Berita Terkini
Trending Tags

Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rocky Gerung menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan

Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah akan memiliki nilai lebih apabila disampaikan dengan argumentasi akademis, bukan sekadar luapan emosi. Menurutnya, tradisi berpikir kritis harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Pandangan tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno. Dalam diskusi yang dihadiri kader partai, mahasiswa, dan aktivis tersebut, Rocky banyak menyoroti pentingnya membangun kritik yang didasarkan pada logika, data, dan pemahaman terhadap kebijakan publik.

Rocky mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi maupun kritik yang dilakukan didukung kajian yang matang sehingga tidak mudah dipatahkan. Menurutnya, gerakan mahasiswa akan jauh lebih kuat apabila mampu menjelaskan mengapa suatu kebijakan dinilai bermasalah, bukan hanya menyuarakan penolakan.

“Marhaenisme mengajarkan bagaimana menertibkan cara berpikir. Kalau ada kemiskinan, kita harus mencari akar persoalannya. Kalau ada kebijakan yang salah, kita harus mampu menjelaskan letak kesalahannya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kritik terhadap program tersebut seharusnya diarahkan pada efektivitas kebijakan, bukan sekadar penolakan. 

Menurut Rocky, pemerintah perlu memastikan sasaran program benar-benar tepat agar anggaran negara menghasilkan manfaat maksimal. Ia mencontohkan pentingnya menentukan kelompok penerima prioritas berdasarkan kebutuhan riil, termasuk mempertimbangkan persoalan gizi sejak masa kehamilan.

“Kalau mau mengkritik MBG, kritiklah berdasarkan konsep. Apakah sasarannya sudah tepat? Apakah anggarannya efektif? Itu yang harus diperdebatkan,” ujarnya.

Selain MBG, Rocky turut menyinggung gagasan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi bagian dari agenda pemerintah. Menurutnya, banyak kritik terhadap koperasi lahir karena masyarakat belum memahami dasar konstitusional pembentukan koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa koperasi sejak awal dirancang sebagai instrumen untuk mencegah dominasi mekanisme pasar terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi. Dalam konstitusi, koperasi menjadi alat agar pasar tidak menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, Rocky meminta masyarakat membedakan kritik terhadap pelaksanaan program dengan kritik terhadap konsep koperasi itu sendiri.

Dalam forum diskusi tersebut, Rocky juga menyoroti fungsi pengawasan DPR. Ia berpendapat bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya menjadi tugas utama lembaga legislatif sehingga masyarakat tidak selalu berada di garis depan menyuarakan keberatan terhadap kebijakan negara.

Menurutnya, apabila fungsi pengawasan DPR berjalan optimal, ruang demonstrasi masyarakat dapat lebih difokuskan pada penyampaian aspirasi, bukan menggantikan peran parlemen. Ia menilai keseimbangan antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu syarat penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Kalau mahasiswa diminta kembali belajar di kampus, maka DPR juga harus menjalankan fungsi pengawasannya dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Meski menekankan pentingnya argumentasi akademik, Rocky menegaskan demonstrasi tetap merupakan bagian sah dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi lahir dari proses berpikir yang matang, bukan sekadar mengikuti arus.

Menurutnya, gerakan tanpa landasan analisis berpotensi kehilangan arah bahkan dimanfaatkan kelompok lain untuk kepentingan politik tertentu. Karena itu, mahasiswa diminta terus memperkuat tradisi membaca, berdiskusi, dan melakukan riset sebelum menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Negara ini membutuhkan warga yang berpikir. Kritik yang baik bukan hanya keras, tetapi juga mampu menawarkan solusi berdasarkan argumentasi,” pungkasnya.(kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Rotasi 16 Pejabat Eselon II, Masih Ada Kursi Strategis Kosong

    Bupati Madiun Rotasi 16 Pejabat Eselon II, Masih Ada Kursi Strategis Kosong

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 16 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menjalani rotasi jabatan. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha, Kamis (21/08/2025). Rotasi pejabat setingkat eselon II ini menjadi yang pertama di era pemerintahan pasangan Bupati Hari Wuryanto dan Wakil […]

    Bagikan
  • Dewan Pendidikan Jatim Tinjau Proses SPMB di SMAN 2 Kota Madiun

    Dewan Pendidikan Jatim Tinjau Proses SPMB di SMAN 2 Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Demi memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan transparan dan akuntabel, Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan monitoring dan evaluasi (monev) langsung di SMAN 2 Kota Madiun, Selasa (17/06/2025). Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Prof. Parji, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses di lapangan, terutama dalam aspek […]

    Bagikan
  • Waduh ! Material Bongkaran Bangunan SDN Tiron 01 Dijual, Inspektorat Bakal Turun Tangan photo_camera 4

    Waduh ! Material Bongkaran Bangunan SDN Tiron 01 Dijual, Inspektorat Bakal Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menegaskan penjualan material bongkaran bangunan SD Negeri Tiron 01 oleh pemerintah desa tidak dibenarkan, meskipun aset tersebut telah dihibahkan ke desa.  Praktik tersebut dinilai melanggar ketentuan pengelolaan barang milik daerah dan berpotensi dikenai sanksi administratif hingga hukum. Bangunan SDN Tiron 01 yang berlokasi di Desa Tiron, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Arah RKPD 2027 Dipaparkan, Pemkab Magetan Fokus Perkuat SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

    Arah RKPD 2027 Dipaparkan, Pemkab Magetan Fokus Perkuat SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan membeberkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 melalui forum Musrenbang yang digelar di Pendopo Surya Graha, Kamis (26/3/2026). Rancangan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah untuk mempercepat pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pemerataan infrastruktur, serta penguatan sektor […]

    Bagikan
  • Polisi Olah TKP Pasca-kerusuhan di DPRD Kota Madiun, Kerugian Capai Rp530 Juta

    Polisi Olah TKP Pasca-kerusuhan di DPRD Kota Madiun, Kerugian Capai Rp530 Juta

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca-kerusuhan di Gedung DPRD Kota Madiun, Selasa (02/09/2025). Pemeriksaan dilakukan di tujuh titik yang terdampak kericuhan pada Sabtu (30/08/2025) lalu. Dari hasil pengecekan, polisi mendapati sejumlah kerusakan fasilitas, kehilangan aset, hingga kerusakan gedung. Beberapa di antaranya pintu kaca ruang rapat […]

    Bagikan
  • Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang. Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu […]

    Bagikan
expand_less