Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Kasus Suspek Campak di Magetan Capai 10 Orang, Dinkes Perketat Pemantauan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 287
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Dinkes Kab. Magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah mendapati 10 warga berstatus suspek campak di awal tahun 2026. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan kini berada dalam pemantauan intensif fasilitas kesehatan setempat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, menyebut temuan tersebut tercatat hingga pekan ke-9 tahun ini. Ia menegaskan bahwa meski kasus positif belum ditemukan, indikasi klinis dari para suspek harus ditindaklanjuti secara serius.

Menurutnya, campak tengah merebak di sejumlah wilayah Indonesia. “Untuk Magetan saat ini belum ada kasus positif, tetapi kami menemukan 10 suspek dari berbagai kelompok usia,” ujarnya.

Seluruh suspek telah diambil sampel darahnya untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium kesehatan di Surabaya. Hasil analisis sampel tersebut akan menentukan kepastian diagnosis sekaligus menjadi dasar langkah lanjutan dari Dinas Kesehatan.

Suwantyo menjelaskan bahwa campak tidak dapat dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa komplikasi seperti pneumonia hingga radang otak dapat terjadi, terutama pada anak kecil atau individu dengan imunitas lemah. Karena itu, masyarakat diminta memahami kembali risiko campak, termasuk bagi orang dewasa yang merasa sudah pernah divaksin.

Ia memaparkan, pada tahun 2025 Dinkes Magetan mencatat 43 suspek campak dengan tiga di antaranya terkonfirmasi positif. “Melihat tren yang kembali meningkat, sosialisasi akan kami masifkan, termasuk melalui flayer dan ajakan untuk menerapkan PHBS,” tuturnya.

Meski upaya pencegahan terus dilakukan, Suwantyo mengakui masih ada sebagian warga yang menolak imunisasi campak, terutama karena ketakutan yang tidak berdasar maupun faktor kepercayaan.

Di sisi lain, menjelang momentum Idulfitri, potensi penyebaran campak dinilai lebih tinggi mengingat mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat. Virus campak yang menular melalui udara dapat dengan cepat berpindah antarorang dalam kerumunan.

“Ada beberapa yang menolak imunisasi, tetapi jumlahnya tidak banyak. Lebaran nanti menjadi perhatian kami karena banyak orang berkumpul. Jika ada keluhan seperti batuk, pilek, atau gejala lain yang menyerupai campak, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbaunya.

Dinkes Magetan menegaskan akan terus meningkatkan sosialisasi dan screening untuk deteksi dini, sekaligus mengajak masyarakat tidak mengabaikan gejala yang dicurigai terkait campak.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Niat Menyeberang, Kakek di Ponorogo Hilang Terseret Arus Sungai

    Niat Menyeberang, Kakek di Ponorogo Hilang Terseret Arus Sungai

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang kakek bernama Bani (60), warga Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo, dilaporkan hilang setelah hanyut terseret arus Sungai Keling, Selasa (20/05/2025) siang. Peristiwa ini terjadi saat korban hendak pulang dari sawah dan nekat menyeberangi sungai yang tengah berarus deras. Menurut keterangan saksi, sebelum hanyut, Mbah Bani sempat terlihat meminta tolong […]

    Bagikan
  • Ratusan Guru dan Kepala SD di Kabupaten Madiun Ikuti Bimtek, Penguatan Kokurikuler Jadi Fokus Pembelajaran

    Ratusan Guru dan Kepala SD di Kabupaten Madiun Ikuti Bimtek, Penguatan Kokurikuler Jadi Fokus Pembelajaran

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong penguatan kegiatan kokurikuler di sekolah dasar sebagai bagian dari upaya membangun karakter sekaligus kompetensi peserta didik. Upaya tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti ribuan guru dan kepala sekolah dasar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menjelaskan bahwa pembentukan karakter siswa tidak hanya […]

    Bagikan
  • KA Madiun Jaya New Generation: Sudah 10.571 Penumpang, Kamu Kapan Coba?

    KA Madiun Jaya New Generation: Sudah 10.571 Penumpang, Kamu Kapan Coba?

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 1.643
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – KA Madiun Jaya yang beroperasi sejak 21 Maret 2025 lalu mulai menjadi pilihan para pelanggan. Terbukti, jumlah penumpang KA Madiun Jaya 10.571 pelanggan telah menikmati perjalanan dari Stasiun Madiun – Pasar Senen PP. Dengan rincian sebanyak 2.573 penumpang menggunakan kelas layanan eksekutif dan 7.998 penumpang menggunakan kelas ekonomi. KA Madiun […]

    Bagikan
  • 461 CJH Madiun Disiapkan untuk Haji 2027, Kuota Cadangan Belum Ada Sinyal

    461 CJH Madiun Disiapkan untuk Haji 2027, Kuota Cadangan Belum Ada Sinyal

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Persiapan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Madiun untuk musim haji 2027 mulai berjalan. Namun, kepastian kuota cadangan masih belum jelas. Hingga Jumat (25/9/2026), Kantor Kementerian Haji Kabupaten Madiun belum menerima sinyal penetapan kuota tambahan dari Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Timur. Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, mengatakan […]

    Bagikan
  • Perbaiki Jaringan Internet, Teknisi Wifi Tewas Tersengat Listrik di Magetan

    Perbaiki Jaringan Internet, Teknisi Wifi Tewas Tersengat Listrik di Magetan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang teknisi jaringan wifi asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat memperbaiki jaringan internet di atap rumah warga di Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (21/05/2025). Korban diketahui bernama Siswanto. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika korban bersama tiga rekannya tengah memperbaiki jaringan […]

    Bagikan
  • Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam R.M.T. Ario Soerjo, Kenang Fondasi Ketangguhan Jawa Timur

    Gubernur Khofifah Ziarah ke Makam R.M.T. Ario Soerjo, Kenang Fondasi Ketangguhan Jawa Timur

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, di Kabupaten Magetan, Minggu (05/10/2025) pagi. Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur. Khofifah mengungkapkan, sejak awal masa kepemimpinannya, ia selalu berusaha hadir langsung dalam […]

    Bagikan
expand_less