Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Guru Inspiratif di Madiun Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Gerakkan Ecobrick

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 379
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para Guru dan Siswa tengah membuat kerajinan dari Ecobrick, foto : Kriswanto – Sinergia

Sinergia | Madiun – Pertumbuhan masyarakat menyebabkan peningkatan volume sampah yang signifikan akibat pola konsumsi, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan penduduk. Sampah ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Pengelolaan sampah yang buruk dapat berdampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan penyakit, merusak ekosistem dan habitat satwa, serta berkontribusi pada perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca.

Atas dasar itulah yang menggerakan sosok seorang Titik Rosmiati, guru di SMK Negeri 1 Jiwan. Langkahnya berawal dari keresahan tumpukan sampah plastik di lingkungan sekolah yang tidak dikelola dengan baik. “Kalau hanya disuruh membuang sampah pada tempatnya, anak-anak lupa lagi. Maka yang perlu ditanamkan adalah rasa tanggung jawab,” ujar Titik.

Image Not Found
Guru dan Siswa menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan buah menggunakan hasil kompos olahan sampah organik, Foto : Kriswanto – Sinergia

Guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila ini pun mencetuskan pengelolaan sampah melalui program ecobrick. Selain itu, ia tanamkan slogan Sampahku Tanggungjawabku, Sampahmu Tanggungjawabmu. Hal itu kini menjadi pengingat sederhana bagi warga sekolah untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan masing-masing.

“Sebagai guru Mapel Pendidikan Pancasila itu harus bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya teori namun juga praktiknya. Termasuk bagi para siswa. Banyak hal yang kita angkat, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan sampah di lingkungan sekolah,” terangnya.

Kegiatan pengelolaan sampah ditanamkan mulai dari pemilihan sampah mulai dari plastik, kertas hingga sampah daur ulang. Tidak hanya itu, juga lewat program Bank Sampah Pelita yang dijalankan di SMK Negeri 1 Jiwan. “Jadi sampah-sampah plastik yang bisa dikelola kembali ini dikumpulkan di Bank Sampah ini. Juga lewat ekstrakurikuler Milenial Cinta Bumi bagi yang benar-benar peduli lingkungan,” imbuh Titik.

Guru yang telah mengajar sejak tahun 1999 ini pun memiliki program andalan yakni Ecobrick. Botol plastik diisi padat dengan sampah non-organik, terutama sampah plastik seperti bungkus makanan dan kantong plastik. Proses ini membantu mendaur ulang sampah plastik yang sulit didaur ulang.

“Ecokrick sudah 4 tahun kami terapkan disini. Apalagi, saya sebagai trainer Ecobrick di wilayah Kabupaten/Kota Madiun. Ini sebagai solusi bijak mengamankan sampah plastik. Tidak hanya dipadatkan, tetapi botol air mineral juga bisa dipakai untuk membuat sapu yang awet,” tegas Titik.

Kontribusi positif terhadap lingkungan ini pun terus ditularkan kepada seluruh elemen sekolah. Apalagi Genersi Z atau Gen Z butuh dukungan agar memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dengan aksi nyata. “Kita berikan teladan dan contoh dulu. Kita ajak, edukasi. Karena bumi ini warisan untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Image Not Found
Sosok Titik Roesmiati mendapatkan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur, Foto : Kriswanto – Sinergia

Tak hanya fokus pada sampah plastik, Titik juga memperkenalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Hasil komposting tersebut digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran maupun buah di lingkungan sekolah. Metode komposting ini sebagai langsung mengurangi sampah organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.

“Ini terus kita galakkan penghijauan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan sampah-sampah organik menjadi kompos. Jadi sudah tidak bingung lagi untuk kebutuhan pupuk organik,” pungkas Titik.

Sosok Titik Roesmiati pun dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi. Bahkan, hal itu diganjar dengan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur. “Ya jadi sosok yang sangat peduli, mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah sampai pemanfaatan greenhouse. Apalagi siswa kini sudah memiliki progress positif terkati kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Siswa juga mengukir prestasi dengan program Ecobrick,” tutur Murtiru, Kepala SMKN 1 Jiwan.

Lebih lanjut, diharapkan kedepan seluruh elemen sekolah terus bergerak dalam menjaga kondisi lingkungan sekolah. Khususnya bagi para siswa, tidak hanya peduli terhadap lingkungan tempat belajar, namun bisa menerapkan di lingkungan masyarakat.”Bisa ada sosok-sosok lain seperti Bu Titik Roes yang lain agar menjadi penggerak untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu, bagi para siswa, program ecobrick maupun penghijauan yang dicetuskan tersebut sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Siswa lebih peduli akan kondisi lingkungan sekolah serta memahami pentingnya mengelola sampah dengan baik.

“Sangat menginspirasi. Kita diajarkan membuat Ecobrick, menanam sayuran, memilah sampah organik dan anorganik. Jadi kami para siswa lebih cinta dan peduli kepada lingkungan,” kata Berlian Dwi Septia Rahma, Siswa SMKN 1 Jiwan.

Gerakan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Image Not Found
Titik Roesmiati menggandeng ibu-ibu rumah tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, Foto : Kriswanto – Sinergia

Program lingkungan yang digagas Titik Roesmiati tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, namun juga menggandeng ibu-ibu rumah tangga yang berada di Gang Bulu I, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Lewat Bank Sampah Sehati, para kadernya diajak untuk memilah-milah sampah rumah tangga.

“Saya juga menerapkan program ecobrick ini di lingkungan rumah bersama ibu-ibu tetangga. Bank Sampah Sehati ini juga sudah berjalan lama dan kini sudah banyak menghasilkan barang-barang bernilai ekonomis dari sampah,” terang Titik Roesmiati.

Kini, para ibu rutin membuat ecobrick dari sampah plastik rumah tangga. Hasilnya digunakan untuk membuat kursi taman hingga pembatas kebun di lingkungan mereka. Juga aneka ragam kerajian lain dari sampah plastik.

“Alhamdulilah, saya sudah diajak Bu Titik ini pada waktu pandemi (Covid-19). Banyak yang sudah kita buat, ada sapu, tempat tisu, kursi, meja dan banyak lagi. Sudah bisa memberi kami pendapatan dari pengelolaan sampah ini,” ujar Sumiati, kader Bank Sampah Sehati.

Bagi Titik, edukasi tidak pernah henti-hentinya untuk terus ditularkan kepada masyarakat. Hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai seorang pendidik untuk generasi yang lebih peduli lingkungan.  Baginya, gerakan ini bukan sekadar program sesaat, tetapi investasi untuk masa depan.

“Saya ingin anak-anak memahami bahwa bumi hanya satu. Kita harus merawatnya mulai dari hal paling sederhana mengurus sampah sendiri. Juga untuk masyarakat lain yang harus ikut bertanggaungjawab terhadap lingkungan,” pungkas Titik Roesmiati.

Dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan melibatkan masyarakat, Titik kini berhasil menjadikan sekolah dan kampung sekitar sebagai contoh gerakan pengelolaan sampah terpadu. Pun untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan mendorong tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. (Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi PDIP Soroti Perda Parkir Berlangganan dan Masalah Pertanian di Kabupaten Madiun

    Fraksi PDIP Soroti Perda Parkir Berlangganan dan Masalah Pertanian di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun mengusulkan pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2020 tentang parkir berlangganan. Ketua Fraksi PDIP, Budi Wahono, menyampaikan usulan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Jumat (11/07/2025), dengan alasan lemahnya implementasi di lapangan dan minimnya peningkatan pelayanan. Menurut Budi, sistem parkir berlangganan semestinya […]

    Bagikan
  • Putusan PSU Pilkada Magetan, Timses Paslon 3 Sujatno – Ida Panaskan Mesin Pemenangan

    Putusan PSU Pilkada Magetan, Timses Paslon 3 Sujatno – Ida Panaskan Mesin Pemenangan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mahkamah Konstitusi memutuskan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Magetan, dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Senin (24/2/2025). Sebanyak 4 TPS yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi diantaranya 2 TPS di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, 1 TPS Desa Selotinatah,Kecamatan Ngariboyo, dan 1 TPS Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan. Gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Madiun Kota Angkat Bicara terkait Video Viral Bus Restu Tabrak Pemotor

    Satlantas Polres Madiun Kota Angkat Bicara terkait Video Viral Bus Restu Tabrak Pemotor

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jagat media sosial di Kota Madiun diramaikan dengan viralnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Restu Panda jurusan Ponorogo-Surabaya dengan pemotor di Simpang Empat Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Peristiwa tersebut rupanya terjadi pada Rabu 15 Januari 2025 lalu. Dalam rekaman video yang beredar diduga bus Restu Panda yang belum […]

    Bagikan
  • Hendak Menyalip Truk Pertamina,  Pengendara Sepeda Motor Tertabrak, 1 Korban MD

    Hendak Menyalip Truk Pertamina,  Pengendara Sepeda Motor Tertabrak, 1 Korban MD

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan nasional Madiun – Surabaya Selasa petang (28/1/2025),tepatnya di Kelurahan Nglames Kecamatan/Kabupaten Madiun. Pengendara sepeda motor beserta tiga anak yang dibonceng tertabrak Truk Pertamina. Akibatnya 3 korban luka luka dan 1 orang meninggal dunia di lokasi kejadian.  Kecelakaan bermula saat Sepeda Motor Honda Beat bernopol […]

    Bagikan
  • Anggaran Pembangunan RTLH Yang Bersumber APBD Tidak Terdampak Efisiensi

    Anggaran Pembangunan RTLH Yang Bersumber APBD Tidak Terdampak Efisiensi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) di Kabupaten Madiun dipastikan tidak terhalang efisiensi. Sebanyak 221 unit RTLH rencananya akan ditangani menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat mencatat terdapat 8.489 unit RTLH yang tersebar di 15 kecamatan di […]

    Bagikan
  • Rumah Pria 29 Tahun Sebatang Kara Ludes Terbakar

    Rumah Pria 29 Tahun Sebatang Kara Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – 1 rumah ludes terbakar di Jalan Bali Gang II RT 13 RW 8 Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun pada Rabu (22/1/2025). Pemilik rumah Wahyu Herianto (29) bisa menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Wahyu yang tinggal seorang diri di rumah itu nampak shock dan ditenangkan oleh para tetangga. Menurut Teguh Cahyo Adi, […]

    Bagikan
expand_less