Berita Terkini
Trending Tags

Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 289
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rocky Gerung menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan

Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah akan memiliki nilai lebih apabila disampaikan dengan argumentasi akademis, bukan sekadar luapan emosi. Menurutnya, tradisi berpikir kritis harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Pandangan tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. Dalam diskusi yang dihadiri kader partai, mahasiswa, dan aktivis tersebut, Rocky banyak menyoroti pentingnya membangun kritik yang didasarkan pada logika, data, dan pemahaman terhadap kebijakan publik.

Rocky mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi maupun kritik yang dilakukan didukung kajian yang matang sehingga tidak mudah dipatahkan. Menurutnya, gerakan mahasiswa akan jauh lebih kuat apabila mampu menjelaskan mengapa suatu kebijakan dinilai bermasalah, bukan hanya menyuarakan penolakan.

“Marhaenisme mengajarkan bagaimana menertibkan cara berpikir. Kalau ada kemiskinan, kita harus mencari akar persoalannya. Kalau ada kebijakan yang salah, kita harus mampu menjelaskan letak kesalahannya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kritik terhadap program tersebut seharusnya diarahkan pada efektivitas kebijakan, bukan sekadar penolakan. 

Menurut Rocky, pemerintah perlu memastikan sasaran program benar-benar tepat agar anggaran negara menghasilkan manfaat maksimal. Ia mencontohkan pentingnya menentukan kelompok penerima prioritas berdasarkan kebutuhan riil, termasuk mempertimbangkan persoalan gizi sejak masa kehamilan.

“Kalau mau mengkritik MBG, kritiklah berdasarkan konsep. Apakah sasarannya sudah tepat? Apakah anggarannya efektif? Itu yang harus diperdebatkan,” ujarnya.

Selain MBG, Rocky turut menyinggung gagasan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi bagian dari agenda pemerintah. Menurutnya, banyak kritik terhadap koperasi lahir karena masyarakat belum memahami dasar konstitusional pembentukan koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa koperasi sejak awal dirancang sebagai instrumen untuk mencegah dominasi mekanisme pasar terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi. Dalam konstitusi, koperasi menjadi alat agar pasar tidak menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, Rocky meminta masyarakat membedakan kritik terhadap pelaksanaan program dengan kritik terhadap konsep koperasi itu sendiri.

Dalam forum diskusi tersebut, Rocky juga menyoroti fungsi pengawasan DPR. Ia berpendapat bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya menjadi tugas utama lembaga legislatif sehingga masyarakat tidak selalu berada di garis depan menyuarakan keberatan terhadap kebijakan negara.

Menurutnya, apabila fungsi pengawasan DPR berjalan optimal, ruang demonstrasi masyarakat dapat lebih difokuskan pada penyampaian aspirasi, bukan menggantikan peran parlemen. Ia menilai keseimbangan antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu syarat penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Kalau mahasiswa diminta kembali belajar di kampus, maka DPR juga harus menjalankan fungsi pengawasannya dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Meski menekankan pentingnya argumentasi akademik, Rocky menegaskan demonstrasi tetap merupakan bagian sah dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi lahir dari proses berpikir yang matang, bukan sekadar mengikuti arus.

Menurutnya, gerakan tanpa landasan analisis berpotensi kehilangan arah bahkan dimanfaatkan kelompok lain untuk kepentingan politik tertentu. Karena itu, mahasiswa diminta terus memperkuat tradisi membaca, berdiskusi, dan melakukan riset sebelum menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Negara ini membutuhkan warga yang berpikir. Kritik yang baik bukan hanya keras, tetapi juga mampu menawarkan solusi berdasarkan argumentasi,” pungkasnya.(kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Madiun Kumpulkan Bhabinkamtibmas, Singgung Soal Jebakan Tikus Beraliran Listrik

    Kapolres Madiun Kumpulkan Bhabinkamtibmas, Singgung Soal Jebakan Tikus Beraliran Listrik

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kapolres Madiun, AKBP Mohammad Zainur Rofik memberikan pengarahan kepada para Bhabinkamtibmas Polres Madiun yang digelar di Gedung Bhayangkara Polres Madiun, Rabu (5/2/2025). 179 personil Bhabinkamtibmas dinilai menjadi ujung tombak kepolisian di tingkat desa/kelurahan. Kapolres Madiun juga menyinggung permasalahan yang berkaitan dengan jebakan tikus beraliran listrik di persawahan. AKBP Mohammad Zainur […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Dorong Perajin Kembangkan Motif Batik Khas Daerah, Targetkan Bentuk Galeri Khusus di 2027

    Pemkot Madiun Dorong Perajin Kembangkan Motif Batik Khas Daerah, Targetkan Bentuk Galeri Khusus di 2027

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendorong perajin batik mengembangkan motif yang memiliki identitas khas daerah untuk meningkatkan daya saing produk batik Kota Madiun. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan peningkatan daya saing motif khas daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun di Gedung Dekranasda, Senin […]

    Bagikan
  • Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Madiun Targetkan 100 Pendonor

    Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Madiun Targetkan 100 Pendonor

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Madiun menggelar kegiatan donor darah yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah stok darah, tetapi juga sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli terhadap sesama. dr. Ulfa Kusuma Dewi selaku dokter UTD PMI […]

    Bagikan
  • Pelempar Bom Molotov di DPRD Kota Madiun Vical Ardiyansyah Turner Didakwa Pasal 187 KUHP

    Pelempar Bom Molotov di DPRD Kota Madiun Vical Ardiyansyah Turner Didakwa Pasal 187 KUHP

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus pelemparan bom molotov di depan Gedung DPRD Kota Madiun memasuki sidang perdana. Terdakwa Vical putra Ardiyansyah Turner alias Londo menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Rabu (12/11/2025). Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Rahmi Dwi Astuti tersebut berlangsung sekitar 30 […]

    Bagikan
  • Simulasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Puskesmas, Sediakan Antrean Khusus dan Terpisah

    Simulasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Puskesmas, Sediakan Antrean Khusus dan Terpisah

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Simulasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Madiun menawarkan skrining kesehatan gratis bagi masyarakat. Seperti yang baru digalakkan oleh Puskesmas Saradan pada Kamis (6/2/2025). Program layanan kesehatan yang diinstruksikan langsung oleh Pemerintah Pusat guna melihat kondisi kesehatan masyarakat. Para pasien yang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sebelumnya diwajibkan mendaftarkan diri […]

    Bagikan
  • Implementasikan SE, Bupati Madiun Gowes ke Puspem Caruban

    Implementasikan SE, Bupati Madiun Gowes ke Puspem Caruban

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto memilih bersepeda sejauh sekitar 22 kilometer dari Rumah Dinas Pendopo Muda Graha menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Jumat (10/4/2026). Aksi itu menjadi bentuk implementasi kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sekaligus upaya mendukung efisiensi energi sesuai arahan pemerintah pusat. Kebijakan WFH tersebut tertuang […]

    Bagikan
expand_less