Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Ponorogo Kawal Tuntutan Guru Honorer Non-dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 80
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Riyanto, Anggota DPRD Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sekitar seribu guru honorer non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo, Selasa (26/5/2026). Dalam aksi tersebut, para guru menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuka kembali akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang disebut telah ditutup sejak tahun 2020.

Aksi yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Non Dapodik itu diterima langsung anggota DPRD Ponorogo Riyanto. Di hadapan massa aksi, Riyanto mengaku memahami kondisi guru honorer yang selama ini masih menerima honor minim.

“Kami menerima aksi damai dari teman-teman GTT. Saya tahu persis kondisi guru yang saat ini digaji di bawah standar,” ujar Riyanto.

Ia mengatakan DPRD Ponorogo akan mengawal seluruh aspirasi guru honorer non-Dapodik agar dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

“Kami akan mengawal apa yang menjadi aspirasi guru GTT. Aspirasi ini nanti akan kami sampaikan kepada pihak terkait,” katanya.

Menurut Riyanto, DPRD juga akan melakukan diskusi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo guna mencari jalan keluar terkait persoalan guru honorer non-Dapodik.

“Kami akan memberikan masukan terkait apa yang diinginkan teman-teman guru dan kemampuan pemerintah daerah. Mudah-mudahan 100 persen guru GTT ada solusi,” lanjutnya.

Sementara itu, para guru honorer menilai keberadaan dalam sistem Dapodik sangat penting karena menjadi syarat memperoleh berbagai fasilitas pemerintah, termasuk Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) hingga peluang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Forum Guru Tidak Tetap Non Dapodik, Mahmud Danuri, menyebut banyak guru honorer di Ponorogo masih bertahan mengajar meski hanya menerima honor antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

“Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa guru honorer di Ponorogo itu nyata dan masih ada. Kami tetap mengabdi meski dalam kondisi yang sangat terbatas,” ujarnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 450 Pemudik Antusias Ikuti Program Balik Gratis Pemkab Madiun

    450 Pemudik Antusias Ikuti Program Balik Gratis Pemkab Madiun

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar program Balik Gratis tahun 2025. Sebanyak sembilan unit bus yang mengangkut 450 penumpang diberangkatkan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama jajaran Forkopimda dari halaman Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, pada Minggu (6/4/2025). Bupati Hari Wuryanto mengungkapkan bahwa program ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Awalnya, […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Proses PAW Alm. Andi Raya, Usman Efendi Calon Pengganti Resmi

    DPRD Kota Madiun Proses PAW Alm. Andi Raya, Usman Efendi Calon Pengganti Resmi

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) almarhum Andi Raya sebagai anggota DPRD Kota Madiun terus berjalan. Usman Efendi dipastikan akan menggantikan posisi Andi Raya sebagai anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas administrasi dari pihak […]

    Bagikan
  • Update Terkini : 4 KA Di Daop 7 Madiun Terlambat Dampak KA Purwojaya Anjlok

    Update Terkini : 4 KA Di Daop 7 Madiun Terlambat Dampak KA Purwojaya Anjlok

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Insiden anjloknya dua gerbong belakang pada KA Purwojaya relasi Gambir–Kroya di emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/10/2025) siang, menyebabkan terganggunya perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa. Akibat peristiwa tersebut, beberapa perjalanan KA yang melintasi wilayah kerja PT KAI Daop 7 Madiun turut mengalami keterlambatan. Manager Humas KAI Daop […]

    Bagikan
  • Petani di Ngawi Tewas di Dalam Sumur Sawah, Diduga Terpeleset Saat Nyalakan Pompa Air

    Petani di Ngawi Tewas di Dalam Sumur Sawah, Diduga Terpeleset Saat Nyalakan Pompa Air

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan jasad seorang petani di dalam sumur sawah miliknya, Kamis (16/4/2026) malam. Korban diketahui bernama Muchlas (68), warga setempat. Korban pertama kali ditemukan oleh anak perempuannya, Aprilia (16), sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Aprilia tengah mencari ayahnya yang sejak […]

    Bagikan
  • Bupati Ponorogo, Sekda Dan Dirut RSUD dr. Harjono Dibawa Ke Gedung KPK

    Bupati Ponorogo, Sekda Dan Dirut RSUD dr. Harjono Dibawa Ke Gedung KPK

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Gelombang pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ponorogo berujung terseretnya sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo. Bahkan, Sabtu (08/11/2025) dini hari, 5 mobil yang diduga tim KPK dan pejabat Pemkab Ponorogo berangkat menuju ke Bandara Adi Soemarmo untuk menuju ke Jakarta. Tak hanya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, KPK juga membawa Sekretaris […]

    Bagikan
  • PMK Kembali Muncul di Ngawi, 30 Sapi Terinfeksi dan Pedagang Mulai Waswas

    PMK Kembali Muncul di Ngawi, 30 Sapi Terinfeksi dan Pedagang Mulai Waswas

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kemunculan kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi menandai fase baru kewaspadaan sektor peternakan. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat mencatat 30 ekor sapi terindikasi terjangkit dan tersebar di 10 kecamatan serta 15 desa. Meski belum masuk kategori wabah besar, situasi ini cukup memicu tekanan di pasar hewan […]

    Bagikan
expand_less