun menjadi generasi yang luar biasa, memiliki etika yang baik, dan nantinya mampu melanjutkan estafet kepemimpinan untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang semakin maju,” tuturnya.
Selain khitan massal, Pemkab Madiun juga menggelar berbagai kegiatan lain dalam rangka Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Salah satunya Sepasar Ing Madiun (Sepasma) yang berlangsung di tiga wilayah berbeda dan melibatkan pelaku UMKM serta komunitas budaya.
Menurut Purnomo, kegiatan tersebut dirancang agar manfaat peringatan hari jadi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, Sepasma juga menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Ia mencontohkan pelaksanaan Sepasma di Desa Sareng yang mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM bahkan dilaporkan mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah hanya dalam satu malam kegiatan.
“Ini menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata. Semoga UMKM Kabupaten Madiun semakin maju dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, program khitan massal juga mendapat apresiasi dari warga. Winarti, warga Desa Slambur, mengaku terbantu dengan adanya layanan khitan gratis yang disediakan Pemkab Madiun.

Ia mengikutkan putranya yang berusia 12 tahun dalam kegiatan khitan massal di RSUD Dolopo karena selain gratis, lokasi pelaksanaannya mudah dijangkau dari tempat tinggalnya.
“Saya merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya program khitan massal ini. Apalagi kondisi ekonomi saat ini cukup sulit, sehingga kegiatan seperti ini bisa meringankan beban biaya yang harus kami keluarkan,” kata Winarti.
Ia juga mengaku puas dengan pelayanan tenaga medis yang menangani peserta khitan. Menurutnya, proses khitan berjalan lancar dan membuat anaknya merasa nyaman.
“Anak saya tadi juga berani. Saya percaya dengan pelayanan dokter dan tenaga kesehatan di sini,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





