Berita Terkini
Trending Tags

Cari Umpan Udang Untuk Memancing, Pelajar Tenggelam di Embung Duwetsewu Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 208
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lokasi korban tenggelam di Embung Duwetsewu. Proses evakuasi oleh petugas gabungan. Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Seorang remaja bernama ADK (17), warga Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dilaporkan tenggelam di Embung Duwetsewu, Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Minggu (9/11/2025) sore. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan dari BPBD Magetan, Polsek Ngariboyo, dan relawan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat berdiri di tepi embung sambil mencari udang untuk dijadikan umpan memancing. Tak lama berselang, korban diduga terpeleset dan jatuh ke air. Meski sempat ditolong oleh teman-temannya dan seorang pemancing, upaya penyelamatan gagal karena tubuh korban terseret ke bagian tengah embung yang cukup dalam dan berlumpur.

Kepala Desa Baleasri, Juremi, membenarkan bahwa korban datang bersama sejumlah temannya untuk memancing. “Anak-anak itu ada delapan orang. Mereka awalnya cari udang buat umpan mancing. Korban ini terpeleset dan sempat ditarik sama teman-temannya, tapi susah. Akhirnya tenggelam dan tidak bisa diselamatkan,” ujar Juremi.

Tim BPBD Magetan yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian manual. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi embung yang dalam, sekitar tiga hingga lima meter. Anggota BPBD Magetan, Nanang Jatmiko Tohid, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar satu jam setelah laporan masuk.

“Kami dapat laporan sekitar pukul setengah lima dan korban ditemukan pukul setengah enam. Lokasinya hanya sekitar dua sampai tiga meter dari titik awal korban jatuh. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi tenggelam dan langsung dievakuasi menggunakan alat jangkar,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Ngariboyo AKP Suparminto menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni. “Korban terpeleset saat mencari umpan udang dan tidak bisa berenang. Teman-temannya yang ada di lokasi sempat mencoba menolong, tapi karena kondisi licin dan gerimis, mereka gagal menyelamatkan. Tidak ditemukan tanda kekerasan, jadi ini murni karena tenggelam,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas Ngariboyo untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Korban diketahui masih berstatus pelajar kelas XI SMK di Magetan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan

    Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial Karti (54) yang meninggal dunia di dalam gudang belakang rumahnya, Kamis (6/8/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Dinik Nurbiyati (38), yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Peristiwa tragis […]

    Bagikan
  • Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang. Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu […]

    Bagikan
  • Viral !!! Minibus Tabrak Deretan Motor Parkir, Pelaku Langsung Kabur

    Viral !!! Minibus Tabrak Deretan Motor Parkir, Pelaku Langsung Kabur

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Insiden tabrak lari terjadi di halaman parkir depan salah satu minimarket dekat Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebuah mobil minibus berwarna silver menabrak deretan sepeda motor yang terparkir, lalu melarikan diri ke arah barat. Peristiwa ini sempat terekam kamera CCTV minimarket yang membuat […]

    Bagikan
  • Kemarau Belum Usai, Petani Madiun Kini Dihantui Serangan Wereng yang Ancam Produksi Padi

    Kemarau Belum Usai, Petani Madiun Kini Dihantui Serangan Wereng yang Ancam Produksi Padi

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Musim kemarau tidak hanya memicu krisis air bagi sektor pertanian di Kabupaten Madiun, tetapi juga memunculkan ancaman baru berupa serangan hama wereng. Setelah sebelumnya petani di sejumlah wilayah kesulitan memperoleh pasokan air irigasi akibat menyusutnya volume Waduk Dawuhan, kini petani di Kecamatan Dagangan harus menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang […]

    Bagikan
  • H+5 Lebaran, Kepadatan Penumpang Kereta Api di Stasiun Madiun Masih Tinggi

    H+5 Lebaran, Kepadatan Penumpang Kereta Api di Stasiun Madiun Masih Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepadatan penumpang kereta api di Stasiun Madiun masih tampak tinggi hingga Sabtu (05/04/2025) atau H+5 Lebaran. Keberangkatan penumpang mencapai lebih dari 4.000 orang per hari, dengan tujuan favorit seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang. Tercatat seluruh tiket perjalanan kereta api jarak jauh telah terisi 100 persen, bahkan untuk kereta […]

    Bagikan
  • Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret

    Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 36 kejadian bencana tercatat melanda Kabupaten Ponorogo sepanjang Maret 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar dengan 18 kejadian, disusul 11 kasus banjir dan 7 kejadian tanah longsor. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan jika dirata-rata, kejadian bencana terjadi hampir setiap hari. Namun dalam […]

    Bagikan
expand_less