Berita Terkini
Trending Tags

Sekolah Rakyat Madiun Siap Sambut Siswa Baru Lewat MPLS Pekan Depan, Proyek Ditarget Rampung Akhir Juli

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 272
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kawasan Sekolah Rakyat Madiun. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Madiun memasuki tahap akhir. Progres fisik proyek yang dibangun di Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, kini telah mencapai 90,061 persen. Sejumlah fasilitas utama sudah siap digunakan untuk mendukung kegiatan awal tahun ajaran baru, termasuk agenda open house yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Juli 2026 sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Manajer Proyek Sekolah Rakyat Madiun, Wahidi, mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar sejumlah bangunan prioritas dapat difungsikan lebih awal, meski masa kontrak proyek masih berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026.

“Progres sekarang sudah 90,061 persen. Secara kontrak sebenarnya sampai 15 Agustus, tetapi kami melakukan percepatan sesuai arahan pimpinan agar dapat mendukung kegiatan MPLS siswa baru,” ujar Wahidi saat ditemui dikantornya Selasa (8/7/2026).

Meski sebagian besar pekerjaan telah selesai, masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian yang sedang dikebut. Di antaranya penyelesaian asrama putri SMP dan SMA, pemasangan sebagian atap, pekerjaan arsitektural, serta pengecoran jalan yang tersisa sekitar 30 persen.

“Kami targetkan seluruh pekerjaan selesai pada 31 Juli mendatang,” tegas Wahidi.

Menurutnya, sejumlah fasilitas utama telah selesai dikerjakan dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan awal sekolah. Di antaranya gedung serbaguna, ruang kelas SMA, dua gedung asrama putri SD, kantin, masjid, serta dapur.

Untuk kegiatan MPLS, Wahidi menyebut Dinas Sosial berencana menggelar open house selama dua hari sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah bagi calon peserta didik.

“Informasi dari Dinas Sosial, kemungkinan akan ada open house pada 14 sampai 15 Juli,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak kontraktor bertanggung jawab menyiapkan bangunan, sedangkan kebutuhan kegiatan seperti panggung dan kursi akan disiapkan oleh Dinas Sosial.

Sekolah Rakyat Madiun nantinya memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa. Rinciannya, jenjang SD sebanyak 540 siswa, SMP 270 siswa, dan SMA 270 siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menilai progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Menurutnya, kompleks Sekolah Rakyat memiliki sekitar 15 bangunan yang terdiri atas ruang belajar, asrama, kantin, hingga fasilitas bagi tenaga pengajar.

“Kalau saya lihat, yang tersisa sekarang lebih banyak pekerjaan finishing. Contohnya penyelesaian penutup atap dan perapian area luar seperti jalan. Hampir seluruh item pekerjaan sudah dikerjakan oleh pelaksana,” kata Boby.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Balai Kementerian PUPR dan PT Brantas Abipraya selaku kontraktor, masa kontrak proyek memang berlangsung hingga Agustus 2026. Namun, percepatan terus dilakukan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga terus memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan, mulai dari membantu penyediaan tenaga kerja hingga mengatasi kendala pasokan material beton siap pakai (ready mix) melalui koordinasi dengan pihak penyedia.

“Kami terus berkoordinasi terkait progres maupun kendala yang bisa dibantu pemerintah daerah. Kemarin sempat ada persoalan tenaga kerja dan pasokan ready mix, alhamdulillah semuanya bisa teratasi,” ujarnya.

Boby optimistis target penyelesaian proyek pada akhir Juli dapat tercapai sehingga seluruh fasilitas siap mendukung operasional Sekolah Rakyat.

“Saya optimistis, berdasarkan komunikasi terakhir, akhir Juli insyaallah progres sudah 100 persen,” katanya.

Sekolah Rakyat Madiun dibangun di atas lahan bekas tanah bengkok seluas 5,8 hektare di Kelurahan Nglames. Proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya itu didanai APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp911,48 miliar. Pembangunan memiliki waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender, disertai masa pemeliharaan selama 360 hari setelah proyek dinyatakan selesai. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang dan fasilitas pendukung di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Setelah menetapkan mantan Kepala Desa Gemarang, Suprapti sebagai tersangka, penyidik kini membuka peluang penambahan tersangka baru dalam perkara tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun, Inal […]

    Bagikan
  • PSN di Kota Madiun Dikawal Ketat, Seluruh OPD Diminta Pantau Proyek hingga Proses di Kementerian

    PSN di Kota Madiun Dikawal Ketat, Seluruh OPD Diminta Pantau Proyek hingga Proses di Kementerian

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperketat pengawalan pelaksanaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) agar seluruh program dapat terealisasi sesuai target. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif mengawal setiap tahapan proyek, mulai dari penyediaan lahan hingga proses koordinasi di tingkat kementerian. Instruksi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F […]

    Bagikan
  • Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 7 Sediakan 127.248 Tempat Duduk

    Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 7 Sediakan 127.248 Tempat Duduk

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan masa Angkutan Lebaran 2025 terhitung mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, termasuk di wilayah Daop 7 Madiun. Guna kesiapan momen tahunan tersebut, KAI Daop 7 Madiun menggelar Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2025 yang dipimpin langsung oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan (D7) […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Gelar Salat Ghoib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

    Polres Magetan Gelar Salat Ghoib dan Donasi untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana haru menyelimuti Masjid Shiratal Mustaqim Polres Magetan, Rabu (03/12/2025) siang. Ratusan anggota kepolisian berdiri rapat dalam barisan, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa untuk para korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ibadah Salat Ghoib yang dipimpin Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa […]

    Bagikan
  • APBDes Tahun 2021-2024 Dilaporkan Kejaksaan, Kades Simo : Fitnah Itu, SPJ Sudah Diaudit Inspektorat

    APBDes Tahun 2021-2024 Dilaporkan Kejaksaan, Kades Simo : Fitnah Itu, SPJ Sudah Diaudit Inspektorat

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengelolaan anggaran keuangan di Desa Simo Kec Balerejo Kab Madiun kabar terkini dilaporkan ke penyidik Kejaksaan. Anggaran keuangan desa yang sudah masuk ke meja penyidik mulai APBDes tahun 2021 hingga 2024. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel ) Kejaksaan Negeri Kab Madiun, Achmad Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi pelaporan kasus […]

    Bagikan
  • Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    Pasangan Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot, Enggan Pindah ke Pondok Lansia

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia sekitar 8 tahun terakhir tinggal di gubuk reyot Jalan Paus Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun telah meninjau kondisi keduanya. Hasil pendataan, pasangan lansia bernama Marmin dan Nyanirah itu sejatinya bukan warga Kota Madiun. “Pak […]

    Bagikan
expand_less