Berita Terkini
Trending Tags

Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu belum kembali seperti sebelum wabah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan, Nur Haryani, menjelaskan bahwa sebelum PMK menyebar pada 2022, populasi sapi perah mencapai lebih dari seribu ekor dan tersebar di sejumlah kecamatan. Namun kini angkanya tinggal sekitar 700 ekor.

“Sejak wabah PMK merebak pada 2022, jumlah sapi perah kami terus menurun. Dari yang sebelumnya lebih dari seribu ekor, kini yang tersisa hanya sekitar tujuh ratus,” terangnya.

Menurutnya, PMK memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya menyebabkan kematian dan pemotongan paksa, tetapi juga memengaruhi kemampuan produksi dan reproduksi sapi. Ia menegaskan bahwa ternak yang pernah terinfeksi umumnya tidak bisa kembali mencapai performa seperti sebelum sakit.

“Pemulihan produksi susu belum optimal. Ketika PMK menyerang, produksi bahkan bisa turun sampai berhenti total,” jelasnya.

Image Not Found
Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Situasi tersebut semakin berat karena selama proses pengobatan, sapi harus diberi antibiotik. Dalam masa itu, susu tidak boleh dikonsumsi sehingga produksi terhenti sementara.

Memasuki 2026, Disnakkan Magetan mencatat setidaknya 30 sapi kembali terpapar PMK. Untuk menekan penyebaran, pemerintah daerah mengutamakan langkah vaksinasi. Tahun ini, Magetan mendapat pasokan vaksin PMK tahap awal sebanyak 15.000 dosis yang akan segera disebarkan ke lapangan.

Selain vaksinasi, upaya edukasi terus dilakukan. Petugas medis dan paramedis Disnakkan disebut telah menjangkau sekitar 220 desa untuk memberikan pemahaman kepada peternak mengenai ancaman PMK dan langkah pencegahannya.

“Penyuluhan ini penting agar peternak memiliki pengetahuan yang memadai tentang PMK dan upaya pengendaliannya,” tutup Nur Haryani.(Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi DPRD Madiun Soroti Birokrasi dan Investasi dalam Pandangan Umum RPJMD 2025-2029

    Fraksi DPRD Madiun Soroti Birokrasi dan Investasi dalam Pandangan Umum RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 digelar Senin (23/06/2025). Dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi menyatakan dukungan terhadap visi-misi pemerintahan Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi, yakni “Bersahaja” (Bersih, Sehat, Sejahtera). Meski […]

    Bagikan
  • Belasan Pejabat Eselon II Pemkab Ponorogo Tunggu Nasib, Ini Langkah Kang Giri

    Belasan Pejabat Eselon II Pemkab Ponorogo Tunggu Nasib, Ini Langkah Kang Giri

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tinggal menunggu waktu. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengaku telah menerima hasil uji job fit terhadap belasan kepala dinas yang dilakukan Panitia Seleksi Daerah (Panselda) yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono. Sugiri menyebut, hasil job fit tersebut sudah ada di mejanya. […]

    Bagikan
  • Kekecewaan Wali Murid yang Anaknya Ikut MPLS tetapi Dinyatakan Tak Terdaftar di SMPN 2 Dagangan

    Kekecewaan Wali Murid yang Anaknya Ikut MPLS tetapi Dinyatakan Tak Terdaftar di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Harapan Kartini, warga Dusun Sebakah, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun untuk menyekolahkan putranya di SMP Negeri 2 Dagangan pupus di tengah jalan. Alih-alih mendapatkan sekolah impian, ia justru mengalami pengalaman membingungkan usai putranya dinyatakan tidak terdaftar sebagai siswa baru, meskipun sudah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Insiden ini […]

    Bagikan
  • Selama Ramadhan, Pelayanan PDAM Tirta Dharma Purabaya Madiun Tetap Maksimal

    Selama Ramadhan, Pelayanan PDAM Tirta Dharma Purabaya Madiun Tetap Maksimal

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun tetap menerapkan layanan prima. Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Imansyah Novianto, mengatakan, jajarannya sudah siap mengantisipasi lonjakan penggunaan air selama Ramadhan. Tim dari Direktorat Teknik telah melakukan berbagai pembenahan dan pemeliharaan di beberapa titik […]

    Bagikan
  • Pemkab Ngawi Tunggu Aturan Pusat soal WFH, Siapkan Skema Hemat Energi bagi ASN

    Pemkab Ngawi Tunggu Aturan Pusat soal WFH, Siapkan Skema Hemat Energi bagi ASN

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Hingga kini, mekanisme tersebut belum diterapkan di daerah karena masih menanti formula yang akan ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti […]

    Bagikan
  • Usai Insiden Dugaan Keracunan MBG, Wali Murid Minta Program MBG Dievaluasi

    Usai Insiden Dugaan Keracunan MBG, Wali Murid Minta Program MBG Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Rabu (26/11/2025). Kejadian yang berulang ini memicu kekhawatiran mendalam dari para wali murid. Kecemasan muncul terutama dari para orang tua siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Gemarang. Mereka menilai insiden keracunan tak lagi […]

    Bagikan
expand_less