Stafsus Wapres Bahas Penguatan Budaya dan Dukungan Event Pencak Silat Nasional di Kota Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 81
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menerima kunjungan Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden Bidang Kinerja Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Suwardi, di Balai Kota Madiun, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan sektor kebudayaan sebagai landasan pembangunan daerah. Hal ini sekaligus peluang dukungan pemerintah pusat terhadap agenda pencak silat berskala nasional hingga internasional.
Dalam pertemuan itu, Suwardi menegaskan pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus berpijak pada nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
“Pesannya adalah dalam membangun peradaban ke depan, kita tetap harus mengakar kepada budaya yang diwariskan oleh leluhur kita,” ujar Suwardi.
Menurutnya, Plt Wali Kota Madiun memaparkan tiga identitas utama yang menjadi kekuatan Kota Madiun, yakni pencak silat, pecel, dan kereta api (KAI). Ketiga identitas tersebut akan menjadi pijakan dalam arah pembangunan kota.
Selain itu, Pemkot Madiun juga tengah menggali nilai-nilai budaya lokal, termasuk sejarah tokoh-tokoh daerah dan situs budaya, sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda.
Suwardi mengatakan, penguatan budaya lokal penting untuk membangun rasa percaya diri masyarakat di tengah keberagaman budaya Indonesia maupun pergaulan internasional.
“Kita ingin budaya lokal kita sejajar dengan budaya-budaya lokal dari suku-suku bangsa yang lain. Tidak ada yang lebih tinggi. Dengan begitu, kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan itu menjadi kunci sukses generasi masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Suwardi juga mengungkapkan rencana Kota Madiun menggelar pertemuan pencak silat berskala nasional bahkan internasional pada tahun depan.
Ia menyebut Madiun memiliki posisi strategis sebagai pusat kebudayaan pencak silat dan berpotensi menjadi tuan rumah pertemuan para jawara pencak silat dari berbagai daerah hingga mancanegara.
“Nanti akan kita diskusikan di Jakarta untuk bisa didukung,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan kunjungan Stafsus Wapres menjadi momentum untuk menyampaikan berbagai program pelestarian budaya yang telah dijalankan pemerintah kota.
Menurutnya, pembangunan fisik di Kota Madiun selama ini terus diimbangi dengan kegiatan pelestarian budaya, mulai dari seni tari, wayang, batik hingga pencak silat.
“Kami mengisi pembangunan-pembangunan ini dengan kegiatan-kegiatan budaya, mulai dari tari, wayang, batik, hingga pencak silat,” kata Bagus.
Ia kembali menegaskan tiga identitas utama Kota Madiun, yaitu pencak silat, pecel, dan kereta api, akan terus diperkuat melalui berbagai program dan agenda budaya.
Bagus mengungkapkan, setelah sukses menggelar kirab pencak silat, Pemerintah Kota Madiun kini tengah menyiapkan event pencak silat berskala nasional pada tahun depan.
Namun, sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan komunikasi dan evaluasi bersama seluruh perguruan pencak silat agar konsep acara dapat disusun secara matang.
“Harapannya, seluruh paguyuban pencak silat bisa memberikan dukungan, termasuk nantinya mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Terkait peluang dukungan dari pemerintah pusat, Bagus menyatakan masih diperlukan pembahasan lebih lanjut agar konsep kegiatan sesuai dengan standar yang diharapkan pemerintah pusat.
“Kami perlu komunikasi dengan seluruh perguruan pencak silat, sehingga konsep yang dibangun nantinya memenuhi standar yang diharapkan pusat,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




