Berita Terkini
Trending Tags

Bupati Madiun Targetkan Persetujuan Tata Ruang 2026, Siapkan 3.000 Hektare untuk Kawasan Industri

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun saat meninjau proyek sekolah rakyat. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pelaku industri dalam percepatan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Madiun.

Hal itu disampaikan usai Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 75 Tahun 2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Madiun 2024–2044 di Ruang Praja Mukti, Puspem Caruban. Menurutnya, sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan dunia usaha agar arah pengembangan industri lebih terstruktur.

“Kalau sudah satu pemahaman, sinergi akan lebih mudah dibangun. Itu kunci percepatan pengembangan industri di Kabupaten Madiun,” ujar bupati yang akrab disapa Hari Wur pada Rabu (25/2/2026)

Pemkab Madiun menetapkan dua wilayah sebagai kawasan industri, yakni Kecamatan Balerejo dan Kecamatan Pilangkenceng. Penetapan tersebut dilakukan agar aktivitas industri lebih tertata dan mudah diawasi, termasuk dari sisi perizinan, lingkungan, hingga keberlanjutan usaha.

“Kalau industrinya terpencar, pengawasan tidak efektif. Dengan kawasan yang jelas, tata kelola lebih efisien,” katanya.

Image Not Found
Bupati Madiun saat meninjau proyek sekolah rakyat. Foto : Tova-Sinergia

Industri yang saat ini berada di luar kawasan masih tetap beroperasi. Namun, ke depan pemerintah daerah mendorong agar kegiatan industri terpusat di kawasan yang telah ditetapkan.

Hari Wuryanto menyebutkan, pemerintah daerah telah mengusulkan penyesuaian tata ruang dan kini menunggu persetujuan kementerian terkait.

Berdasarkan ketentuan pemerintah pusat, lahan baku sawah (LBS) di Kabupaten Madiun harus dipertahankan sebesar 87 persen. Artinya, hanya 13 persen lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lain, termasuk industri.

Dari alokasi tersebut, sebagian sudah digunakan. Pemkab mencatat sekitar 3.000 hektare lahan masih tersedia untuk pengembangan industri.

“Target kami 2026 sudah keluar persetujuan tata ruang. Setelah itu, izin pengelola kawasan dan investor bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Dalam pengelolaan kawasan industri, Pemkab Madiun menggandeng PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Selain itu, sejumlah perusahaan disebut telah menyatakan minat berinvestasi dengan kebutuhan lahan bervariasi, bahkan hingga 100 hektare.

Hari optimistis Kabupaten Madiun dapat menjadi salah satu tujuan utama investasi industri di Jawa Timur, sejajar dengan Nganjuk dan Ngawi.

Ia menilai faktor strategis jalur distribusi serta Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berada di kisaran Rp2,5 juta menjadi daya tarik tersendiri, dibanding kawasan ring satu seperti Surabaya dan sekitarnya yang telah mendekati Rp5 juta.

“Selisih biaya tenaga kerja itu signifikan bagi perusahaan. Itu menjadi daya saing kita,” tutupnya.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan di Ponorogo Roboh, Warga Nekat Seberangi Sungai Berarus Deras

    Jembatan di Ponorogo Roboh, Warga Nekat Seberangi Sungai Berarus Deras

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah jembatan penyebrangan di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, roboh akibat pondasinya tergerus derasnya arus sungai. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, bahkan beberapa di antaranya nekat menerjang banjir untuk bisa beraktivitas. Jembatan besi sepanjang 10 x 3 meter itu putus pada Senin malam (17/05/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan […]

    Bagikan
  • Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

    Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bergulir di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal rasa atau porsi seperti sebelumnya, melainkan temuan satu butir telur rebus yang masih tampak kotor di bagian cangkangnya hingga viral di media sosial. Foto yang diunggah oleh akun Facebook Tri Winarsih dalam grup […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    Pemkab Madiun Beri Bantuan dan Pelatihan Kerja Bagi Korban Dugaan Human Trafficking di Guinea

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun merespons cepat kasus enam warganya yang diduga menjadi korban perdagangan manusia saat bekerja di Guinea Ekuatorial, Afrika. Para korban tiba di kampung halaman pada Rabu (03/09/2025) dan langsung mendapat bantuan sosial berupa paket bahan pangan. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menyambut kepulangan mereka di Kantor […]

    Bagikan
  • Pemkot-DPRD Kota Madiun Sahkan Dua Raperda Inisiatif, Dorong Transformasi Digital dan Pendidikan Inklusif

    Pemkot-DPRD Kota Madiun Sahkan Dua Raperda Inisiatif, Dorong Transformasi Digital dan Pendidikan Inklusif

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun dan DPRD Kota Madiun mengesahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD setempat pada Jumat (31/10/2025). Kedua regulasi tersebut yakni Raperda tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, […]

    Bagikan
  • Diduga PADes Bocor, Ratusan Warga Dempelan Tuntut Bendahara Desa Mundur

    Diduga PADes Bocor, Ratusan Warga Dempelan Tuntut Bendahara Desa Mundur

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Dempelan menggelar aksi protes di kantor Desa Dempelan, Kabupaten Madiun, Kamis (28/08/2025). Massa menuntut transparansi pengelolaan keuangan desa dan mendesak Bendahara Desa sekaligus Kaur Keuangan, Tatik Puji Rahayu, mundur dari jabatannya. Unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat TNI/Polri dari Polres Madiun. Hanya […]

    Bagikan
  • Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meskipun jumlahnya terus menurun dalam lima tahun terakhir, pernikahan usia dini di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya hilang. Hingga awal Agustus 2025, tercatat 38 pasangan muda mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Magetan, Miftahuddin, menyebut sebagian besar pengajuan dipicu […]

    Bagikan
expand_less