Berita Terkini
Trending Tags

Guru Inspiratif di Madiun Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Gerakkan Ecobrick

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 52
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para Guru dan Siswa tengah membuat kerajinan dari Ecobrick, foto : Kriswanto – Sinergia

Sinergia | Madiun – Pertumbuhan masyarakat menyebabkan peningkatan volume sampah yang signifikan akibat pola konsumsi, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan penduduk. Sampah ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Pengelolaan sampah yang buruk dapat berdampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan penyakit, merusak ekosistem dan habitat satwa, serta berkontribusi pada perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca.

Atas dasar itulah yang menggerakan sosok seorang Titik Rosmiati, guru di SMK Negeri 1 Jiwan. Langkahnya berawal dari keresahan tumpukan sampah plastik di lingkungan sekolah yang tidak dikelola dengan baik. “Kalau hanya disuruh membuang sampah pada tempatnya, anak-anak lupa lagi. Maka yang perlu ditanamkan adalah rasa tanggung jawab,” ujar Titik.

Image Not Found
Guru dan Siswa menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan buah menggunakan hasil kompos olahan sampah organik, Foto : Kriswanto – Sinergia

Guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila ini pun mencetuskan pengelolaan sampah melalui program ecobrick. Selain itu, ia tanamkan slogan Sampahku Tanggungjawabku, Sampahmu Tanggungjawabmu. Hal itu kini menjadi pengingat sederhana bagi warga sekolah untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan masing-masing.

“Sebagai guru Mapel Pendidikan Pancasila itu harus bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya teori namun juga praktiknya. Termasuk bagi para siswa. Banyak hal yang kita angkat, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan sampah di lingkungan sekolah,” terangnya.

Kegiatan pengelolaan sampah ditanamkan mulai dari pemilihan sampah mulai dari plastik, kertas hingga sampah daur ulang. Tidak hanya itu, juga lewat program Bank Sampah Pelita yang dijalankan di SMK Negeri 1 Jiwan. “Jadi sampah-sampah plastik yang bisa dikelola kembali ini dikumpulkan di Bank Sampah ini. Juga lewat ekstrakurikuler Milenial Cinta Bumi bagi yang benar-benar peduli lingkungan,” imbuh Titik.

Guru yang telah mengajar sejak tahun 1999 ini pun memiliki program andalan yakni Ecobrick. Botol plastik diisi padat dengan sampah non-organik, terutama sampah plastik seperti bungkus makanan dan kantong plastik. Proses ini membantu mendaur ulang sampah plastik yang sulit didaur ulang.

“Ecokrick sudah 4 tahun kami terapkan disini. Apalagi, saya sebagai trainer Ecobrick di wilayah Kabupaten/Kota Madiun. Ini sebagai solusi bijak mengamankan sampah plastik. Tidak hanya dipadatkan, tetapi botol air mineral juga bisa dipakai untuk membuat sapu yang awet,” tegas Titik.

Kontribusi positif terhadap lingkungan ini pun terus ditularkan kepada seluruh elemen sekolah. Apalagi Genersi Z atau Gen Z butuh dukungan agar memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dengan aksi nyata. “Kita berikan teladan dan contoh dulu. Kita ajak, edukasi. Karena bumi ini warisan untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Image Not Found
Sosok Titik Roesmiati mendapatkan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur, Foto : Kriswanto – Sinergia

Tak hanya fokus pada sampah plastik, Titik juga memperkenalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Hasil komposting tersebut digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran maupun buah di lingkungan sekolah. Metode komposting ini sebagai langsung mengurangi sampah organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.

“Ini terus kita galakkan penghijauan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan sampah-sampah organik menjadi kompos. Jadi sudah tidak bingung lagi untuk kebutuhan pupuk organik,” pungkas Titik.

Sosok Titik Roesmiati pun dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi. Bahkan, hal itu diganjar dengan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur. “Ya jadi sosok yang sangat peduli, mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah sampai pemanfaatan greenhouse. Apalagi siswa kini sudah memiliki progress positif terkati kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Siswa juga mengukir prestasi dengan program Ecobrick,” tutur Murtiru, Kepala SMKN 1 Jiwan.

Lebih lanjut, diharapkan kedepan seluruh elemen sekolah terus bergerak dalam menjaga kondisi lingkungan sekolah. Khususnya bagi para siswa, tidak hanya peduli terhadap lingkungan tempat belajar, namun bisa menerapkan di lingkungan masyarakat.”Bisa ada sosok-sosok lain seperti Bu Titik Roes yang lain agar menjadi penggerak untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu, bagi para siswa, program ecobrick maupun penghijauan yang dicetuskan tersebut sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Siswa lebih peduli akan kondisi lingkungan sekolah serta memahami pentingnya mengelola sampah dengan baik.

“Sangat menginspirasi. Kita diajarkan membuat Ecobrick, menanam sayuran, memilah sampah organik dan anorganik. Jadi kami para siswa lebih cinta dan peduli kepada lingkungan,” kata Berlian Dwi Septia Rahma, Siswa SMKN 1 Jiwan.

Gerakan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Image Not Found
Titik Roesmiati menggandeng ibu-ibu rumah tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, Foto : Kriswanto – Sinergia

Program lingkungan yang digagas Titik Roesmiati tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, namun juga menggandeng ibu-ibu rumah tangga yang berada di Gang Bulu I, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Lewat Bank Sampah Sehati, para kadernya diajak untuk memilah-milah sampah rumah tangga.

“Saya juga menerapkan program ecobrick ini di lingkungan rumah bersama ibu-ibu tetangga. Bank Sampah Sehati ini juga sudah berjalan lama dan kini sudah banyak menghasilkan barang-barang bernilai ekonomis dari sampah,” terang Titik Roesmiati.

Kini, para ibu rutin membuat ecobrick dari sampah plastik rumah tangga. Hasilnya digunakan untuk membuat kursi taman hingga pembatas kebun di lingkungan mereka. Juga aneka ragam kerajian lain dari sampah plastik.

“Alhamdulilah, saya sudah diajak Bu Titik ini pada waktu pandemi (Covid-19). Banyak yang sudah kita buat, ada sapu, tempat tisu, kursi, meja dan banyak lagi. Sudah bisa memberi kami pendapatan dari pengelolaan sampah ini,” ujar Sumiati, kader Bank Sampah Sehati.

Bagi Titik, edukasi tidak pernah henti-hentinya untuk terus ditularkan kepada masyarakat. Hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai seorang pendidik untuk generasi yang lebih peduli lingkungan.  Baginya, gerakan ini bukan sekadar program sesaat, tetapi investasi untuk masa depan.

“Saya ingin anak-anak memahami bahwa bumi hanya satu. Kita harus merawatnya mulai dari hal paling sederhana mengurus sampah sendiri. Juga untuk masyarakat lain yang harus ikut bertanggaungjawab terhadap lingkungan,” pungkas Titik Roesmiati.

Dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan melibatkan masyarakat, Titik kini berhasil menjadikan sekolah dan kampung sekitar sebagai contoh gerakan pengelolaan sampah terpadu. Pun untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan mendorong tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. (Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selesai! PSSI Resmi Pecat Shin Tae-Yong

    Selesai! PSSI Resmi Pecat Shin Tae-Yong

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA – PSSI resmi memecat Shin Tae Yong dari kursi oelatih Timnas Indonesia. Kepastian itu diungkap Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/1/2025). “Kita mengucapkan terima kasih atas kinerja coach STY selama ini. Kita lakukan yang terbaik untuk program-program yang dikehendaki,” kata Erick. Dikutip dari akun instagram Ketua PSSI tersebut, […]

    Bagikan
  • Ular Piton 5 Meter Hebohkan Warga Magetan, Terlihat Melilit di Atas Pohon Lamtoro

    Ular Piton 5 Meter Hebohkan Warga Magetan, Terlihat Melilit di Atas Pohon Lamtoro

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Plosotinil, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dibuat heboh dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar yang tampak melilit dan diam di atas pohon lamtoro, tepat di area rumpun bambu dekat aliran sungai. Ular tersebut pertama kali terlihat oleh pengguna jalan yang melintas. Saat diperhatikan dari bawah, perut piton tampak membesar, […]

    Bagikan
  • Fasilitas Gedung DPRD Kota Madiun Dirusak Massa, Penutup Got hingga Tiang Bendera Dijarah

    Fasilitas Gedung DPRD Kota Madiun Dirusak Massa, Penutup Got hingga Tiang Bendera Dijarah

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi demo di Kantor DPRD Kota Madiun pada Sabtu (30/08/2025) berujung anarkis yang menyebabkan sejumlah fasilitas rusak. Seperti kerusakan parah pada pintu kaca Gedung Paripurna akibat lemparan batu. Tidak hanya itu, fasilitas lainnya seperti taman, tiang bendera hingga kursi turut menjadi sasaran amukan massa. Personil pengamanan dari Polres Madiun Kota […]

    Bagikan
  • Kadisnaker Magetan Klaim Job Fair 2025 Bukan Hanya Seremonial, 6 Ribu Pelamar Mendaftar

    Kadisnaker Magetan Klaim Job Fair 2025 Bukan Hanya Seremonial, 6 Ribu Pelamar Mendaftar

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan mengadakan Magetan Job Fair (MJF) pada 10-14 Juni 2025. Disnaker mengklaim giat tersebut bukan sekadar acara seremonial seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Job fair yang digelar secara hybrid […]

    Bagikan
  • Hadapi Lonjakan Arus Kendaraan Saat Nataru, PT JNK Tambah Personel di 3 Gerbang Exit Tol  

    Hadapi Lonjakan Arus Kendaraan Saat Nataru, PT JNK Tambah Personel di 3 Gerbang Exit Tol  

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Arus lalu lintas di Jalan Tol Ngawi–Kertosono–Kediri diprediksi mengalami peningkatan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memperkirakan lonjakan kendaraan mulai terjadi pada 18 Desember hingga 28 Desember 2025. Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto, mengatakan peningkatan volume kendaraan merupakan tren tahunan yang kerap […]

    Bagikan
  • Dua Menu MBG Terbukti Terkontaminasi Bakteri Nitrit, Pemkab Ngawi Hentikan Distribusi

    Dua Menu MBG Terbukti Terkontaminasi Bakteri Nitrit, Pemkab Ngawi Hentikan Distribusi

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, akhirnya menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan adanya kontaminasi bakteri nitrit pada dua menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa pada 26 November 2025 lalu. Temuan tersebut disampaikan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan […]

    Bagikan
expand_less