Berita Terkini
Trending Tags

Cek Kesehatan Hewan Kurban di Kota Madiun Diperketat, Peternak Diminta Waspada PMK

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DKPP Kota Madiun periksa kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha. (18/5/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha, kesehatan hewan kurban di Kota Madiun menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mulai melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban guna memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan layak kurban. Salah satunya di Tapoz Farm milik Samsi, yang berada di Kelurahan Tawangrejo Kecamatan Kartoharjo pada Senin (18/5/2026).

Sub Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Madiun, drh. Margaretha Dian Wartiningdyah, mengatakan pemeriksaan dilakukan selama tiga hari di berbagai titik penjualan hewan kurban. Menurutnya, secara umum kondisi hewan kurban yang diperiksa dalam keadaan sehat. Namun, beberapa hewan tetap mendapatkan suntikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Secara umum sehat, hanya ada beberapa yang perlu dukungan vitamin untuk menjaga ketahanan tubuhnya,” ujarnya saat melakukan pemeriksaan.

Menurut Margaretha, pengecekan dilakukan tidak hanya melihat kondisi fisik luar, tetapi juga memastikan syarat hewan kurban sesuai ketentuan. Mulai dari jenis kelamin, usia, hingga kondisi kesehatan hewan.

Untuk sapi, usia minimal yang diperbolehkan adalah dua tahun, sedangkan kambing minimal satu tahun. Petugas juga memeriksa tampilan fisik seperti kondisi bulu, mata, hingga postur tubuh hewan.

“Hewan yang kurang sehat biasanya terlihat kurus, bulunya kusam, atau matanya tampak tidak segar karena stres,” jelasnya.

Selain pemeriksaan umum, kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga menjadi fokus utama pengawasan tahun ini. DKPP Kota Madiun masih terus menjalankan vaksinasi PMK untuk sapi, kambing, dan domba.

Pemeriksaan PMK dilakukan dengan mengecek area mulut hewan serta melihat gejala umum seperti lesu atau penurunan kondisi tubuh. Hingga saat ini, DKPP menyebut belum ditemukan kasus PMK di Kota Madiun selama tahun 2026.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada, terutama saat membeli hewan dari luar daerah. Pembeli dianjurkan memastikan hewan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas peternakan asal.

“Kalau berasal dari luar daerah, sebaiknya harus dilengkapi surat kesehatan hewan agar lebih aman,” kata Margaretha.

Kewaspadaan serupa juga dilakukan para peternak. Pemilik Tapoz Farm, Samsi, mengaku telah menerapkan langkah preventif sejak beberapa bulan sebelum Iduladha untuk menjaga kandangnya tetap steril dari potensi penularan PMK.

Ia memilih menutup akses keluar masuk sapi sejak Februari dan tidak lagi memasukkan hewan baru ke kandang utama.

“Pengalaman sebelumnya, mendekati Iduladha lalu lintas sapi tinggi dan risiko penyebaran penyakit meningkat. Tahun ini kandang kami tutup total supaya lebih steril,” ungkapnya.

Selain menjaga kebersihan kandang, Samsi juga memperhatikan pola makan dan kenyamanan hewan agar imunitas sapi tetap terjaga. Ia bahkan memberikan ramuan herbal alami seperti jahe merah, kunyit, dan temulawak sebagai langkah preventif tambahan.

Menurutnya, sapi yang sehat terlihat dari nafsu makan, kondisi tubuh, hingga pertumbuhan yang stabil.

“Kalau sapinya nyaman, makan cukup, istirahat cukup, biasanya pertumbuhannya juga bagus dan kesehatannya lebih terjaga,” tuturnya.

Sementara, untuk harga sapi kini lebih baik dibandingkan pada Idul Adha tahun lalu. Harga sapi mulai 22 juta hingga 38 juta rupiah. 

“Kenaikan 2-4 juta dibandingkan tahun lalu. Untuk bobot paling besar itu 750-800 kilogram. Untuk jenis sapi ada Limosin,PO dan Metal,” pungkas Samsi.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini diharapkan dapat memberi rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menjelang Idul adha. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alokasi Pupuk Subsidi Di Kabupaten Madiun Tahun 2025 Kurang Dari Pengajuan 

    Alokasi Pupuk Subsidi Di Kabupaten Madiun Tahun 2025 Kurang Dari Pengajuan 

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Petani di Kabupaten Madiun pada tahun 2025 ini mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Namun demikian jumlah alokasi pupuk lebih sedikit yang diterima petani dibanding tahun lalu.  “Sebenarnya untuk besaran alokasi pupuk subsidi tahun ini sama dengan tahun lalu, hanya luasannya yang bertambah sehingga penerimaan di petani bakal berkurang,” […]

    Bagikan
  • Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci

    Penantian Sejak Muda Berbuah Manis, Mbah Robiah Rela Jual Tanah Demi Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebahagiaan tengah dirasakan Siti Robiah (91), warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Di usia senjanya, ia akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama enam tahun sejak mendaftar pada 2020. Nenek yang akrab disapa Mbah Robiah tersebut tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Ponorogo tahun 2026. Ia dijadwalkan […]

    Bagikan
  • Gubernur Jatim Hormati Proses Hukum OTT Wali Kota Madiun

    Gubernur Jatim Hormati Proses Hukum OTT Wali Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Wali Kota Madiun, Maidi, pada Senin (19/1/2026). Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Khofifah mengaku telah menerima informasi mengenai OTT tersebut. Ia menilai penanganan perkara […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Terbitkan SE Ramadan, THM Tutup Total, Petasan & Balon Udara Dilarang

    Pemkab Magetan Terbitkan SE Ramadan, THM Tutup Total, Petasan & Balon Udara Dilarang

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait panduan aktivitas masyarakat selama Ramadan 1447 H/2026 M. Melalui aturan tersebut, seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) diwajibkan menghentikan operasional selama bulan suci. Selain itu, masyarakat diminta tidak menyalakan petasan maupun kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Kabag Kesra Setdakab Magetan, Dian Maheru, […]

    Bagikan
  • WOW ! Tiga Pengemis di Ponorogo Pendapatan Capai Ratusan Ribu Per Hari

    WOW ! Tiga Pengemis di Ponorogo Pendapatan Capai Ratusan Ribu Per Hari

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo kembali menjaring pengemis di jalanan selama bulan Ramadhan. Kali ini, tiga pengemis yang merupakan penyandang disabilitas terjaring razia pada Selasa (11/03/2025). Ketiganya merupakan warga luar Ponorogo, masing-masing berasal dari Madiun, Sragen, dan Blitar. Kini, mereka dibawa ke rumah singgah Dinsos P3A […]

    Bagikan
  • Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo — Kenaikan harga kedelai impor yang kini menembus Rp10.500 per kilogram membuat para produsen tempe di Ponorogo, kelimpungan. Tak hanya dibayangi kerugian karena biaya produksi melonjak, mereka juga harus menghadapi turunnya permintaan pasar. Di Dusun Krajan, Desa Wotan, Kecamatan Pulung, para perajin tempe terpaksa mencari cara agar tetap bisa bertahan. Salah […]

    Bagikan
expand_less