Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Kota Madiun Angkat Bicara Soal SPMB SMA 2026, SOROTI Ribuan Lulusan SMP Tak Tertampung di SMA Negeri

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Kota Madiun kembali soroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Foto : Istimewa

Sinergia| Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun kembali menyoroti persoalan klasik dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kalangan legislatif menilai keterbatasan daya tampung SMA negeri yang menyebabkan banyak lulusan SMP sederajat tidak tertampung masih menjadi pekerjaan rumah yang terus berulang setiap tahun.

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, mengatakan berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun, dan Dinas Pendidikan Kota Madiun, terjadi ketimpangan cukup besar antara jumlah lulusan SMP sederajat dengan kuota SMA negeri.

Tahun ini, jumlah lulusan SMP sederajat di Kota Madiun mencapai 3.825 siswa, sementara total pagu SMA negeri hanya 1.649 kursi. Sebaliknya, SMK negeri masih memiliki daya tampung mencapai 2.461 kursi.

“Kalau dihitung secara keseluruhan antara SMA dan SMK sebenarnya masih ada kelebihan daya tampung sekitar 7,09 persen atau 285 kursi. Masalahnya, mayoritas masyarakat Kota Madiun masih lebih memilih SMA daripada SMK,” ujar Armaya, Kamis (2/7/2026).

Image Not Found
Persoalan SPMB akan terus menjadi rapor tahunan apabila tidak ada intervensi kebijakan. Foto : Istimewa

Menurutnya, berkurangnya kuota SMA negeri salah satunya dipicu oleh perubahan status SMA Negeri 3 Madiun menjadi SMA Negeri Taruna Angkasa. Hal itu berdampak pada sistem penerimaan peserta didiknya kini berskala nasional dan mengurangi kuota reguler bagi siswa Kota Madiun.

“Ini terjadi setiap tahun. Tentunya harus ada kebijakan, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, agar seluruh lulusan bisa tertampung,” tegasnya.

Armaya menilai persoalan tersebut akan terus menjadi rapor tahunan apabila tidak ada intervensi kebijakan. Apalagi, Kota Madiun memiliki wilayah yang relatif kecil, sekitar 33 kilometer persegi, dengan 14 SMP negeri serta sejumlah SMP swasta dan MTs yang setiap tahun meluluskan ribuan siswa.

Karena itu, DPRD mendorong Cabdindik Jawa Timur mempertimbangkan sejumlah langkah, mulai dari penambahan rombongan belajar (rombel) dengan memaksimalkan kapasitas kelas hingga pembangunan SMA negeri baru.

“Diskresinya sekarang ada di situ. Apakah rombel bisa ditambah untuk meminimalisasi siswa Kota Madiun yang tidak mendapatkan SMA negeri. Kalau tidak ada solusi atau diskresi, setiap tahun akan terus seperti ini,” katanya.

Meski demikian, Armaya mengimbau semua pihak tidak saling menyalahkan. Menurutnya, keterbatasan kuota merupakan dampak regulasi yang membutuhkan penyelesaian bersama antara Pemerintah Kota Madiun dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Harapan saya, semua siswa di Kota Madiun bisa bersekolah di SMA negeri. Jangan sampai warga sudah tinggal di kotanya sendiri, tetapi tidak bisa sekolah di kotanya sendiri,” ujarnya.

Senada, Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, mengatakan jumlah SMA negeri di Kota Madiun saat ini hanya lima sekolah, yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 6. Kondisi tersebut membuat daya tampung tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP setiap tahun.

Menurut Didik, penyebab utama berkurangnya kuota reguler adalah perubahan status SMAN 3 menjadi SMAN 3 Taruna Angkasa. Di sisi lain, jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar juga dibatasi melalui Peraturan Gubernur dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas.

Image Not Found
Komisi I DPRD Kota Madiun secara resmi usulkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar menambah unit SMA negeri. Foto : Istimewa

“Penyebab utamanya jelas, kuota reguler berkurang karena SMAN 3 sekarang menjadi SMAN 3 Taruna Angkasa. Ditambah lagi pagu per kelas sudah diatur maksimal 36 siswa,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, DPRD mengimbau masyarakat mulai mempertimbangkan SMK negeri yang masih memiliki kuota cukup besar. Pihaknya juga meminta Cabdindik memberikan prioritas kepada lulusan asal Kota Madiun agar dapat tertampung di SMK negeri.

Sementara bagi calon siswa yang tetap memilih jalur SMA, Didik menyarankan memanfaatkan sekolah swasta. DPRD, kata dia, telah berkomunikasi dengan Cabdindik agar sekolah swasta dapat menyediakan program beasiswa bagi siswa yang tidak tertampung di SMA negeri.

“Bagi warga yang tetap ingin masuk SMA, sekolah swasta menjadi opsi yang logis. Kami sudah berkomunikasi agar sekolah swasta juga menyiapkan program beasiswa sehingga dapat meringankan biaya masyarakat,” katanya.

Untuk solusi jangka panjang, Komisi I DPRD Kota Madiun secara resmi mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar menambah unit SMA negeri baru, seperti pembangunan SMAN 7 Madiun atau mengembalikan fungsi reguler SMAN 3 guna mengakomodasi kebutuhan pendidikan warga Kota Madiun.

“Kami akan terus mengawal dan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar penambahan kuota maupun pembangunan SMA negeri baru dapat segera terealisasi sehingga hak pendidikan warga Kota Madiun benar-benar terpenuhi,” pungkas Didik. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paket Yang Dibuang di Hutan Ponorogo Berisi 3 Bagian Tubuh

    Paket Yang Dibuang di Hutan Ponorogo Berisi 3 Bagian Tubuh

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tim gabungan dari Polres Ponorogo dan Tim Medis RSUD dr Harjono Ponorogo Minggu malam (26/1/2025) membongkar bungkusan paket yang dibuang di tepi hutan Desa/Kecamatan Sampung Ponorogo. Sesuai informasi, paket itu diduga berisi potongan kaki potongan korban Uswatun Khasanah. Sementara itu, tubuh korban dimasukan koper merah yang ditemukan di Kabupaten Ngawi […]

    Bagikan
  • Truk Boks Seruduk Avanza Parkir, Hantam Pagar Rumah Warga 

    Truk Boks Seruduk Avanza Parkir, Hantam Pagar Rumah Warga 

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, tepatnya di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Rabu (26/2/2025). Sebuah truk boks bermuatan tepung menabrak mobil Toyota Avanza yang sedang terparkir di bahu jalan hingga menghantam pagar rumah warga. Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Iptu Roni Susanto, mengungkapkan bahwa kecelakaan […]

    Bagikan
  • Kehabisan Tiket KA? PT KAI DAOP 7 Tambah 530 Kursi KA Brantas

    Kehabisan Tiket KA? PT KAI DAOP 7 Tambah 530 Kursi KA Brantas

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Ratusan ribu orang memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tercatat, selama periode angkutan Nataru mulai 19 Desember hingga 5 Januari 2025 nanti, sebanyak 283.583 pelanggan dilayani di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun dengan rincian naik 138.828 dan turun 144.755 penumpang. Tingginya minat […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (3/3/2026) petang, menyebabkan air meluap hingga menutup badan jalan. Arus yang cukup deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti, bahkan beberapa di antaranya terseret aliran air saat mencoba melintas. Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, luapan air juga berdampak pada […]

    Bagikan
  • Mahasiswi UGM Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Raya Sarangan – Cemorosewu

    Mahasiswi UGM Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Raya Sarangan – Cemorosewu

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana duka menyelimuti proses autopsi di RSUD dr. Sayidiman Magetan terhadap jenazah yang ditemukan di Jalan Raya Sarangan Cemoro Sewu pada Sabtu (12/03/2025). Proses autopsi berlangsung hingga Minggu (13/04/2025) dini hari. Satu per satu anggota keluarga korban keluar dalam kondisi terpukul dan tak kuasa membendung air mata. Korban diketahui bernama Sheila […]

    Bagikan
  • Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    Kemarau Panjang Ancam Lima Kecamatan di Ponorogo, 3.000 Warga Berpotensi Terdampak

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Sedikitnya sekitar 3.000 jiwa diperkirakan terdampak apabila pasokan air bersih mulai berkurang saat puncak kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli mendatang. Berdasarkan […]

    Bagikan
expand_less