Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Pemkab Madiun Geser Penugasan 450 Guru dan PPPK, Jarak Kerja Dipangkas Demi Hemat BBM

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 433
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wakil Bupati Madiun menyerahkan surat tugas kepada tenaga pendidik dan kependidikan di Pendopo Ronggo Djumeno. (8/6/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menerapkan kebijakan penugasan yang mendekatkan lokasi kerja dengan domisili bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Langkah ini dilakukan untuk menekan pengeluaran bahan bakar minyak (BBM), meningkatkan kesejahteraan aparatur, sekaligus mendongkrak kualitas layanan pendidikan.

Kebijakan tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyerahan surat tugas kepada pendidik serta tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun yang berlangsung di Pendopo Ronggo Djumeno Caruban, Senin (8/6/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengatakan penerbitan surat tugas tersebut merupakan upaya meningkatkan efektivitas kinerja dan mutu pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.

“Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Karena itu, penugasan yang mendekatkan tempat kerja dengan domisili diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja sekaligus pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 450 surat tugas diterbitkan dalam program tersebut. Surat tugas diberikan kepada pegawai yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta PPPK paruh waktu yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan birokrasi melalui efisiensi biaya operasional yang selama ini ditanggung pegawai.

Menurutnya, banyak tenaga pendidik yang harus menempuh perjalanan cukup jauh setiap hari untuk menuju tempat kerja. Dengan penugasan yang lebih dekat dengan domisili, biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan.

“Kami ingin mengurangi pengeluaran ASN, khususnya tenaga pendidik. Ada yang sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar 33 kilometer setiap hari dari Sawahan ke Mejayan. Sekarang ditempatkan lebih dekat, hanya sekitar 3 kilometer dari rumahnya. Selisih 30 kilometer itu tentu berdampak pada penghematan konsumsi BBM,” kata Purnomo.

Selain memberikan manfaat ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan disiplin kerja pegawai. Jarak tempuh yang lebih pendek dinilai dapat mengurangi kelelahan selama perjalanan sehingga guru dan tenaga kependidikan dapat lebih fokus menjalankan tugasnya.

“Kalau perjalanan lebih dekat, mereka bisa datang lebih tepat waktu, lebih disiplin, dan lebih fokus bekerja. Harapannya pelayanan pendidikan kepada masyarakat juga semakin maksimal,” tambahnya.

Pemkab Madiun menilai kebijakan pendekatan tempat tugas dengan domisili menjadi salah satu solusi untuk mendukung program efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Dengan waktu perjalanan yang lebih singkat dan biaya transportasi yang lebih rendah, tenaga pendidik diharapkan dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koloni Ulat Bulu Serang SDN 2 Klegen, BPBD Lakukan Penyemprotan Insektisida

    Koloni Ulat Bulu Serang SDN 2 Klegen, BPBD Lakukan Penyemprotan Insektisida

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ratusan ulat bulu menyerang SDN 2 Klegen sejak 2 minggu terakhir. Bahkan, hampir setiap hari, siswa merasakan gatal-gatal. Menyikapi hal ini, petugas BPBD Kota Madiun melakukan penanganan usai menerima laporan dari pihak sekolah. Sumarsih, Kepala Sekolah SDN 2 Klegen, menjelaskan pihak sekolah awalnya sudah melakukan penanganan dengan menyemprotkan cairan garam […]

    Bagikan
  • Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

    Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para penjual bunga untuk kebutuhan ziarah di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan menikmati berkah musiman. Tradisi ziarah makam yang dilakukan warga pada periode ini membuat para pedagang kebanjiran pembeli dari wilayah sekitar hingga desa tetangga. Setiap tahun, permintaan bunga campur, terdiri dari mawar, melati, kenanga, […]

    Bagikan
  • Dugaan Keracunan MBG di SDN Kawedanan 2 Masih Diselidiki, Dinkes Lakukan Tracing ke Belasan Siswa

    Dugaan Keracunan MBG di SDN Kawedanan 2 Masih Diselidiki, Dinkes Lakukan Tracing ke Belasan Siswa

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kawedanan 2, Kabupaten Magetan, masih dalam tahap penyelidikan. Dinas Kesehatan bersama UPTD Puskesmas Kawedanan kini melakukan pelacakan terhadap sedikitnya 15 siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, demam, hingga lemas. Kepala SDN Kawedanan 2, Sugeng Purwanto, menegaskan informasi […]

    Bagikan
  • Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebuah warung milik Sujoko, warga Desa Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, terbakar pada Rabu (19/11) sekitar pukul 19.20 WIB. Api dengan cepat membesar lantaran bangunan warung didominasi material kayu. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Andi Koerniawan, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam setelah menerima […]

    Bagikan
  • Belajar Otodidak, Ini Cerita Sagita Sukses Jalankan Usaha Dimsum

    Belajar Otodidak, Ini Cerita Sagita Sukses Jalankan Usaha Dimsum

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kisah inspiratif datang dari Sagita Dwi Cahyani (20), seorang mahasiswi asal Perum Mojoarum RT 38/02, Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Di usianya yang masih muda, Sagita berhasil membangun usaha kuliner berbasis dimsum. Berawal dari iseng-iseng mencoba resep dimsum di rumah, kini Sagita telah menjalani usahanya selama satu tahun. Baru satu bulan […]

    Bagikan
  • 41.577 Pelanggan Nikmati perjalanan dengan KA BIAS selama Libur Nataru

    41.577 Pelanggan Nikmati perjalanan dengan KA BIAS selama Libur Nataru

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Kereta Api (KA) Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) rute Solo – Madiun PP menjadi KA favorit pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 (Nataru) di Wilayah Daop 7 Madiun. Bagaimana tidak, pada periode 19 Desember 2024 – 5 Januari 2025 telah tercatat sebanyak 41.577 pelanggan menggunakan kereta api tersebut. Untuk keberangkatan […]

    Bagikan
expand_less