Kisah Haru Jemaah Haji Kota Madiun Menyusuri Jejak Sahabat Nabi di Madinah
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madinah – Suasana khidmat menyelimuti langkah-langkah jemaah haji asal Kota Madiun saat menapaki jejak sejarah Islam di Kota Madinah. Di sela rangkaian ibadah, para jemaah melaksanakan ziarah ke sejumlah masjid bersejarah yang berada di sekitar Masjid Nabawi, di antaranya Masjid Abu Bakar dan Masjid Ali bin Abi Thalib.
Kegiatan ziarah ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga momentum refleksi spiritual. Para jemaah diajak memahami lebih dekat perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melalui peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga kini.
Masjid Abu Bakar, yang terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi, memiliki nilai historis yang kuat. Masjid ini dipercaya berdiri di lokasi tempat Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah melaksanakan salat Id saat menjadi khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Bangunannya sederhana, namun menyimpan makna besar tentang kepemimpinan dan keteladanan sahabat dekat Rasulullah tersebut.
Tak jauh dari sana, rombongan juga mengunjungi Masjid Ali bin Abi Thalib. Masjid ini berkaitan dengan sosok Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan keberanian dan kebijaksanaannya. Masjid ini diyakini menjadi salah satu tempat beliau melaksanakan salat dan bermunajat, sehingga menjadi destinasi penting dalam napak tilas sejarah Islam di Madinah.
Agus Supriyanto, salah satu jemaah haji asal Kota Madiun, mengungkapkan bahwa pengalaman ziarah ini memberikan kesan mendalam. “Tidak hanya beribadah, kami juga bisa merasakan langsung suasana perjuangan para sahabat Nabi. Ini menambah kekhusyukan dan rasa syukur kami,” ujarnya.
Menurut Agus, memahami sejarah di balik masjid-masjid tersebut membuat perjalanan haji terasa lebih bermakna. Ia dan rombongan berharap nilai-nilai keteladanan para sahabat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.

Tidak lengkap rasanya jika berada di kota Madinah tidak menziarahi masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, yaitu Masjid Quba. Jemaah Haji Kota Madiun berkesempatan berziarah dan menjalankan sholat sunah di Masjid Quba, namun sebelumnya jemaah haji Kota Madiun berwudhu dari hotel tempat mereka menginap selama di Madinah, agar mendapatkan pahala Umrah.
Ziarah ke masjid-masjid bersejarah di Madinah menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual jemaah haji. Di antara lantunan doa dan langkah yang tertata, terselip pelajaran tentang iman, pengorbanan, dan jejak panjang peradaban Islam yang terus hidup hingga hari ini. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




